PENINJAUAN: General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, ketika mendampingi CEO Arema FC dan Bupati Malang, melihat fasilitas yang dimiliki Stadion Kanjuruhan. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Manajemen Arema FC menyiapkan terobosan besar, dengan merancang Kompleks Stadion Kanjuruhan, sebagai pusat ekosistem sport science terpadu dan laboratorium riset performa atlet berkelanjutan, Sabtu (19/9/2026).
Sepak bola modern hari ini, tidak lagi bisa dilepaskan dari sentuhan data presisi dan ilmu pengetahuan keolahragaan.
Pembinaan pemain muda hingga peningkatan performa atlet profesional di atas lapangan, membutuhkan pendekatan ilmiah yang terukur dan canggih.
Langkah mutakhir itulah yang kini dipersiapkan oleh manajemen Arema FC di Kabupaten Malang.
Di luar agenda kompetisi dan pengembangan bisnis, Arema FC memproyeksikan Kompleks Stadion Kanjuruhan sebagai pusat ekosistem sport science terpadu.
Gagasan ini dirancang untuk menjadikan kawasan Kanjuruhan, sebagai pusat pengembangan performa atlet sekaligus ruang riset olahraga sepanjang tahun.
Dalam cetak biru yang disiapkan manajemen, pilar utama sport science Kanjuruhan akan ditopang oleh pembangunan laboratorium tes fisik modern, ruang analisis biomekanika, serta area gym berkinerja tinggi.
Kawasan ini juga bakal dilengkapi fasilitas pemulihan fisik terpadu.
Mulai dari fasilitas ice bath, sauna, hingga terapi hidro yang terintegrasi langsung dengan kompleks kolam renang indoor dan outdoor Kanjuruhan.

RAPAT PENTING: Jajaran manajemen Arema FC, yang dipimpin CEO Arema FC, Iwan Budianto, saat menggelar pertemuan dengan Bupati Malang, yang juga didampingi beberapa Kepala OPD. (Foto: Arema Official)
Fasilitas ilmiah ini disiapkan bukan hanya untuk konsumsi tim utama Singo Edan di ajang liga.
Pemanfaatannya bakal diintegrasikan secara penuh untuk menyokong Akademi Arema FC.
Proses pembinaan pemain muda dipantau menggunakan perangkat ilmiah presisi, seperti pemantauan data GPS tracker, analisis video taktis, serta pengukuran kebugaran berkala.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, membeberkan, konsep sport science ini juga membuka ruang kolaborasi dan pelayanan publik secara luas.
“Kami ingin fasilitas ini bermanfaat luas. Tidak hanya internal tim, tapi juga membuka ruang kerja sama riset dengan perguruan tinggi di bidang fisiologi, manajemen olahraga, hingga match analytics,” terang Yusrinal, Sabtu (19/9/2026).
Pusat sport science Kanjuruhan dirancang untuk memberikan layanan umum bagi masyarakat luas, klub amatir, hingga atlet daerah.
Fasilitas ini menyediakan jasa konsultasi nutrisi, pengukuran kondisi fisik, serta program rehabilitasi cedera olahraga profesional.
Guna menjaring talenta emas dari berbagai daerah, Arema FC menyiapkan program bertajuk Youth Training Camp.
Program ini berwujud coaching clinic dan bootcamp sepak bola berkala yang memanfaatkan seluruh fasilitas laboratorium dan lapangan di Kanjuruhan.
Dengan konsep “Sport Tourism & Sport Science 365 Hari”, Kanjuruhan dipastikan hidup saban hari tanpa bergantung pada jadwal pertandingan resmi semata.
“Kami ingin memastikan kawasan ini memiliki aktivitas yang berkelanjutan, melahirkan talenta muda berbakat, sekaligus menjadi pusat edukasi olahraga kebanggaan Jawa Timur,” pangkas General Manager yang akrab disapa Inal ini. (Ra Indrata)




