MALANG POST – Yuniar Faizati (22), mahasiswi asal Singaraja, Bali, meraih predikat Wisudawan Terbaik FTI ITN Malang dengan IPK 3,93 di Kota Malang, Senin (14/9/2026), usai menuntaskan skripsi analisis perawatan mesin berbasis teknologi AI Google Studio di tengah duka wafatnya sang ayah.
Rasa haru tidak bisa disembunyikan oleh Yuniar Faizati saat namanya tercatat sebagai lulusan terbaik Fakultas Teknologi Industri (FTI) sekaligus Program Studi Teknik Industri S-1 pada Wisuda ke-76 Periode II Tahun 2026 Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang). Meraih IPK hampir sempurna, yakni 3,93, mahasiswi asal Singaraja, Bali, ini menuntaskan kuliahnya melalui perjuangan emosional yang tidak mudah.
Langkah Yuniar sempat goyah saat sang ayah, Jarkoni, wafat pada 1 Juni 2026 akibat penyakit jantung, tepat sebulan sebelum ia menjalani seminar hasil skripsi. Almarhum yang sehari-hari berjualan martabak dan terang bulan selalu bermimpi melihat anaknya mengecap pendidikan tinggi.
“Alhamdulillah, perasaan saya bahagia, tetapi di balik itu ada rasa haru dan sedih yang dalam. Prestasi ini sangat emosional karena sejujurnya ada masa di mana saya hampir memilih berhenti kuliah dan bekerja saja. Kehilangan ayah sebulan sebelum seminar hasil menjadi ujian terberat, tetapi saya percaya Allah yang memberi kekuatan untuk menyelesaikan ini semua,” ungkap Yuniar.
Ia mengenang bahwa almarhum ayahnya sangat bangga ketika mengetahui putri bungsunya dari lima bersaudara ini akan segera meraih gelar sarjana.
“Ayah tidak sempat sekolah tinggi, jadi beliau ingin sekali anak-anaknya bisa sarjana. Saat Idulfitri kemarin masih sempat bertemu, dan Ayah bilang bangga sekali saya mau wisuda. Saya tidak menyangka itu menjadi momen terakhir kami,” kenangnya dengan mata berkaca-kaca.

Dorongan kuat dari ibunya, Siti Hayati, serta para dosen di Teknik Industri akhirnya membuat Yuniar bangkit untuk menyelesaikan studinya.
Keberhasilan Yuniar tidak hanya soal angka IPK. Skripsinya yang mengulas “Analisis Downtime Mesin Fiber Semen (FS) 8 Sebagai Dasar Penentuan Interval dan Teknikal Maintenance di PT Nusantara Building Industries” berhasil memberikan solusi nyata bagi industri manufaktur.
Di bawah bimbingan Dr. Ir. Nelly Budiharti, M.S.I.E., dan Drs. Soemanto, S.Pd., M.Si., Yuniar meneliti penyebab tingginya waktu henti mesin (downtime) akibat kerusakan komponen selama periode 2025. Menggabungkan metode Reliability Centered Maintenance (RCM) dan Age Replacement, ia bahkan memanfaatkan teknologi AI Google Studio untuk memvisualisasikan alur produksi mesin semen.
“Tantangannya harus memahami karakter lima mesin produksi satu per satu, padahal saya bukan mahasiswa Teknik Mesin. Dari analisis tersebut, diperoleh interval perawatan pencegahan (preventif) pada angka 2.000 menit dengan peluang downtime hanya 0,13 atau 13 persen. Angka ini tergolong rendah dan efektif menekan kerusakan,” terangnya saat ditemui jelang pelaksanaan wisuda pada 19 September 2026 mendatang.
Pengalaman riset ini semakin melengkapi rekam jejak akademisnya. Selama berkuliah, Yuniar sempat mengikuti Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) ke Manado, aktif berorganisasi selama dua periode di Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI), menjadi editor di Industrial Magazine, hingga menjalani magang di PT Nusantara Building Industries, Demak.
“Dari pengalaman magang di divisi maintenance maupun marketing communication, saya sadar ilmu Teknik Industri itu sangat luas. Seorang Industrial Engineer bukan hanya mengoptimalkan mesin, melainkan paham bagaimana seluruh sistem terhubung, mulai dari manusia, teknologi, hingga kebutuhan bisnis,” tambahnya.
Saat ditanya rahasia konsistensinya membagi waktu antara organisasi, praktikum, dan kuliah, Yuniar mengaku tidak memiliki jurus rahasia selain disiplin dan doa.
“Setiap selesai Subuh saya usahakan tidak tidur lagi. Saya selalu membuka aplikasi Notion untuk menyusun skala prioritas, mana tenggat waktu yang paling dekat dan tugas mana yang paling ringan untuk diselesaikan terlebih dahulu. Jika ada tugas, kerjakan secara totalitas, jangan ala kadarnya,” tutur alumnus SMAN 1 Singaraja tersebut.
Kini, Yuniar siap melangkah ke dunia kerja profesional di bidang marketing analyst dan supply chain. Kepada adik-adik tingkatnya di FTI ITN Malang, ia berpesan untuk tetap fokus pada proses diri sendiri tanpa perlu membandingkan diri dengan orang lain.
“Sembunyikan prosesmu, fokus pada diri sendiri, dan terapkan ilmu padi. Fokus bukan berarti kehilangan empati, simpati, atau kepedulian sosial, melainkan mengesampingkan kata-kata yang tidak membangun. Percayalah pada prosesmu sendiri karena setiap orang memiliki waktunya masing-masing untuk berhasil,” pungkasnya. (M. Abd. Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)




