MALANG POST – Satreskrim Polres Batu memperluas pemeriksaan terhadap 49 saksi dan menyisir kembali Sungai Clumprit di Kelurahan Temas, Kota Batu, Sabtu (12/9/2026), guna mengungkap penyebab kematian jasad mahasiswa S3 Universitas Brawijaya berinisial K (26) yang ditemukan November 2025.
Kasus penemuan mayat pria di Sungai Clumprit, Kelurahan Temas, Kota Batu, belum terhenti. Hampir setahun setelah jasad K (26), warga Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, ditemukan pada 20 November 2025, polisi masih terus memburu petunjuk untuk mengungkap terang peristiwa tersebut.
Untuk mengungkap kematian mahasiswa program doktor (S3) Universitas Brawijaya tersebut, polisi telah meminta keterangan dari 49 saksi. Sebelumnya, penyidik telah memeriksa 46 saksi. Artinya, terdapat tiga saksi tambahan yang diperiksa dalam perkembangan penyelidikan terakhir.
Kasat Reskrim Polres Batu, AKP Zaenal Arifin, mengatakan bahwa penyidik masih melakukan sejumlah langkah untuk mengungkap penyebab kematian korban sekaligus membuat terang rangkaian peristiwa sebelum jasad ditemukan.
“Penyelidikan sudah berkembang. Dulu 46 saksi, sekarang sudah 49 saksi. Tiga orang saksi baru telah kami mintai keterangan,” ujar Zaenal, Sabtu (12/9/2026).
Tidak hanya menambah keterangan saksi, penyidik juga melakukan pemeriksaan tambahan terhadap dua saksi yang sebelumnya telah diperiksa. Langkah tersebut dilakukan untuk menggali kembali informasi yang dinilai berkaitan dengan kasus tersebut.

EVAKUASI: Relawan bersama petugas gabungan saat melakukan evakuasi jenazah K yang ditemukan di Sungai Clumprit, 20 November 2025 lalu, saat ini polisi masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus tersebut. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Polisi juga masih mencari sejumlah barang milik korban yang hingga kini belum ditemukan. Pekan lalu, pencarian dilakukan di sekitar lokasi ditemukannya sepeda motor korban.
Pancarian tidak hanya ditujukan untuk menemukan barang milik korban, melainkan penyidik juga berharap menemukan benda atau petunjuk lain yang dapat membantu mengungkap peristiwa tersebut.
“Kami melakukan upaya pencarian terhadap barang bukti milik korban yang belum ditemukan di Sungai Clumprit. Pencarian dilakukan di sekitar lokasi ditemukannya sepeda motor, sekaligus mencari kemungkinan adanya bukti atau petunjuk yang berkaitan dengan peristiwa ini,” jelasnya.
Dalam rangkaian pencarian tersebut, polisi memang menemukan sejumlah barang. Namun, barang-barang tersebut masih perlu diklarifikasi untuk memastikan keterkaitannya dengan korban maupun kasus yang sedang diselidiki.
“Barang-barang milik korban yang belum ditemukan, seperti barang elektronik dan sejumlah barang lain,” katanya.
Penyidik memastikan pencarian barang bukti masih akan dilanjutkan. Selain itu, polisi juga akan terus menelusuri dan memeriksa saksi-saksi yang dinilai mengetahui atau memiliki informasi mengenai peristiwa tersebut.
Zaenal menegaskan bahwa seluruh langkah penyelidikan masih diarahkan untuk mendapatkan rangkaian fakta yang utuh, termasuk dengan terus mencari barang bukti yang belum ditemukan. “Untuk saksi belum ada yang mengerucut. Kami terus melakukan upaya penyidikan,” tegasnya.
Polisi menyatakan bahwa perkembangan hasil penyelidikan akan disampaikan lebih lanjut setelah ditemukan fakta maupun bukti yang cukup untuk mengungkap kasus tersebut.

Sebelumnya, polisi juga telah berhasil menemukan sepeda motor milik korban. Posisinya berada sekitar 200 meter dari lokasi jasad ditemukan.
Tidak hanya itu, penyidik juga telah melakukan autopsi terhadap jasad korban untuk memastikan penyebab kematiannya. Hasil autopsi tersebut saat ini masih menjadi bagian dari proses penyelidikan yang sedang berjalan.
Zaenal menjelaskan bahwa polisi terus mencocokkan seluruh temuan di lapangan dengan keterangan para saksi serta barang bukti yang berhasil dikumpulkan, mulai dari aktivitas korban sebelum kejadian, barang bukti yang ditemukan di lokasi, hingga sejumlah petunjuk lain yang dianggap memiliki keterkaitan dengan kasus tersebut.
Meskipun demikian, penyelidikan tidak berjalan mudah. Salah satu kendala terbesar adalah minimnya saksi yang mengetahui langsung peristiwa yang dialami korban. “Kendalanya sampai saat ini belum ada saksi yang melihat atau mendengar secara langsung terkait dengan peristiwa yang menyebabkan korban meninggal,” ungkapnya.
Penyidik sebenarnya juga telah mengumpulkan sejumlah rekaman kamera pengawas (CCTV). Namun, rekaman tersebut diperoleh dari lokasi lain yang diduga berkaitan dengan aktivitas korban sebelum kejadian.
Sementara itu, di sekitar lokasi penemuan jasad, polisi tidak menemukan kamera pengawas yang dapat membantu mengungkap kronologi peristiwa. “Ada beberapa CCTV yang kami dapatkan, tetapi berada di lokasi lain. Untuk CCTV di sekitar TKP belum ada,” katanya.
Meskipun menghadapi sejumlah kendala, Zaenal memastikan kasus tersebut tetap menjadi prioritas Satreskrim Polres Batu. Terlebih, perkara tersebut menyangkut hilangnya nyawa seseorang. Oleh karena itu, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan analisis dan evaluasi (anev) menyeluruh untuk menentukan langkah penyelidikan lanjutan. (Ananto Wibowo)




