MALANG POST – Pemerintah Kota Batu merancang proyek revitalisasi Taman Bondas seluas 6.000 meter persegi di pusat Kota Batu, Jumat (9/10/2026), guna mengoptimalkan fungsi ruang terbuka hijau, membenahi fasilitas publik, serta menghadirkan alternatif ruang rekreasi penyeimbang kepadatan Alun-Alun Kota Batu.
Taman Bondas memiliki modal sosial dan ekologis yang kuat untuk menjadi ruang publik favorit warga Kota Batu. Pepohonan rindang, wahana permainan anak (playground), arena papan luncur (skatepark), lintasan lari (jogging track) baru, hingga perpustakaan umum telah tersedia di kawasan hutan kota seluas 6.000 meter persegi tersebut. Kendati demikian, kelengkapan fasilitas tersebut belum sepenuhnya diimbangi oleh tata kelola pemeliharaan kawasan yang teratur.
Catatan kebersihan dan perawatan kawasan ini menarik perhatian khusus Wali Kota Batu, Nurochman. Saat meninjau lokasi, ia menggarisbawahi kondisi rumput yang terkelupas hingga menyisakan tanah gundul serta tumpukan dedaunan kering yang perlu segera ditindaklanjuti secara teknis.
Pemerintah Kota (Pemkot) Batu pun menyiapkan program pembenahan Taman Bondas secara bertahap. RTH yang berlokasi di jantung kota ini diproyeksikan kembali berfungsi optimal sebagai paru-paru kota sekaligus pusat interaksi sosial masyarakat.

CEK KONDISI: Wali Kota Batu, Nurochman saat melakukan pengecekan kondisi Taman Hutan Kota Bondas di kawasan Jalan Sultan Agung. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Perhatian terhadap kualitas ruang publik dinilai sebagai pilar penting dalam menjaga daya dukung lingkungan sekaligus meningkatkan indeks kebahagiaan warga. “Kita memiliki aset kota yang sangat berharga yang sudah semestinya kita optimalisasi dan muliakan pemanfaatannya,” tegas Cak Nur, sapaan akrab Nurochman, Jumat (9/10/2026).
Menurut Cak Nur, pembangunan perkotaan tidak boleh semata-mata berorientasi pada ekspansi bangunan komersial. Keberadaan ruang hijau yang terawat, asri, dan dapat diakses secara inklusif oleh seluruh lapisan warga harus menjadi prioritas pembangunan daerah.
Oleh karena itu, pembenahan Taman Bondas tidak sekadar memoles tampilan visual, melainkan menyasar perbaikan fungsi serta kelaikan fasilitas pendukung yang ada. Penataan ulang lanskap (landscape) akan segera direalisasikan dengan menaruh perhatian ekstra pada manajemen kebersihan lingkungan.
Seluruh fasilitas unggulan yang sudah ada dipastikan tetap dipertahankan. Arena bermain anak (playground) tidak akan digusur, begitu pula sarana skatepark yang selama ini menjadi pusat kegiatan pemuda dan komunitas olahraga ekstrem lokal.
“Nantinya area playground tetap kami pertahankan. Fasilitas alat olahraga outdoor akan kami tambah, termasuk unit sepeda statis. Lanskap ditata ulang, aspek kebersihan diprioritaskan, dan arena skatepark tidak akan dihilangkan,” terang Cak Nur.

Selain penataan estetika lanskap dan penambahan unit olahraga, aspek keselamatan kerja (safety standard) turut diperketat. Area skatepark dan playground akan direnovasi agar memenuhi standar keamanan yang ramah anak dan nyaman bagi pengguna.
Pemkot Batu juga mengkaji wacana penambahan fasilitas penunjang berupa kedai kopi (coffee shop) dengan konsep minimalis yang proporsional. Kehadiran kedai kopi ini diharapkan mampu mendongkrak daya pikat kawasan tanpa merusak esensi utamanya sebagai kawasan hutan kota yang teduh.
Lebih dari sekadar beautifikasi kota, revitalisasi Taman Bondas diarahkan untuk memecah konsentrasi massa di pusat kota. Selama ini, Alun-Alun Kota Batu menjadi magnet utama yang kerap mengalami kepenuhan (overcrowding) wisatawan. Taman Bondas diharapkan hadir sebagai alternatif RTH yang nyaman bagi warga lokal.
Dengan demikian, distribusi aktivitas rekreasi warga dan kunjungan wisatawan tidak menumpuk di satu titik. Taman Bondas berpeluang menjadi ruang multiaktivitas: tempat berolahraga, mengasuh anak, membaca buku, atau sekadar menikmati kesegaran udara di tengah kota.
Tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi perawatan dan pengawasan rutin pascarevitalisasi. Sebab, keberlanjutan hutan kota tidak cukup hanya ditopang fasilitas yang megah, melainkan keberlanjutan kebersihan, keamanan, dan keasrian lingkungan yang membuat ruang publik tersebut benar-benar hidup.
“Kami berharap Taman Bondas kembali menjadi ruang publik yang nyaman dan membanggakan warga. Langkah ini sekaligus menjadi wujud komitmen Pemkot Batu dalam merawat lingkungan serta mengoptimalkan aset daerah secara berkelanjutan,” pungkasnya. (Ananto Wibowo)




