Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kerja Sama Universitas Islam Malang, dr. Erna Sulistyowati, M.Kes., Ph.D. (Foto: Istimewa)
MALANG POST – Universitas Islam Malang akan mengukuhkan 1.258 wisudawan pada Wisuda Periode ke-80 di Kampus Unisma, Malang, Sabtu–Minggu (24–25/10/2026), termasuk 10 mahasiswa asing dari empat negara serta lulusan program gelar ganda (joint degree) bersama mitra St. John’s University, Taiwan.
Universitas Islam Malang (Unisma) bakal mengukuhkan sebanyak 1.258 wisudawan dalam prosesi Wisuda Periode ke-80 yang dihelat selama dua hari, Sabtu–Minggu (24–25/10/2026). Dari akumulasi tersebut, sebanyak 10 mahasiswa asing asal Sudan, Timor Leste, Thailand, dan Uzbekistan turut serta diwisuda.
Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kerja Sama Unisma, dr. Erna Sulistyowati, M.Kes., Ph.D., mengungkapkan bahwa wisudawan mancanegara terbanyak berasal dari Timor Leste.
Menurutnya, capaian ini menjadi kebanggaan tersendiri karena Unisma terbukti mampu menarik minat mahasiswa internasional dari berbagai latar belakang budaya dan agama secara inklusif.
“Hal ini menunjukkan bahwa Unisma senantiasa menjunjung tinggi nilai multikulturalisme dan menghormati keberagaman. Mahasiswa dari latar belakang agama apa pun dapat menempuh studi dengan aman dan nyaman di Unisma,” ujar Erna, Kamis (22/10/2026).
Erna menambahkan, wisuda periode ini juga mengukuhkan lulusan program gelar ganda (joint degree) hasil kemitraan strategis Unisma dengan St. John’s University, Taiwan, untuk Program Studi Teknik Mesin, Teknik Sipil, dan Teknik Elektro.
“Melalui skema perkuliahan 2+2 dan 3+1, para mahasiswa menjalani proses pembelajaran di dua perguruan tinggi mitra, sehingga berhak menyandang gelar Sarjana Teknik dari Unisma sekaligus Bachelor of Engineering dari St. John’s University,” terangnya.
Di samping apresiasi kelulusan mahasiswa, Erna menyampaikan bahwa Unisma memberikan penghargaan khusus kepada lima dosen yang telah menuntaskan studi doktoral (S-3) sebagai wujud penguatan kualifikasi SDM pengajar.
Di bidang riset, Unisma berhasil membukukan total pendanaan hibah penelitian sebesar Rp3,28 miliar yang bersumber dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, LPDP, serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Selain itu, Unisma meraih alokasi dana pengabdian kepada masyarakat bernilai Rp170,14 juta.
“Unisma juga dipercaya menerima hibah riset internasional melalui program Knowledge and Innovation Exchange hasil konsorsium Indonesia–Australia senilai 148.861 dolar Australia atau setara Rp1,8 miliar,” tuturnya.
Hibah riset internasional tersebut dijalankan secara kolaboratif bersama Charles Darwin University, Australia, dan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara dengan fokus intervensi pada pemajuan sektor pendidikan inklusif dan berkelanjutan.
Erna mengimbuhkan, pada ranah inovasi, Unisma mencatatkan perolehan dua paten biasa, enam paten sederhana, 54 Hak Kekayaan Intelektual (HKI), satu desain industri, serta 28 merek terdaftar. Unisma juga aktif memperluas jejaring global di bidang ketahanan pangan, Sustainable Design Lab, dan pengembangan konsep kampus hijau (green campus).
“Sebagai langkah berkesinambungan, kami bakal menggelar konferensi internasional The First International Conference on Animal Bioscience for Sustainable Ecosystem pada 28 November 2026 mendatang,” pukasnya. (M. Abd. Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)




