RAMAH MUSLIM: Wahana wisata Mikutopia Kota Batu menjadi salah satu wakil Jatim dalam penilaian Pariwisata Ramah Muslim. (Foto: Istimewa)
MALANG POST – Mikutopia di Desa Tulungrejo, Kota Batu, turut mendongkrak keberhasilan Jawa Timur menembus peringkat kelima nasional dalam Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2026. Destinasi wisata bertema negeri jamur ini dinilai unggul dalam menghadirkan fasilitas pariwisata ramah Muslim yang bersih dan inklusif.
Potensi pariwisata Kota Batu tak hanya bertumpu pada keindahan alam dan beragam wahana rekreasi. Kesiapan destinasi dalam memberikan kenyamanan bagi wisatawan Muslim juga mulai menjadi nilai tambah. Salah satunya ditunjukkan Mikutopia, destinasi wisata bertema negeri jamur di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji.
Mikutopia menjadi salah satu destinasi yang dinilai tim dewan juri dalam ajang Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2026. Keikutsertaan tersebut turut menjadi bagian dari upaya pengembangan pariwisata ramah Muslim (PRM) di Jawa Timur yang berhasil menempati peringkat kelima nasional.
Manajer Operasional Mikutopia, Panji Akbar Ramadhani, mengatakan bahwa capaian tersebut menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi pengelola untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada wisatawan.
Menurutnya, konsep wisata ramah Muslim tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan makanan halal. Lebih dari itu, kenyamanan beribadah, kebersihan lingkungan, fasilitas umum, hingga keramahan pelayanan juga menjadi bagian penting dalam memberikan pengalaman berwisata.
“Mikutopia turut berkontribusi atas prestasi Jawa Timur di lima besar nasional pariwisata ramah Muslim dalam Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2026,” tutur Panji.
Penilaian tidak hanya melihat keberadaan musala, tetapi juga mencakup kelayakan ruangan, kondisi perlengkapan salat, hingga fasilitas tempat wudu.
“Tim penilai melakukan pengecekan langsung terhadap fasilitas tempat ibadah di Mikutopia. Pemeriksaannya cukup menyeluruh, mulai dari kelayakan tempat ibadah, perlengkapan salat, sampai fasilitas tempat wudu. Jadi, fasilitas yang tersedia juga dilihat dari kondisi dan kelayakannya untuk digunakan pengunjung,” ujar Panji.

Menurutnya, proses penilaian tersebut memberikan pengalaman sekaligus masukan bagi pengelola untuk terus memperhatikan fasilitas pendukung kebutuhan pengunjung, termasuk wisatawan Muslim.
Panji melihat, keberadaan fasilitas ibadah yang layak merupakan bagian penting dari kenyamanan wisatawan ketika berkunjung ke sebuah destinasi. Pengalaman berwisata tidak hanya berkaitan dengan wahana dan hiburan, tetapi juga bagaimana pengelola dapat memenuhi kebutuhan pengunjung selama berada di kawasan wisata.
Ia berharap capaian tersebut bisa menjadi pemacu bagi pelaku industri pariwisata, khususnya di Kota Batu, untuk semakin memperhatikan kebutuhan wisatawan Muslim. Dengan begitu, destinasi wisata tidak hanya menawarkan atraksi menarik, tetapi juga memberikan kenyamanan bagi seluruh pengunjung.
Di Mikutopia, sejumlah fasilitas penunjang telah disediakan, mulai dari musala, toilet, area food court, dan beragam fasilitas lainnya. Ketersediaan fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan kenyamanan bagi pengunjung dengan kebutuhan berbeda.
Upaya menghadirkan wisata ramah Muslim juga dibarengi dengan perhatian terhadap kebutuhan pengunjung penyandang disabilitas.
“Kami tidak hanya menyediakan musala sebagai fasilitas ibadah, tetapi juga mengoptimalkan akses dan kenyamanan rumah ibadah agar dapat dimanfaatkan oleh saudara-saudara penyandang disabilitas,” tutur Panji.
Ia mengatakan, prinsip wisata ramah Muslim harus berjalan beriringan dengan pelayanan yang inklusif. Artinya, fasilitas wisata tidak hanya memperhatikan kebutuhan mayoritas pengunjung, tetapi juga memberikan kemudahan bagi kelompok yang membutuhkan aksesibilitas khusus.
Destinasi berkonsep dunia jamur itu juga menawarkan beragam wahana permainan dan spot foto. Keunikan konsep tersebut menjadi daya tarik tersendiri, sekaligus memperkaya pilihan wisata keluarga di Kota Batu.
Capaian Jawa Timur dalam IMTI 2026 sendiri menjadi bagian dari penguatan ekosistem pariwisata ramah Muslim di Indonesia. Berdasarkan hasil pemeringkatan, Jawa Barat menempati posisi pertama dengan skor 73,5, disusul Jawa Tengah dengan 71,7 dan Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan 70,1.
Sementara itu, Sumatera Barat berada di posisi keempat dengan skor 67,4. Jawa Timur menyusul di peringkat kelima dengan nilai 66,2. Penilaian tersebut mencakup kesiapan destinasi dalam memberikan pengalaman wisata yang nyaman bagi wisatawan Muslim.
Sebanyak 15 daerah menerima penghargaan atas capaian dalam IMTI 2026, meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, NTB, Sumatera Barat, Jawa Timur, Aceh, Kepulauan Riau, Sulawesi Selatan, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Riau, Jambi, dan Batam. (Ananto Wibowo)




