TEMPEL KETAT: Matheus Blade, Salim Akbar dan Walisson Maia, dalam sesi latihan rutin untuk persiapan menjamu Bhayangkara FC. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Pelatih kepala Arema FC Marcos Santos kembali memimpin langsung sesi latihan skuad Singo Edan di Stadion Kanjuruhan, usai mendampingi istrinya yang sakit keras di Brasil, guna mematangkan taktik jelang laga Pekan 4 Super League 2026-2027 melawan Bhayangkara FC pada Sabtu (10/10/2026) mendatang.
Nakhoda utama Singo Edan akhirnya kembali berdiri di tepi lapangan hijau.
Kehadiran sosok juru taktik asal Brasil ini membawa embun segar sekaligus lecutan motivasi bagi seluruh penggawa Arema FC.
Marcos Santos resmi memimpin kembali sesi latihan tim sejak Sabtu (3/10/2026) lalu.
Sebelumnya, pelatih berusia 47 tahun itu terpaksa terbang ke kampung halamannya di Brasil.
Ia harus mendampingi sang istri yang tengah terbaring sakit keras.
Selama Marcos absen di Malang, komando latihan diserahterimakan sementara kepada asisten pelatih Andre Caldas Costa.
Kini, nakhoda berlisensi CONMEBOL Pro tersebut telah kembali memegang kendali penuh kemudi strategi tim.
Fokus utamanya adalah mematangkan persiapan matang menyambut kedatangan Bhayangkara FC.
Bentrok sengit Pekan 4 Super League 2026-2027 itu bakal digeber di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (10/10/2026) pukul 15.30 WIB.
Marcos sadar betul calon lawannya bukan tim sembarangan.
Bhayangkara FC dinilai memiliki kedalaman skuad yang bagus serta dipoles oleh racikan strategi yang matang.
“Persiapan kami berjalan sangat bagus. Kami tahu Bhayangkara adalah tim yang kuat dan dilatih dengan sangat baik,” ungkap Marcos.
Juru racik strategi berpaspor Brasil itu enggan melihat anak asuhnya tampil setengah-setengah di laga kandang.
Seluruh aspek teknis dan fisik terus dipoles demi mengamankan poin sempurna.
Singo Edan memang mengawali musim dengan cukup menjanjikan lewat kemenangan telak 4-0 atas Isenmulang Kalteng FC.
Namun laju Arema sempat tertahan di dua laga berikutnya.
Mereka harus puas bermain imbang 3-3 versus PSM Makassar serta ditahan imbang 1-1 oleh Persik Kediri.
Dua hasil imbang secara beruntun membuat Arema baru mengoleksi lima poin dari tiga laga.
Marcos tentu tidak ingin pasukannya kembali menyia-nyiakan peluang meraih poin penuh di rumah sendiri.
Kemenangan atas Bhayangkara FC menjadi harga mati untuk menjaga posisi Singo Edan di jajaran papan atas klasemen.
Selain mengasah taktik penyelesaian akhir, Marcos memberikan perhatian khusus pada ketahanan fisik para pemain belakang.
Koordinasi antarlini terus dirapikan agar tidak lagi mudah kebobolan saat menghadapi skema serangan balik cepat lawan.
Dukungan penuh ribuan Aremania yang siap membiru-baratkan Stadion Kanjuruhan juga menjadi modal berharga bagi mental bertanding tim.
Gemuruh nyanyian dari tribun diyakini bakal membakar semangat para pemain sepanjang 90 menit laga.
Marcos menegaskan bahwa bermain di kandang sendiri harus membawa dampak psikologis positif bagi seluruh anggota tim.
Ibarat kata, tiga poin di Kanjuruhan adalah bentuk komitmen dan tanggung jawab moral tim kepada suporter setia.
“Kami akan memberikan kemampuan terbaik untuk memenangkan pertandingan ini. Kami berusaha meraup tiga poin penuh khusus untuk Aremania,” pungkas Marcos. (Ra Indrata)




