SINGO vs MACAN MUDA: Achmad Maulana harus berjuang ekstra keras untuk menghadang laju dua pemain muda Persija, Dony Tri Pamungkas dan Arlyansyah. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Malapetaka besar menghantam Arema FC, usai dibantai tuan rumah Persija Jakarta dengan skor telak 1-5 akibat kerapuhan lini belakang serta kalah kelas dalam adu taktik pada laga Pekan ke-6 BRI Super League 2026/2027 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Rabu (21/10/2026) malam.
Pekan ke-6 BRI Super League 2026/2027, berubah menjadi ajang pembantaian yang sangat menyakitkan bagi skuad Arema FC.
Tampil di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, pada Rabu (21/10/2026) malam, gawang Singo Edan yang dikawal Adi Satryo, menjadi bulan-bulanan para penyerang Macan Kemayoran.
Tidak tanggung-tanggung, lima gol bersarang mulus ke dalam jaring kiper bernomor punggung 30 tersebut.
Hasil memilukan ini mencatatkan kekalahan terbesar Arema FC, sejak ditangani juru taktik asal Brasil, Marcos Vinicius dos Santos Goncalves, yang mulai menakhodai tim sejak musim 2025/2026 lalu.
Kekalahan tragis lima gol ini mengulang memori kelam musim 2019 silam.
Kala itu, Singo Edan juga dipaksa bertekuk lutut dengan skor identik 1-5 saat digilas PSIS Semarang di Stadion Moch Soebroto, Magelang.
Pesta lima gol Persija Jakarta dibuka lewat aksi brace penyerang asing Alexander Thomas Jeremejeff pada menit ke-10 dan masa injury time babak pertama (45+1′).
Memasuki babak kedua, dominasi Macan Kemayoran kian tidak terbendung.
Tiga gol tambahan mengujam gawang Arema FC, masing-masing lewat sepakan Stjepan Loncar pada menit ke-76, Victor Benjamin Dethan menit ke-80, serta ditutup oleh gol Ivan Mamut pada menit ke-90+2.
Satu-satunya gol hiburan bagi Arema FC dicetak oleh penyerang sayap Gabriel Silva pada menit ke-87, usai mengonversi umpan terobosan manis dari Matheus Blade.
Rapuhnya Benteng dan Kecerobohan Pemain
Kekalahan mengenaskan dalam laga yang dipimpin wasit Thoriq Munir Alkatiri ini, merusak catatan agregat gol Arema FC menjadi minus dua (-2).
Jumlah kebobolan Singo Edan kini membengkak menjadi 14 gol dari enam laga.
Torehan buruk tersebut melampaui jumlah 12 gol yang berhasil dilesakkan oleh Johan Ahmat Alfarizi dan kawan-kawan sejauh ini.
Arema FC kini harus rela berbagi status bersama Persijap Jepara sebagai tim dengan benteng pertahanan paling rapuh di panggung Super League musim ini.
Banyaknya gol yang bersarang ke gawang tim kebanggaan warga Malang ini berakar dari kecerobohan para pemain dalam menggalang pertahanan.
Para pilar belakang sangat minim melakukan penekanan (pressing) terhadap pergerakan pilar Macan Kemayoran.
Pemain Persija diberi keleluasaan penuh saat memegang bola di sepertiga akhir daerah pertahanan Arema FC.
Adu Taktik STY dan Marcos Santos
Di luar faktor kualitas individu pemain yang berada di bawah level Persija, Marcos Santos harus mengakui kejelian racikan strategi pelatih Persija, Shin Tae-yong.
Mantan pelatih Tim Nasional Indonesia itu memperagakan skema permainan yang sangat rapi dan agresif.
Pada babak pertama, Persija benar-benar tidak memberi napas bagi Arema FC untuk keluar menyerang dari area pertahanan sendiri.
Sektor sayap kanan Arema FC yang dikawal Achmad Maulana dieksploitasi secara habis-habisan oleh duet pemain muda Persija, Dony Tri Pamungkas dan Arlyansyah.
Tekanan tinggi (high pressing) dari sayap cepat Persija membuat Achmad Maulana kewalahan hingga harus ditarik keluar pada menit ke-26 akibat cedera.
Posisinya kemudian digantikan oleh Robi Darwis.
Shin Tae-yong tampak sangat paham titik lemah Singo Edan, sementara Marcos Santos terlambat merespons perubahan situasi di lapangan.
Meski Marcos sempat menurunkan Betinho Filho untuk memperkuat lini tengah, STY dengan cerdik memindahkan fokus serangan ke sektor sayap lewat pemain-pemain muda yang memiliki kecepatan di atas rata-rata.
Di lini depan, striker tunggal Arema FC, Mauro Zijlstra, tampil tidak berdaya karena minimnya pasokan bola dari lini kedua.
Kekalahan dua kali beruntun ini memperpanjang rekor lima laga tanpa kemenangan bagi Singo Edan.
Dalam dua pertandingan terakhir saja, gawang Arema FC telah dibobol delapan kali dan hanya sanggup mencetak dua gol.
Kondisi kritis ini membuat posisi Marcos Santos di kursi pelatih utama makin kencang digoyang isu pemecatan. (Ra Indrata)




