MALANG POST – Pemerintah Kota Batu bersiap mengakselerasi destinasi sport tourism pada 2027 melalui groundbreaking Batu Sport Center bertaraf internasional di Jalibar serta merenovasi Stadion Gelora Brantas senilai Rp50 miliar demi memperkuat pembinaan atlet dan menggerakkan ekonomi warga.
Pemerintah Kota (Pemkot) Batu bersiap memperkuat pemetaan sektor wisata olahraga (sport tourism) pada 2027 mendatang. Dua mega proyek infrastruktur disiapkan secara beriringan, yakni pembangunan Batu Sport Center bertaraf internasional di kawasan Jalibar, Desa Oro-Oro Ombo, serta revitalisasi total Stadion Gelora Brantas.
Kedua proyek strategis ini menjadi ikhtiar Pemkot Batu untuk melengkapi ketersediaan sarana olahraga publik yang selama ini relatif terbatas. Selain memasok kebutuhan pembinaan atlet daerah, pengembangan arena ini ditujukan untuk memfasilitasi ruang kreativitas pemuda sekaligus mendongkrak denyut ekonomi lokal via agenda pariwisata olahraga.

UNJUK SKIL: Wali Kota Batu Nurochman saat unjuk skil bermain di Stadion Brantas, tahun depan stadion ini akan direvitalisasi bersamaan dengan pembangunan sport center di Jalibar. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Wali Kota Batu, Nurochman, menegaskan bahwa dukungan terhadap pemuda dan dunia olahraga tidak cukup sebatas seremonial pembinaan. Ketersediaan arena (venue) yang representatif merupakan modal mutlak agar potensi atlet muda Kota Batu dapat terwadahi secara maksimal.
“Mohon doa restu dari seluruh warga. Pada 2027 mendatang, kita akan meresmikan peletakan batu pertama (groundbreaking) Batu Sport Center. Ini merupakan wujud komitmen nyata kami dalam menyediakan ruang publik produktif bagi pemuda di bidang olahraga,” paparnya, Rabu (28/10/2026).
Batu Sport Center yang berlokasi di kawasan Jalibar dirancang memiliki sarana olahraga terpadu, mulai dari lapangan sepak bola mini (minisoccer), bola basket, futsal, tenis, bulu tangkis, lintasan lari (jogging track), hingga arena olahraga elektronik (e-sports). Khusus zona e-sports, Pemkot Batu bakal menghadirkan layar lebar bermode interaktif berstandar internasional.

Pengembangan kompleks sport center tersebut sebelumnya ditandai melalui penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemkot Batu dan PT Surya Sarana Sentosa pada 20 Oktober 2026 lalu untuk mematangkan konsep arsitektur kawasan.
Selain membangun arena baru, Pemkot Batu mengalokasikan anggaran murni APBD Kota Batu sebesar Rp50 miliar pada 2027 untuk memoles Stadion Gelora Brantas. Pembenahan fisik menyasar perbaikan tribun penonton serta penyediaan kantor sekretariat cabang olahraga di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Batu.
Sekretaris Daerah Kota Batu, Alfi Nurhidayat, menambahkan bahwa proyek revitalisasi ini mengusung lima muatan utama: peningkatan akses sarana olahraga yang inklusif, penguatan pembinaan prestasi atlet lokal, peningkatan daya tarik sport tourism, penggerak ekosistem UMKM dan perhotelan, serta penetapan stadion sebagai pusat aktivitas kemasyarakatan yang ramah penyandang disabilitas. (Ananto Wibowo)




