MALANG POST – Pembangunan infrastruktur desa tidak selalu dimulai dengan alat berat. Di Dusun Krajan, Desa Taji, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, anggota Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 0818/Kabupaten Malang harus mengandalkan palu dan tenaga untuk memecahkan batu, Jumat (16/10/2026).
Batu-batu tersebut disiapkan sebagai material pendukung pembangunan dinding penahan tanah (DPT). Dengan peralatan sederhana, para prajurit memecah batu secara bertahap hingga mencapai ukuran yang dibutuhkan untuk pekerjaan konstruksi.
Pekerjaan itu membutuhkan tenaga fisik, ketelitian, dan konsentrasi. Ayunan palu harus terukur agar batu pecah sesuai kebutuhan. Meski tidak mudah, anggota Satgas tetap melanjutkan pekerjaan demi mendukung kelancaran pembangunan di lokasi sasaran TMMD.
Menyiapkan Material Konstruksi
Pemecahan batu menjadi bagian dari tahapan persiapan material sebelum pekerjaan konstruksi dilanjutkan. Kesiapan bahan diperlukan agar proses pembangunan dapat berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.
Dinding penahan tanah berfungsi membantu menahan tekanan tanah dan menjaga kestabilan area yang membutuhkan penanganan. Karena itu, pengerjaannya perlu memperhatikan kondisi lokasi, kebutuhan konstruksi, serta penggunaan material yang sesuai.

KOMPAK: Dua personel TNI dan warga, saat melakukan kerja bakti pengangkutan material batu untuk pembangunan jalan. Semangat gotong royong terus terjaga demi kemajuan desa. (Foto: Diky Prasetyo/Malang Post)
Bagi anggota Satgas TMMD, pekerjaan di lapangan bukan sekadar menyelesaikan tahapan pembangunan. Setiap kegiatan menjadi bagian dari upaya mendukung tersedianya infrastruktur yang diharapkan bermanfaat bagi masyarakat Desa Taji.
Pengabdian Melalui Kerja Nyata
Program TMMD ke-130 Kodim 0818/Kabupaten Malang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Program ini juga membawa semangat kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah pedesaan.
Kehadiran prajurit dalam pekerjaan sehari-hari di lokasi sasaran menjadi salah satu wujud pengabdian TNI melalui kerja nyata. Tenaga dan waktu yang dicurahkan diharapkan dapat mendukung penyelesaian pembangunan sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.
Pengerjaan dinding penahan tanah di Dusun Krajan diharapkan berlangsung dengan baik sesuai tahapan konstruksi. Infrastruktur tersebut diharapkan membantu menunjang kondisi lingkungan di sekitarnya.
Melalui pekerjaan yang dilakukan secara bertahap, Satgas TMMD ke-130 menunjukkan bahwa pembangunan desa membutuhkan ketekunan, kedisiplinan, dan komitmen bersama agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat. (Diky Prasetyo/Ra Indrata)




