TELADAN: Bupati Malang, HM Sanusi didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Bagus Sulistiawan dan Ketua PGRI, Dwi Sucipto usai memberikan penghargaan bagi guru guru berprestasi. (Foto: Suseno/Malang Post)
MALANG POST – Workshop pendidikan tidak boleh berhenti sebagai seremoni. Harus ada perubahan nyata dalam kemampuan guru dan kualitas pembelajaran di kelas.
Pesan itu ditegaskan Bupati Malang HM Sanusi, saat menghadiri Workshop Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan dalam rangka HUT ke-81 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional (HGN) 2026, di Gedung PGRI Pakisaji, Kabupaten Malang, Senin (19/10/2026).
Kegiatan diikuti 661 peserta, dari berbagai jenjang pendidikan. Mulai TK/PAUD, SD, SMP hingga SMA/SMK. Workshop menjadi ruang bagi pendidik dan tenaga kependidikan untuk memperbarui pengetahuan, mengembangkan kompetensi, serta menyesuaikan diri dengan perubahan dunia pendidikan.
Sanusi mengingatkan, peringatan HUT PGRI harus dimaknai lebih dari sekadar perayaan organisasi. Momentum tersebut perlu dimanfaatkan untuk memperkuat profesionalisme guru agar berdampak langsung terhadap proses belajar mengajar.
“Kegiatan ini jangan hanya menjadi agenda seremonial. Harus benar-benar meningkatkan kompetensi para pendidik dan tenaga pengajar,” tegas Sanusi.
Ia mengapresiasi jajaran PGRI Kabupaten Malang yang dinilai mampu menjaga kekompakan sekaligus menghadirkan inovasi dalam kegiatan organisasi.
“Saya mengapresiasi pimpinan PGRI Kabupaten Malang yang terus memberikan inovasi dan menjaga kekompakan. Mudah-mudahan kegiatan ini benar-benar memberikan manfaat bagi para guru,” ujarnya.
Guru dituntut terus berinovasi
Menurut Sanusi, inovasi menjadi salah satu kunci menghadapi perubahan zaman. Hal itu sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Malang yang mendorong kreativitas dan perbaikan berkelanjutan.
Guru, katanya, tidak cukup hanya mengandalkan pola pembelajaran yang selama ini digunakan. Perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan peserta didik menuntut pendidik terus belajar serta menciptakan metode pembelajaran yang lebih efektif.
“Inovasi itu sangat penting. Salah satu visi dan misi Pemerintah Kabupaten Malang adalah kreatif. Artinya, kita harus mampu mengembangkan sesuatu dan melakukan perubahan ke arah yang lebih baik,” katanya.

SEREMONIAL: Bupati Malang, HM Sanusi saat membuka workshop PGRI di Gedung PGRI Pakisaji, Kabupaten Malang, Senin (19/10/2026). (Foto: Suseno/Malang Post)
Sanusi juga menyoroti tantangan penguasaan teknologi yang dihadapi Indonesia. Ia menilai dunia pendidikan memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya mampu mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga sanggup mengelola potensi dan kekayaan bangsa.
“Hari ini kita sedang tidak baik-baik saja, terutama di bidang teknologi. Indonesia dibuat tidak berdaya. Ini menjadi tugas guru untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, sekaligus menyiapkan generasi yang mampu mengelola dan memanfaatkan kekayaan Indonesia,” tegasnya.
Karena itu, peningkatan kompetensi guru perlu dilakukan secara berkelanjutan. Guru bukan hanya bertugas menyampaikan ilmu pengetahuan, melainkan juga membangun karakter dan menyiapkan peserta didik menghadapi tantangan masa depan.
Soroti hak pendidikan dan PPPK
Dalam kesempatan tersebut, Sanusi turut menyinggung hak masyarakat untuk memperoleh pendidikan. Ia menegaskan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan dasar dan negara berkewajiban membiayainya sesuai ketentuan yang berlaku.
Pemenuhan hak pendidikan, menurutnya, perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pendidik. Keduanya menjadi bagian penting dalam membangun layanan pendidikan yang layak bagi masyarakat.
Sanusi juga menyampaikan bahwa Pemkab Malang akan mengakomodasi keberadaan guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), termasuk aspirasi terkait status kepegawaian.
“Ke depan Pemkab Malang akan mengakomodir PPPK menjadi PNS,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menjadi perhatian tersendiri bagi para guru. Namun, mekanisme, persyaratan, dan kepastian perubahan status kepegawaian tetap perlu mengacu pada ketentuan serta kebijakan resmi pemerintah yang berlaku.
Selain kompetensi akademik, Sanusi meminta para guru menjaga etika dan nilai-nilai kehidupan masyarakat Indonesia. Menurutnya, pendidik mempunyai posisi strategis karena turut membentuk karakter generasi muda.
“Saya meminta PGRI untuk menjaga etika yang dimiliki bangsa kita. Guru memiliki potensi besar untuk menjadi pahlawan di bidang pendidikan,” katanya.
PGRI berikan Anugerah Guru Prima
Sementara itu, Plt. Ketua PGRI Kabupaten Malang, Dwi Sucipto mengatakan, workshop tersebut merupakan bagian dari upaya organisasi mendorong guru agar terus belajar dan meningkatkan kompetensi.
“Guru adalah agen pembelajaran. Karena itu, harus terus menimba ilmu dan meningkatkan kompetensi. Hari ini lebih dari 660 peserta mengikuti workshop, mudah-mudahan membawa manfaat bagi para guru,” ujar Dwi.
Workshop menjadi salah satu rangkaian kegiatan PGRI Kabupaten Malang dalam memperingati HUT ke-81 PGRI dan Hari Guru Nasional 2026. Peringatan tersebut mengusung tema PB PGRI, “Solidaritas Guru Berkualitas, Menuju Indonesia Unggul dan Berdaulat”.
Rangkaian kegiatan peringatan diarahkan untuk memperkuat solidaritas, profesionalisme, dan pengembangan profesi guru melalui seminar, lokakarya, diskusi, kegiatan sosial, serta berbagai agenda peningkatan kapasitas.
Di sela workshop, PGRI Kabupaten Malang juga memberikan Anugerah Guru Prima kepada pendidik yang dinilai memiliki kontribusi dan dedikasi dalam dunia pendidikan. Penghargaan diberikan kepada guru dari berbagai jenjang, mulai TK/PAUD, SD, SMP hingga SMA/SMK.
Kegiatan tersebut diharapkan menjadi dorongan bagi para pendidik untuk terus meningkatkan kemampuan, berbagi pengalaman, dan menghadirkan inovasi pembelajaran. Dengan demikian, peringatan HUT PGRI tidak berhenti pada agenda organisasi, tetapi menghasilkan manfaat bagi sekolah dan peserta didik.
Hadir dalam kegiatan itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Bagus Sulistiawan, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Suntoro, serta ratusan guru peserta workshop. (Suseno/Ra Indrata)




