Vianis Putri Rahardian, S.Pi. (Foto: Istimewa)
MALANG POST – Universitas Brawijaya menggelar prosesi wisuda Periode 3 Tahun Akademik 2026/2027 di Gedung Samantha Krida UB, Sabtu (19/9/2026), yang meluluskan ribuan wisudawan termasuk Vianis Putri Rahardian dari FPIK dan Ni Made Yura Pradnya Paramitha dari FT sebagai lulusan terbaik.
Universitas Brawijaya (UB) kembali menggelar prosesi wisuda Periode 3 Tahun Akademik 2026/2027 pada Sabtu (19/9/2026). Momen ini menjadi penanda kelulusan bagi para wisudawan dari berbagai fakultas sekaligus menjadi titik awal perjalanan mereka menuju dunia profesional dan pengabdian kepada masyarakat.
Vianis Putri Rahardian, S.Pi.
Wisudawan Terbaik FPIK, Belajar Mandiri dan Bertanggung Jawab
Wisudawan terbaik dari Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Vianis Putri Rahardian, S.Pi., mengungkapkan bahwa proses belajar di perguruan tinggi bukanlah sekadar mengejar gelar, melainkan lebih dari itu: membentuk pribadi yang mandiri dan bertanggung jawab.
”Awalnya saya pikir kuliah itu hanya tentang belajar dan mendapatkan nilai yang baik. Namun, setelah menjalaninya, saya sadar bahwa banyak hal yang harus saya hadapi sendiri,” kata Via, sapaan akrabnya, yang lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,70.
Ia menambahkan, kemandirian tersebut mencakup kemampuan mengatur keuangan, mengurus kebutuhan sehari-hari, menghadapi kendala perkuliahan, hingga menguatkan diri sendiri saat mengalami kelelahan atau masalah karena orang tua tidak selalu bisa berada di sampingnya.
Mahasiswa penerima bantuan Beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) tersebut mengatakan bahwa selama berkuliah, ia berusaha mengelola bantuan dana KIP-K sebaik mungkin agar dapat mencukupi kebutuhan tanpa harus sering meminta uang tambahan kepada orang tua.
”Saya biasanya membuat skala prioritas untuk kebutuhan yang memang penting, seperti biaya sewa kamar (kos), makan, transportasi, dan kebutuhan kuliah. Saya juga berusaha membatasi pengeluaran yang tidak terlalu diperlukan dan menyesuaikan pengeluaran dengan jumlah bantuan yang saya terima,” tuturnya.
”Untuk kebutuhan penelitian skripsi, saya menggunakan sebagian dari dana KIP-K yang sudah saya persiapkan serta sisihkan dari awal sebagai dana darurat. Supaya ketika penelitian berlangsung, saya tidak perlu meminta biaya tambahan kepada orang tua. Jadi, selama kuliah saya berusaha bertanggung jawab mengatur keuangan sendiri serta menggunakan bantuan tersebut seefektif mungkin untuk kebutuhan pendidikan dan kehidupan sehari-hari,” lanjutnya.
Ketika ditanya mengenai hal yang paling berkesan selama berkuliah, ia menyebutkan perjalanan dari seorang anak yang awalnya takut tinggal sendirian jauh dari orang tua hingga akhirnya bisa menyelesaikan studi secara mandiri. “Itu yang sampai sekarang paling saya syukuri,” ucapnya.

Ni Made Yura Pradnya Paramitha, S.T.
Dari Penerima Beasiswa BPI hingga Wisudawan Terbaik FT UB
Dukungan beasiswa menjadi motivasi dan daya dorong terbesar bagi Ni Made Yura Pradnya Paramitha, S.T., Wisudawan Terbaik Fakultas Teknik (FT) UB. Bukan hanya dari segi pembiayaan, melainkan juga dukungan moral yang menuntun Yura untuk memberikan performa terbaik selama menjadi mahasiswa.
Peraih IPK 3,88 ini telah berjuang mendapatkan Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) sejak sebelum terdaftar sebagai mahasiswa UB. Berbekal sejumlah raihan prestasi tingkat nasional dan internasional saat duduk di bangku SMA, ia memperoleh beasiswa penuh selama empat tahun, termasuk tunjangan biaya hidup bulanan.
Selama berkuliah di Departemen Teknik Sipil UB, Yura tidak hanya berfokus pada capaian akademik. Ia aktif di Himpunan Mahasiswa Sipil, menjadi asisten Laboratorium Struktur dan Bahan Konstruksi, serta mengikuti berbagai kompetisi. Ketertarikannya pada bidang teknik berpadu dengan minat di bidang bisnis dan manajemen. Hal tersebut membawanya meraih Juara 1 Civil Competition – National Tender Competition yang diselenggarakan oleh Universitas Gadjah Mada pada 2024.
Kesempatan mengembangkan diri juga datang melalui program Southeast Initiative Friendship Course FT UB bersama National University of Singapore (NUS). Sebagai salah satu perwakilan mahasiswa (Student Representative), Yura berdiskusi dan bertukar pengalaman mengenai berbagai program yang mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), sekaligus memperkenalkan potensi Malang kepada mahasiswa NUS.
”Lingkungan kampus UB sangat suportif sehingga mendorong saya untuk terus mencoba hal-hal baru dan meningkatkan kemampuan diri,” ungkap gadis asal Bali ini.
Yura memilih Program Studi Teknik Sipil karena memiliki ketertarikan terhadap bidang pembangunan infrastruktur yang mampu memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat.
”Menurut saya, Teknik Sipil bukan hanya tentang membangun gedung, jalan, atau jembatan, melainkan juga tentang menciptakan solusi yang aman, berkelanjutan, dan bermanfaat bagi banyak orang,” ujarnya.
Kini, setelah menyelesaikan studinya, Yura kembali ke Kabupaten Badung, Bali. Ia bekerja sebagai Tenaga Teknis Pengadaan Tanah untuk Pembangunan Jalan di Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung. (M. Abd. Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)




