MALANG POST – Wali Kota Batu Nurochman meninjau tiga desa terdampak banjir luapan dan longsor di Batu, Kamis (29/10/2026), memastikan perbaikan darurat infrastruktur plengsengan yang jebol langsung dieksekusi pekan ini serta menginstruksikan gerakan kebersihan drainase serentak di seluruh wilayah desa.
Wali Kota Batu, Nurochman, bersama Sekretaris Daerah Alfi Nurhidayat dan jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD) meninjau langsung tiga lokasi terdampak bencana akibat hujan deras, Kamis (29/10/2026).
Peninjauan lapangan menyasar Desa Oro-Oro Ombo, Desa Tlekung, dan Desa Mojorejo menyusul ambrolnya konstruksi plengsengan serta luapan air akibat saluran drainase yang tersumbat sampah pada Rabu (28/10/2026).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu mencatat terdapat tujuh titik kejadian banjir luapan dan tanah longsor.

CEK LANGSUNG: Wali Kota Batu Nurochman saat melakukan pencekan secara langsung ke lokasi banjir luapan yang melanda sejumlah titik di Kota Batu. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Di beberapa lokasi, luapan air bercampur lumpur tidak hanya menggenangi badan jalan, melainkan juga menerobos masuk ke kediaman warga, sementara longsoran plengsengan mengancam bangunan permukiman di sekitarnya.
Nurochman menjelaskan, presipitasi hujan berintensitas tinggi seusai kemarau panjang menjadi pemicu utama.
Tumpukan sampah yang tercecer terbawa arus deras hingga menyumbat gorong-gorong, menyebabkan debit air melimpah ke jalan raya.
“Fokus kita adalah mengantisipasi hujan perdana pascakemarau panjang. Banyak sampah tercecer yang terbawa arus deras sehingga memicu sumbatan di beberapa titik dan air meluber ke jalan,” terang Cak Nur—sapaan akrab Nurochman, Kamis (29/10/2026).
Pemkot Batu memastikan pemulihan infrastruktur yang rusak menjadi prioritas utama. Khusus plengsengan yang jebol di Desa Tlekung, pemerintah daerah diterjunkan untuk memimpin evakuasi serta melakukan pengerjaan perbaikan.

“Pekan ini penanganan fisik langsung kami eksekusi,” tegas Cak Nur.
Selain penanganan teknis, Pemkot Batu bakal melayangkan surat edaran resmi kepada seluruh pemerintah desa untuk menggiatkan kerja bakti pembersihan drainase secara berkala di wilayah masing-masing.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Batu, Suwoko, memaparkan bahwa tujuh titik bencana tersebar di Kecamatan Junrejo dan Kecamatan Batu.
Di Dusun Krajan Lor, Desa Tlekung, plengsengan teknis sepanjang 35 meter ambrol menimpa kandang ternak warga. Sementara di Desa Oro-Oro Ombo, tembok pembatas sepanjang 30 meter longsor menutupi aliran sungai.
BPBD Kota Batu bersama perangkat desa, kepolisian, relawan, dan warga telah mendirikan posko tanggap darurat, melakukan pembersihan material sampah, serta menyalurkan bantuan logistik dan terpal kepada korban terdampak. (Ananto Wibowo)




