MALANG POST – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu memberikan kuota 100 dosis vaksinasi rabies gratis untuk anjing dan kucing peliharaan warga di Puskeswan Kota Batu, Selasa (29/9/2026), sebagai bentuk partisipasi aktif memeringati Hari Rabies Sedunia (World Rabies Day).
Antusiasme pemilik hewan peliharaan di Kota Batu untuk memberikan perlindungan imunitas bagi satwa kesayangannya tergolong cukup tinggi. Sebanyak 100 ekor anjing dan kucing milik warga mendapatkan layanan vaksinasi rabies gratis yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan KP) Kota Batu, Selasa (29/9/2026).
Pelayanan kesehatan hewan tersebut terpusat di Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Kota Batu mulai pukul 08.00 WIB hingga 13.00 WIB. Kendati alokasi kuota dipatok terbatas 100 dosis, warga tampak antusias mengantre demi memanfatkan momentum Peringatan Hari Rabies Sedunia (World Rabies Day) yang secara global diperingati setiap 28 September.
Kepala Distan KP Kota Batu, Hendry Suseno, menjelaskan bahwa aksi vaksinasi massal secara cuma-cuma ini merupakan bagian dari gerakan serentak pencegahan penyakit zoonosis di tingkat daerah. Sasaran utama penyuntikan difokuskan pada hewan penular rabies (HPR) peliharaan warga Kota Batu, khususnya kucing dan anjing.

VAKSIN RABIES: Sekitar 100 hewan peliharaan berupa kucing dan anjing di Kota Batu divaksin rabies dalam rangka memperingati World Rabies Day. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
“Kemarin tanggal 28 September dilaksanakan peringatan Hari Rabies Sedunia secara serentak. Kami memfasilitasi program vaksinasi rabies gratis bagi masyarakat Kota Batu yang memiliki hewan peliharaan kucing dan anjing,” ujar Hendry, Selasa (29/9/2026).
Tahun ini, Distan KP mengalokasikan sebanyak 100 dosis vaksin. Seluruh alokasi tersebut berhasil terserap habis untuk 100 ekor hewan target. Hendry memastikan seluruh proses penyuntikan berjalan aman dan sesuai dengan standar operasional prosedur teknis medis veteriner.
”Jatah alokasi kita 100 dosis vaksin, artinya ada 100 ekor hewan yang berhasil divaksinasi. Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan terlaksana dengan lancar,” terangnya.
Menurut Hendry, tindakan preventif melalui pemberian vaksinasi rutin merupakan benteng utama untuk mencegah hewan dari infeksi virus rabies. Penyakit ini tergolong zoonosis berbahaya yang dapat menular dari gigitan hewan terinfeksi ke manusia dengan tingkat fatalitas (case fatality rate) sangat tinggi apabila tidak langsung ditangani secara medis.
Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk tidak sekadar mengandalkan program vaksinasi gratis dari pemerintah daerah semata, melainkan rutin memeriksakan kesehatan dan memvaksinasi hewan peliharaan secara berkala di dokter hewan atau klinik swasta. “Ayo lindungi hewan kesayangan Anda dari bahaya rabies. Muaranya adalah menjaga keselamatan manusia di lingkungan sekitar,” imbuhnya.
Layanan vaksinasi tahun ini mengusung kampanye “Hewan Sehat, Manusia Sehat, Lingkungan Lestari”. Pemkot Batu berharap program ini makin memperkuat zona aman rabies regional Malang Raya dari risiko timbulnya Kasus Luar Biasa (KLB).

Untuk mendapatkan kuota layanan, warga cukup menunjukkan KTP Kota Batu sebagai verifikasi domisili. Setiap KTP membatasi kepemilikan maksimal dua ekor hewan peliharaan. Sebelum kedatangan, warga diwajibkan mendaftar secara dalam jaringan (online) melalui pemindaian kode QR yang disiapkan panitia.
Tingginya animo warga dalam perhelatan ini menjadi dasar evaluasi bagi Distan KP Kota Batu untuk mengusulkan penambahan alokasi kuota dosis vaksin pada tahun anggaran berikutnya.
Kendati demikian, Hendry menegaskan bahwa kebijakan penambahan kuota akan disesuaikan dengan pemetaan kondisi epidemiologi kasus rabies di kawasan Malang Raya secara keseluruhan. “Kita petakan dulu dinamika kasusnya di Malang Raya. Jika terdapat eskalasi ancaman, alokasi anggaran vaksin tentu akan kita tambah,” tegasnya.
Distan KP berharap konsistensi program ini dapat menumbuhkan kesadaran kolektif para pencinta hewan akan pentingnya kepatuhan jadwal vaksinasi berkala demi mewujudkan Kota Batu bebas rabies secara berkelanjutan. (Ananto Wibowo)




