MALANG POST – Universitas Negeri Malang melepas kontingen sebanyak 18 tim yang beranggotakan 90 mahasiswa di Graha Rektorat UM, Malang, Rabu (21/10/2026), untuk berlaga dalam ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional ke-39 di Universitas Diponegoro, Semarang, pada 2–7 November mendatang.
Universitas Negeri Malang (UM) melepas kontingen yang terdiri atas 18 tim dengan total 90 mahasiswa untuk berkompetisi dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-39 di Universitas Diponegoro (Undip), Semarang. Acara pelepasan dilangsungkan di Aula Utama Graha Rektorat UM lantai 9, Rabu (21/10/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi UM untuk mematangkan kesiapan teknis para delegasi sekaligus memperkuat daya saing intelektual mahasiswa dalam kompetisi ilmiah paling bergengsi di tingkat nasional tersebut.
Penanggung Jawab PIMNAS UM, Robby Wijaya, M.Pd., menyampaikan bahwa UM berhasil menempati posisi kelima secara nasional berdasarkan akumulasi jumlah tim yang lolos ke PIMNAS tahun ini.
Sebanyak 18 tim tersebut terdiri atas tujuh tim dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), empat tim dari Fakultas Teknik (FT), tiga tim dari Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), dua tim dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), serta masing-masing satu tim dari Fakultas Sastra (FS) dan Fakultas Psikologi (FPsi).

Capaian ini merupakan buah dari evaluasi serta pembenahan strategi pembinaan penalaran mahasiswa selama satu tahun terakhir. Robby menjelaskan bahwa UM mereformulasi proses seleksi internal dengan memulai penilaian dari ide awal yang dituangkan dalam judul sebelum dikembangkan menjadi proposal utuh.
Pada Januari 2026, UM menyeleksi sekitar 1.600 judul gagasan yang kemudian melalui beberapa tahapan penyaringan hingga menghasilkan 23 tim penerima pendanaan Kemendiktisaintek. Dari jumlah tersebut, 18 tim berhasil menembus babak final PIMNAS ke-39.
“Seleksi proposal di UM tidak dimulai dari draft proposal, melainkan dari kurasi judul. Pada Januari 2026, kami menyeleksi 1.600 judul. Memasuki Februari, jumlah tersebut disaring menjadi 800 proposal di tingkat fakultas,” jelas Robby saat memaparkan perjalanan kontingen UM.
Ia menambahkan bahwa pembinaan tahap akhir difokuskan pada penyempurnaan artikel ilmiah, poster riset, teknik presentasi, serta pendampingan intensif melalui coaching guna memantapkan mentalitas kompetisi mahasiswa.
Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., turut memberikan motivasi kepada para delegasi agar menjadikan PIMNAS sebagai kawah candradimuka untuk mengasah kemampuan intelektual, karakter integritas, dan rasa percaya diri.
Ia menekankan bahwa keberanian mengajukan pertanyaan kritis, merumuskan gagasan ilmiah, serta terus menyempurnakan karya merupakan fondasi utama menjadi seorang ilmuwan berintegritas.
“Adik-adik adalah mahasiswa pilihan. Kalian bisa berada di titik utama ini karena memiliki talenta dan kebiasaan akademik yang berbeda dari mahasiswa pada umumnya,” tutur Prof. Hariyono.
Lebih lanjut, Prof. Hariyono berharap seluruh delegasi tampil maksimal dan memukau para dewan juri, terlepas dari perolehan medali kelak. Menurutnya, kompetisi ilmiah bukan sebatas ajang berburu trofi, melainkan ruang memperluas wawasan dan mengenalkan inovasi terapan yang bermanfaat bagi publik.
“Pengetahuan dan keterampilan yang kita miliki sekarang tentu perlu terus disempurnakan. Proses humanisasi dan belajar tidak boleh berhenti di podium juara,” ungkapnya.
PIMNAS ke-39 dijadwalkan berlangsung pada 2–7 November 2026 di Kampus Undip, Semarang. Rangkaian agenda meliputi registrasi delegasi, penilaian poster, pembukaan resmi, presentasi karya, hingga malam penganugerahan pemenang.
Keikutsertaan UM dalam PIMNAS ke-39 sekaligus mempertegas komitmen kampus dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-4 mengenai Pendidikan Berkualitas dan tujuan ke-9 mengenai Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. (M. Abd. Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)




