MALANG POST – Universitas Muhammadiyah Malang memperluas jejaring internasional di Amerika Serikat lewat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama Northern Illinois University di DeKalb, Illinois, Jumat (11/9/2026), guna mengembangkan riset energi hijau, ketahanan pangan, serta pengelolaan ekosistem air secara berkelanjutan.
Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memperluas jejaring kerja sama akademik di Amerika Serikat melalui kemitraan strategis dengan Northern Illinois University (NIU).
Kedua perguruan tinggi tersebut menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) di kampus NIU, DeKalb, Negara Bagian Illinois, Amerika Serikat, Jumat (11/9/2026).
Kerja sama yang difasilitasi oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Chicago ini menjadi pijakan awal bagi pengembangan kolaborasi pendidikan dan penelitian yang berkaitan dengan pembangunan berkelanjutan. Sejumlah bidang yang menjadi perhatian bersama meliputi energi hijau, pertanian dan ketahanan pangan, pelestarian lingkungan, hingga pengelolaan sumber daya air.

Staf Khusus Rektor UMM Bidang Kerja Sama Internasional, Duta Besar Priyo Iswanto, mengatakan bahwa kerja sama ini membuka peluang untuk mempertemukan kepakaran kedua perguruan tinggi dengan kebutuhan riset yang lebih luas.
“Kerja sama pendidikan ini memperluas jejaring akademis antara UMM dan NIU serta Indonesia dan Amerika Serikat, sekaligus menyinergikan potensi keilmuan kedua perguruan tinggi,” ujarnya.
Pembicaraan lebih lanjut juga diarahkan pada peluang melibatkan UMM dalam proyek penelitian yang tengah dirancang oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Amerika Serikat. Riset tersebut mencakup isu energi hijau, pertanian, dan teknologi mekanis. Pelibatan tersebut diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara perguruan tinggi, peneliti, dan mitra kelembagaan Indonesia-Amerika Serikat.
Salah satu peluang yang mulai dijajaki UMM dan NIU ialah kolaborasi di bidang pengelolaan sumber daya air. NIU memiliki kepakaran dalam pengolahan air (water treatment) dan kualitas air melalui sejumlah pusat riset, seperti Water in a Changing World Center dan Northern Illinois Center for Community Sustainability (NICCS).
Keunggulan tersebut disinergikan dengan posisi UMM sebagai UNESCO Chair and Host Institution for Sustainable Water Ecosystem yang ditetapkan oleh UNESCO pada awal 2026. Kolaborasi ini membuka peluang pengembangan riset dan program aplikatif terkait dengan pengelolaan ekosistem air secara berkelanjutan.
Penandatanganan MoU tersebut turut disaksikan oleh jajaran pimpinan NIU, para dekan, pimpinan pusat studi, serta sejumlah pengkaji Indonesia (Indonesianists) dan mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan doktoral di NIU.
Selain riset, kedua perguruan tinggi juga menjajaki pengembangan program pendidikan dan mobilitas akademik. NIU menawarkan UMM sebagai mitra Expanded Educate Global Program. Di sisi lain, UMM membuka peluang program magang bagi dosen muda NIU untuk melanjutkan kegiatan riset sekaligus mengajar di Kampus Putih.
Sementara itu, bagi KJRI Chicago, kemitraan tersebut menjadi bagian dari penguatan diplomasi pendidikan Indonesia di kawasan Midwest Amerika Serikat. Kerja sama UMM-NIU juga menjadi salah satu implementasi awal dari Statement of Mutual Cooperation (SMC) antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Negara Bagian Illinois yang ditandatangani pada 7 Agustus 2026.
Melalui kerja sama ini, UMM dan NIU diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan MoU semata, melainkan segera mengembangkan proyek-proyek kolaboratif yang konkret. Sinergi pendidikan, penelitian, mobilitas akademik, dan pengembangan teknologi menjadi langkah awal untuk menghadirkan kolaborasi yang memberikan manfaat bagi penguatan kapasitas akademik sekaligus menjawab persoalan pembangunan berkelanjutan. (M. Abd. Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)




