TERBAIK: Marcos Vinicius tidak hanya mencetak satu gol. Tapi juga satu asis bagi gol Samuel Otusanya. Pantas jika dinobatkan sebagai man of the match. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Arema FC menunjukkan mentalitas baja, setelah sukses memaksakan hasil imbang 2-2 melawan Bhayangkara FC, lewat dua gol balasan kilat Marcos Vinicius dan Samuel Otusanya, usai sempat tertinggal dua gol lebih dulu pada laga pekan ke-4 Super League 2026/2027 di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Sabtu (10/10/2026) sore.
Pertandingan pekan ke-4 Super League 2026/2027 di Stadion Kanjuruhan, menyuguhkan drama luar biasa bagi ribuan Aremania.
Dua gol yang bersarang ke gawang Arema FC pengawalan Adi Satryo tercipta lewat proses yang terbilang terlampau mudah.
Bhayangkara FC membuka keunggulan pada menit ke-16 melalui skema serangan sederhana.
Moussa Sidibe yang leluasa menggiring bola di area pertahanan Singo Edan melepaskan umpan lambung terukur.
Barisan pertahanan Arema FC alih-alih mengawal ketat, justru luput mengawasi pergerakan Matias Ernesto Ocampo.
Ocampo yang berdiri bebas di belakang kapten Johan Ahmat Farizi menyambut bola lewat tandukan kepala keras untuk membobol gawang Adi Satryo.
Penderitaan tuan rumah makin bertambah memasuki menit ke-32.
Kesalahan fatal bek asing Walisson Maia dalam menguasai bola dimanfaatkan secara cerdik oleh Allano.
Lewat umpan backheel cepat, Allano menyodorkan bola kepada Moussa Sidibe.
Moussa lantas mengirimkan umpan matang ke area penalti di mana Milan Ristovski berdiri bebas tanpa pengawalan.
Dengan tendangan keras terarah, Ristovski menjebol gawang Arema FC untuk mengandakan keunggulan menjadi 2-0 yang bertahan hingga turun minum.
Sengatan Kilat dan Kunci Kebangkitan
Memasuki babak kedua, Arema FC merespons dengan perubahan mentalitas yang sangat tajam.
Singo Edan hanya butuh waktu tujuh menit usai jeda untuk menipiskan ketertinggalan.
Pada menit ke-52, Marcos Vinicius melepaskan tendangan mendatar menyamping yang tajam menembus pojok gawang Bhayangkara FC.
Gol tersebut melecut semangat membara para pilar tuan rumah.
Bencana bagi tim tamu akhirnya tercipta pada menit ke-61 lewat skema bola mati (set piece).
Bermula dari eksekusi tendangan bebas, Marcos Vinicius melayangkan umpan lambung presisi ke mulut gawang Bhayangkara FC.
Penyerang muda Samuel Otusanya melompat tinggi menyambut bola lewat tandukan keras yang tak mampus dihalau kiper lawan.
Kedudukan berubah imbang 2-2.
Bagi Otusanya, gol penyeimbang tersebut terasa sangat spesial karena menjadi gol pertamanya bersama Arema FC sejak didatangkan musim ini.
Skor sama kuat tersebut bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Pasang Badan Sang Pelatih
Ditemui usai laga, pelatih kepala Arema FC, Marcos Santos, secara ksatria pasang badan dan bertanggung jawab penuh atas performa mengecewakan di babak pertama.
Marcos membeberkan bahwa timnya sebenarnya memulai 15 menit awal dengan sangat baik sebelum akhirnya kehilangan energi dan kerapuhan di lini tengah.
Krisis gelandang bertahan murni menjadi pemicu utama.
Dua pilar utama Arema FC, De Wanga dan Betinho, dipastikan absen akibat cedera parah.
Marcos terpaksa memainkan Choi Hyun-bin (Yamamoto) untuk mengisi peran jangkar di babak pertama sebelum memasukkan Arkhan di babak kedua.
“Pertandingan yang sangat sulit. Tanggung jawab penuh pada babak pertama ada di tangan saya karena tim harus tertinggal dua gol. Di ruang ganti saat jeda, kami mengubah sikap dan mentalitas. Perilaku pemain di babak kedua benar-benar berbeda hingga kami sanggup menyamakan kedudukan,” papar Marcos Santos.
Juru taktik asal Brasil itu juga menyoroti kepemimpinan wasit dan keputusan VAR yang dinilainya kurang tegas, terutama pada insiden handball di dalam kotak penalti lawan yang luput dari hadiah penalti.
Meski enggan berpuas diri dengan hasil imbang, Marcos mengapresiasi tinggi daya juang anak asuhnya.
“Tidak ada istilah ‘saya’ dalam tim ini. Kami tidak menang atau kalah secara individu. Yang ada adalah ‘kita’, yaitu Arema FC. Catatan belum pernah kalah dalam empat laga awal ini menjadi modal positif untuk terus bekerja keras ke depan,” tegas Marcos.
Kebahagiaan senada dirasakan Samuel Otusanya.
Penyerang muda tersebut mengaku sangat emosional bisa mencetak gol perdana di Kanjuruhan di hadapan publik Malang.
“Mencetak gol pertama di stadion ini di hadapan para pendukung adalah pengalaman yang luar biasa. Hasil imbang ini membuktikan kepada semua orang bahwa Arema tidak pernah menyerah,” pangkas Otusanya. (Ra Indrata)




