PIDATO: Wakil Bupati Malang, Hj Lathifah Shohib saat memberikan sambutan pada kegiatan penguatan organisasi Harakah Majelis Taklim. (Foto: Suseno/Malang Post)
MALANG POST – Koperasi dan UMKM perempuan, menghadapi tantangan yang sama: perubahan cara masyarakat bertransaksi. Karena itu, kemampuan mengelola usaha, perlu berjalan beriringan dengan penguasaan teknologi digital. Koperasi digital pun didorong menjadi salah satu pilar penguatan ekonomi perempuan.
Gagasan tersebut mengemuka dalam kegiatan Harakah Majelis Taklim (HMT) Jawa Timur berupa penguatan organisasi dan semiloka Pemberdayaan Ekonomi Perempuan melalui Usaha Mikro Kecil dan Koperasi Berbasis Digital di Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Minggu (20/9/2026).
Wakil Bupati Malang Hj. Lathifah Shohib mengatakan, koperasi perlu kembali ditempatkan sebagai kekuatan ekonomi yang bertumpu pada anggota. Berbeda dengan model usaha lainnya, koperasi menjalankan aktivitas ekonomi berdasarkan kepentingan anggota.
“Koperasi ini semuanya berbasis pada anggota, dari anggota untuk anggota dan ada rapat tahunan,” ujar Lathifah.
Menurutnya, mekanisme musyawarah dan pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) berdasarkan keputusan anggota menjadi karakter penting koperasi. Dalam konteks pemberdayaan perempuan, digitalisasi koperasi dinilai dapat memperluas akses dan meningkatkan efisiensi pengelolaan usaha.
“Koperasi digital sebagai pilar ekonomi perempuan,” tegasnya.
Digitalisasi, lanjut Lathifah, tidak hanya diperlukan oleh perusahaan berskala besar. Pelaku usaha mikro seperti toko kelontong juga dapat memanfaatkan teknologi untuk transaksi, memantau stok dan menata pengelolaan usaha.

APRESIASI: Wakil Bupati Malang, Hj Lathifah Shohib, didampingi Kepala Dinas Koperasi dan lembaga keuangan, saat menerima penghargaan dari HMT Jatim. (Foto: Suseno/Malang Post)
Penguatan tersebut dinilai relevan karena banyak UMKM perempuan menjadi bagian penting dalam menopang ekonomi keluarga. Kemampuan mengelola usaha perlu dilengkapi pemahaman terhadap teknologi agar usaha mampu mengikuti perubahan pola transaksi.
Kegiatan HMT Jatim diikuti pelaku UMKM perempuan, Tim Penggerak PKK Kecamatan serta Muslimat NU. Forum tersebut membahas pemberdayaan ekonomi perempuan sekaligus memperkenalkan berbagai bentuk koperasi, seperti koperasi konsumen, simpan pinjam, produsen dan jasa.
Sementara itu, anggota DPR RI dari Fraksi PKB Ali Ahmad menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi dalam penguatan ekonomi perempuan dari perspektif Islam.
Menurutnya, perkembangan teknologi merupakan bagian dari perubahan yang harus diikuti dengan kemampuan memanfaatkannya secara tepat.
“Teknologi itu penting, bagaimana masyarakat memanfaatkan dengan baik,” ujarnya.
Ia mencontohkan penggunaan teknologi pada sektor perdagangan. Toko kelontong, misalnya, dapat memanfaatkan sistem digital untuk transaksi sekaligus mengontrol ketersediaan barang.
Selain Lathifah dan Ali Ahmad, semiloka menghadirkan narasumber dari Dinas Koperasi Kabupaten Malang serta perwakilan lembaga keuangan.
Penguatan HMT Jatim melalui kegiatan tersebut diarahkan tidak hanya pada kelembagaan, tetapi juga pada peningkatan peran majelis taklim dalam pemberdayaan masyarakat. Majelis taklim diharapkan menjadi ruang yang turut mencerdaskan, mendamaikan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan demikian, aktivitas keagamaan dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan perempuan melalui UMKM, koperasi dan pemanfaatan teknologi digital. (Suseno/Ra Indrata)




