MALANG POST – Persoalan kesehatan masyarakat, tidak bisa dituntaskan hanya oleh tenaga medis. Penanganan stunting, peningkatan cakupan imunisasi, hingga kesiapsiagaan menghadapi penyakit menular membutuhkan kerja bersama pemerintah kecamatan, TNI-Polri, dan pemerintah desa.
Komitmen itu mengemuka dalam Lokakarya Mini (Lokmin) Lintas Sektor Triwulan III Tahun 2026,yang digelar UPT Puskesmas Wonokerto, bersama UPT Puskesmas Bantur di Pendopo Kecamatan Bantur, Kamis (29/10/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut, menjadi ruang koordinasi sekaligus forum konsultasi publik, untuk mengevaluasi capaian program kesehatan dan menghimpun masukan dari berbagai pemangku kepentingan.
Hadir dalam kegiatan itu Camat Bantur Bayu Dwi Jatmiko, Kapolsek Bantur Akmad Taufik, serta perwakilan Danramil Bantur melalui Bintara Tinggi Urusan Dalam (Batuud).
Turut hadir Kepala Puskesmas Bantur Soebagyo, Kepala Puskesmas Wonokerto drg. Putri Lestari, dan para kepala desa se-Kecamatan Bantur.
Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut undangan resmi Nomor 400.7.1/1679/35.07.302.224/2026 tertanggal 26 Oktober 2026.
Kesehatan Butuh Kolaborasi

KEBERSAMAAN: Tim Wonokerto dan Bantur kompak tunjukkan semangat kolaborasi, usai Lokmin Lintas Sektor di Pendopo Kecamatan Bantur, Kamis (29/10/2026). (Foto: Diky Prasetyo/Malang Post)
Camat Bantur, Bayu Dwi Jatmiko menegaskan, lokakarya lintas sektor memiliki peran penting untuk menyatukan persepsi dan memperkuat komitmen dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Menurutnya, upaya mewujudkan Kabupaten Malang sebagai Kabupaten/Kota Sehat (KKS) membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Puskesmas tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan pemerintah wilayah dan unsur terkait lainnya.
“Yang kita harapkan adalah terwujudnya Kabupaten Kota Sehat (KKS). Ini tidak bisa dikerjakan Puskesmas saja, butuh dukungan semua lintas sektor, mulai dari kecamatan, TNI-Polri, hingga pemerintah desa,” ujar Bayu.
Ia menekankan, sinergi Puskesmas Wonokerto dan Puskesmas Bantur bersama seluruh pemangku kepentingan, menjadi salah satu kunci untuk menangani berbagai persoalan kesehatan di masyarakat.
Sejumlah isu yang membutuhkan perhatian bersama di antaranya penanganan stunting, peningkatan cakupan imunisasi, serta kesiapsiagaan menghadapi penyakit menular.
Dukungan pemerintah desa dan unsur lintas sektor, diperlukan agar program kesehatan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan pelaksanaannya sesuai kebutuhan di lapangan.
Evaluasi Capaian dan Tindak Lanjut
Kepala Puskesmas Wonokerto drg. Putri Lestari menjelaskan, Lokmin Triwulan III difokuskan pada evaluasi capaian program, sekaligus penyusunan rencana tindak lanjut.
Forum ini menjadi kesempatan bagi kedua Puskesmas, untuk menyampaikan perkembangan pelaksanaan program, membahas kendala, serta menghimpun masukan dari peserta guna memperkuat pelaksanaan kegiatan kesehatan di wilayah Kecamatan Bantur.
“Melalui Lokmin ini kami berharap ada dukungan penuh dari Bapak/Ibu lintas sektor agar program-program kesehatan di wilayah Bantur bisa berjalan optimal,” jelas Putri.
Rangkaian kegiatan diisi dengan pemaparan materi dari masing-masing Puskesmas dan diskusi interaktif bersama peserta. Melalui forum tersebut, masukan lintas sektor diharapkan dapat menjadi bahan perbaikan dan penyusunan langkah lanjutan.
Kolaborasi yang berkelanjutan diharapkan mampu memperkuat pelayanan kesehatan sekaligus mendukung terwujudnya masyarakat Kabupaten Malang yang lebih sehat. (Diky Prasetyo/Ra Indrata)




