MALANG POST – Bukan hanya teori. Kesiapan menghadapi keadaan darurat harus dilatih berulang agar setiap orang tahu apa yang harus dilakukan ketika situasi benar-benar terjadi. Prinsip itu diterapkan The Alana Hotel & Convention Center Malang melalui pelaksanaan Fire Drill yang digelar secara berkala dua kali dalam setahun.
The Alana Hotel & Convention Center Malang kembali menggelar Fire Drill sebagai bagian dari pelatihan keselamatan bagi staf dan karyawan, 18 September 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan Human Resources tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan karyawan dalam menghadapi kondisi darurat kebakaran. Simulasi mencakup proses evakuasi, penggunaan jalur evakuasi hingga penerapan prosedur keselamatan yang berlaku di lingkungan hotel.
Pelatihan dilakukan dua kali dalam setahun. Tujuannya agar karyawan tidak hanya memahami prosedur secara teori, tetapi juga terbiasa mengambil tindakan yang tepat ketika menghadapi keadaan darurat.
Sebelum simulasi dimulai, seluruh staf dan karyawan mendapatkan pembekalan dari Muhammad Taqwin, perwakilan Pemadam Kebakaran Kota Malang.
Materi yang disampaikan meliputi pemahaman mengenai kondisi darurat kebakaran, penanganan awal, proses evakuasi hingga pentingnya koordinasi antarbagian ketika terjadi keadaan darurat.
Uji Prosedur Evakuasi
Dalam simulasi, peserta mengikuti sejumlah tahapan yang dirancang untuk menggambarkan kondisi darurat secara terstruktur.
Pelatihan mencakup pemahaman risiko dan penanganan awal kebakaran, prosedur evakuasi, penggunaan jalur serta titik evakuasi, koordinasi antarbagian dan penerapan tindakan keselamatan sesuai prosedur.
Simulasi tersebut sekaligus menjadi sarana evaluasi untuk melihat kesiapan tim dalam merespons keadaan darurat secara cepat, terarah dan terkoordinasi.
Cluster General Manager The Alana Hotel & Convention Center Malang dan Aston Mojokerto Hotel & Conference Center, Sistho A. SRESHTHO, ST., CHA, mengatakan Fire Drill merupakan bagian dari komitmen hotel dalam menjaga kesiapsiagaan seluruh tim.
“Fire Drill merupakan bagian penting dari komitmen kami dalam menjaga kesiapsiagaan seluruh tim. Pelatihan ini kami lakukan secara berkala agar setiap karyawan memahami perannya, mengetahui jalur evakuasi, dan mampu mengambil tindakan yang tepat saat menghadapi kondisi darurat,” ujar Sistho.
Menurut dia, keselamatan tamu dan karyawan menjadi bagian penting dalam operasional hotel.
“Bagi kami, keselamatan tamu dan karyawan harus selalu menjadi prioritas dalam operasional hotel,” lanjutnya.
Sistho menambahkan, pelaksanaan Fire Drill dua kali dalam setahun juga menjadi bagian dari evaluasi kesiapan antardepartemen.
Dengan latihan secara berkala, setiap tim diharapkan memahami tanggung jawab masing-masing sekaligus membangun koordinasi yang lebih baik ketika menghadapi kondisi yang membutuhkan proses evakuasi.
Keselamatan di Tengah Aktivitas Hotel
The Alana Hotel & Convention Center Malang memiliki 152 Smart Rooms, dua ballroom dan 11 ruang pertemuan. Dengan fasilitas tersebut, pemahaman mengenai prosedur keselamatan menjadi bagian penting dari operasional hotel.
Aktivitas hotel tidak hanya melayani tamu individu. Berbagai kegiatan juga melibatkan grup dan peserta dalam jumlah besar. Karena itu, kesiapan staf dalam menghadapi kondisi darurat menjadi salah satu aspek yang perlu terus dilatih.
Melalui Fire Drill, hotel tidak hanya menguji pengetahuan karyawan mengenai prosedur keselamatan. Latihan juga menjadi momentum untuk memastikan jalur komunikasi, koordinasi antarbagian dan proses evakuasi dapat berjalan sesuai ketentuan.
Bagi calon tamu yang ingin melakukan pemesanan kamar maupun menggelar kegiatan, informasi mengenai ketersediaan dapat diperoleh melalui kanal reservasi resmi The Alana Hotel & Convention Center Malang.
Calon tamu dapat menyampaikan tanggal menginap atau kebutuhan acara kepada tim reservasi. Selanjutnya, pihak hotel akan mengecek ketersediaan, memberikan penawaran dan mengonfirmasi reservasi setelah seluruh detail disepakati.
Dengan latihan yang dilakukan secara berkala, kesiapan menghadapi keadaan darurat diharapkan tidak berhenti sebagai prosedur tertulis. Setiap karyawan diharapkan memahami perannya sehingga keselamatan tamu, karyawan dan seluruh aktivitas di dalam hotel dapat tetap menjadi prioritas. (Bilahi)




