MALANG POST – Mahasiswa ITN Malang Farrel Ahmad Hierro berhasil menyabet Juara 1 nomor Lintas Alam (Cross Country) U-20 Putra Kejurda Paralayang Jawa Timur Seri 3 di Landing Area Songgomaruto, Kota Batu, Minggu (20/9/2026), setelah mengalahkan 44 atlet dari berbagai kabupaten/kota.
Kejuaraan Daerah (Kejurda) Paralayang Jawa Timur merupakan ajang kompetisi bergengsi yang mempertemukan para atlet paralayang terbaik dari berbagai daerah di Jawa Timur. Kompetisi ini berlangsung sengit karena menjadi ajang adu kemampuan (skill) dan ketangkasan bagi para atlet muda.
Dalam olahraga udara ini, atlet tidak hanya dituntut mampu mengendalikan parasut secara teknis, melainkan juga harus menguasai navigasi udara, membaca kondisi arah angin, menentukan strategi penerbangan, hingga mencapai target mendarat dalam waktu terbaik.
Persaingan ketat tersebut tersaji dalam ajang Danlanud Abd Saleh Open–Kejurda dan Liga Paralayang Jawa Timur Seri 3 Tahun 2026 yang digelar pada 18–20 September 2026. Kompetisi dipusatkan di Landing Area Paralayang Songgomaruto, Kelurahan Songgokerto, Kota Batu, dengan titik lepas landas (take-off) dari kawasan wisata udara Gunung Banyak.

Salah satu nomor utama yang dipertandingkan adalah Lintas Alam (Cross Country) U-20 Putra. Pada nomor ini, setiap atlet wajib menyelesaikan tugas penerbangan (flight task) berdasarkan koordinat GPS yang telah ditentukan panitia. Mereka berlomba mencapai sejumlah titik sasaran melalui rute penerbangan di udara dengan memanfaatkan dinamika arus udara harian.
Mahasiswa Program Studi Bisnis Digital (S-1) Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang), Farrel Ahmad Hierro, berhasil keluar sebagai juara pertama pada kategori tersebut. Ia sukses mengungguli 44 atlet paralayang se-Jawa Timur setelah menyelesaikan rute penerbangan dengan catatan waktu tercepat.
Berbeda dengan nomor ketepatan mendarat (accuracy) yang menitikberatkan pada kemampuan mendarat tepat di titik tengah sasaran, kategori Cross Country menguji daya tahan terbang jarak jauh, pemetaan navigasi, strategi membaca arus udara panas (thermal), serta kecepatan waktu tempuh penyelesaian rute.
“Perlombaan ini menguji navigasi berbasis GPS sesuai koordinat yang ditentukan. Kita beradu cepat mencapai garis akhir (finish) bersama atlet lain. Perhitungan waktu dimulai saat posisi parasut sudah berada di udara dan terekam otomatis melalui aplikasi khusus,” terang Farrel, Minggu (27/9/2026).
Dalam kompetisi tersebut, Farrel mencatatkan waktu impresif 40 menit pada ronde pertama dan 55 menit pada ronde kedua. Pada ajang ini, ia memperkuat kontingen pengurus cabang Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Kota Batu.
Capaian prestasi tersebut merupakan buah dari perjalanan panjang. Farrel telah mengenal olahraga ekstrim paralayang sejak duduk di bangku sekolah dasar karena bermukim di sekitar area pendaratan Songgokerto, Kota Batu. Awalnya, ia hanya membantu warga dan atlet melipat parasut sebelum akhirnya memberanikan diri mencoba terbang solo.
Ketertarikannya kemudian berkembang menjadi pilihan karier atletik. Sejak 2022, Farrel mulai aktif berlatih secara intensif dan rutin mengikuti berbagai kejuaraan paralayang daerah maupun nasional.
Menghadapi Kejurda Seri 3 ini, ia menjalani porsi latihan empat hari dalam sepekan. Dalam sehari, Farrel dapat melakukan empat hingga enam kali sesi penerbangan. Latihan udara tersebut dikombinasikan dengan penguatan fisik, seperti lari jarak jauh dan senam Tabata, guna menjaga kebugaran stamina dan koordinasi tubuh.
“Gerakan refleks tangan dan kaki harus sinkron sempurna saat mengendalikan tali kemudi parasut di udara,” jelasnya.
Selain persiapan teknis dan fisik, Farrel disiplin menjaga pola konsumsi nutrisi serta kecukupan hidrasi. Menurutnya, ketenangan emosi dan fokus tinggi menjadi kunci utama saat menghadapi perubahan kondisi angin yang tidak menentu di udara.
Gelar juara di Kejurda Paralayang Jatim Seri 3 ini makin memantapkan ambisinya untuk berkiprah di jenjang kejuaraan internasional. “Target saya adalah mencetak prestasi dan menjadi juara pada setiap kejuaraan yang saya ikuti,” tegas Farrel. (M. Abd. Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)




