MALANG POST – Universitas Islam Malang mengikutsertakan ribuan mahasiswa baru dari dalam dan luar negeri dalam pembukaan OSHIKA MABA 2026 di Kampus UNISMA Malang, Senin (28/9/2026), untuk membangun fondasi akademik, karakter religius, serta kepedulian terhadap Isu Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Universitas Islam Malang (UNISMA) resmi menggelar rangkaian Orientasi Studi dan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (OSHIKA MABA) 2026. Kegiatan tahunan ini diikuti oleh ribuan mahasiswa baru yang berasal dari berbagai penjuru wilayah di Indonesia hingga mancanegara.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, yakni 28–30 September 2026, menjadi momentum awal bagi para mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan kampus, budaya akademik LPTK, serta iklim kehidupan kemahasiswaan di UNISMA.
Rektor UNISMA, Prof. H. Junaidi, Ph.D., menegaskan bahwa OSHIKA MABA bukan sekadar agenda seremoni tahunan belakangan. Sebaliknya, kegiatan ini merupakan pintu masuk strategis bagi mahasiswa baru untuk memahami jati diri kampus serta membangun fondasi kokoh dalam menempuh perjalanan akademiknya.
“OSHIKA MABA adalah momen penting untuk menanamkan nilai, karakter, dan semangat berkontribusi sejak awal melangkah. Kami ingin mahasiswa baru tidak hanya cerdas secara intelektual, melainkan juga kuat secara spiritual serta peduli terhadap persoalan di tengah masyarakat,” ujarnya, Senin (28/9/2026).

Dalam rangkaian kegiatan OSHIKA, mahasiswa baru diperkenalkan secara komprehensif dengan berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan organisasi kemahasiswaan yang menjadi wadah untuk mengeksplorasi bakat, minat, kreativitas, serta potensi diri selama menjalani masa studi.
Berbagai Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himaprodi), Badan Semi Otonom (BSO), dan Lembaga Kemahasiswaan turut hadir mengenalkan program kerja serta ruang pengembangan diri yang tersedia di lingkungan UNISMA.
OSHIKA MABA 2026 juga mengajak para mahasiswa baru untuk memahami dan menginternalisasi nilai-nilai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) melalui kegiatan kreatif berupa pembuatan poster ideologi.
Aktivitas tersebut menjadi media ekspresi bagi mahasiswa baru untuk menyampaikan gagasan solutif, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap berbagai isu pembangunan berkelanjutan tingkat global maupun nasional.
Selain pengembangan kreativitas dan wawasan keilmuan, aspek religiusitas menjadi pilar utama dalam rangkaian OSHIKA UNISMA. Mahasiswa baru diajak memperkuat nilai-nilai keislaman Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah melalui pelaksanaan ibadah salat berjemaah secara tertib.

Langkah ini menjadi bagian penting dari pembentukan karakter mahasiswa UNISMA yang tidak hanya unggul secara akademis, melainkan juga memiliki landasan moral dan spiritual yang kokoh.
Prof. Junaidi menambahkan bahwa penguatan komitmen nilai keislaman dan kebangsaan merupakan ciri khas utama sistem pendidikan di UNISMA.
“Kami berkomitmen melahirkan generasi yang unggul, berkarakter, dan berdampak nyata bagi masyarakat. Nilai-nilai keislaman menjadi pijakan utama, sementara semangat inovasi dan kepedulian sosial menjadi arah gerak seluruh mahasiswa kami,” tuturnya.
Pelaksanaan OSHIKA MABA UNISMA 2026 melibatkan sinergi kolaboratif dari berbagai unsur kampus, mulai dari jajaran pimpinan rektorat, dosen, tenaga kependidikan, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), Himaprodi, BSO, hingga seluruh unit UKM.
Sinergi terpadu tersebut menjadi wujud komitmen bersama dalam memberikan pengalaman awal yang positif bagi mahasiswa baru, sekaligus menegaskan UNISMA sebagai ekosistem pendidikan unggul yang mendorong mahasiswa untuk terus berkembang, berprestasi, religius, kreatif, serta memberikan kemanfaatan bagi masyarakat luas. (M. Abd. Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)




