MALANG POST – Perlambatan tren pertumbuhan ekonomi daerah menjadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemkot) Batu. Setelah laju pertumbuhan ekonomi daerah berfluktuasi dari 5,04 persen pada 2024 menjadi 4,85 persen pada 2025, Pemkot Batu menyiapkan rangkaian strategi terpadu untuk mendongkrak kembali pertumbuhan ekonomi ke atas 5 persen pada tahun ini.
Sektor pertanian diproyeksikan menjadi tumpuan utama pemulihan. Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, menegaskan bahwa sektor agraris memiliki posisi strategis yang sangat vital mengingat mayoritas mata pencaharian masyarakat Kota Batu bergantung pada aktivitas pertanian.
Penurunan produktivitas pada tahun sebelumnya, menurut Heli, menjadi sinyal peringatan (warning) bagi pemerintah daerah untuk segera melakukan intervensi kebijakan yang terukur.
“Potensi utama kita itu di pertanian, sehingga sektor ini harus kita dorong kembali sebagai motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Heli, Minggu (30/8/2026).
Salah satu terobosan utama yang disiapkan adalah penguatan program Smart Agriculture. Program berbasis teknologi ini tidak hanya diarahkan untuk mendongkrak volume dan kualitas hasil panen, tetapi juga mengakselerasi digitalisasi sistem pertanian dari hulu ke hilir.
Harapannya, efisiensi rantai produksi meningkat sekaligus mampu menaikkan Nilai Tukar Petani (NTP) dan daya saing komoditas lokal.
Langkah penguatan sektor pertanian tersebut diselaraskan pula dengan percepatan regenerasi sumber daya manusia. Pemkot Batu menggulirkan gerakan Petani Muda Berjaya guna menarik minat generasi muda untuk terjun dan berinovasi di bisnis pertanian (agropreneurship).

PANEN: Wali Kota Batu Nurochman bersama Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto saat ikut memanen hasil pertanian Kota Batu, melalui sektor ini Kota Batu menargetkan pertumbuhan ekonomi 5 persen di tahun 2026. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Heli menilai keterlibatan generasi milenial dan Gen Z sangat krusial dalam menyuntikkan inovasi, khususnya pemanfaatan teknologi pola tanam modern serta perluasan ekosistem pemasaran digital.
“Kehadiran petani milenial diharapkan mampu memutus tren negatif stagnasi lahan yang sempat terjadi beberapa tahun terakhir,” paparnya.
Sinergi Tiga Sektor Utama dan Efisiensi Birokrasi
Tak hanya mengandalkan sektor agraris, Pemkot Batu juga mendorong penguatan sektor perdagangan dan pariwisata secara simultan. Ketiga sektor unggulan ini dinilai memiliki keterkaitan (linkage) yang sangat erat dalam memutar roda perekonomian warga.
“Sektor pertanian, perdagangan, dan pariwisata harus berjalan dalam satu tarikan napas untuk memulihkan angka pertumbuhan ekonomi,” tegas Heli.
Menurutnya, strategi akselerasi ini wajib ditopang oleh kesiapan daya dukung infrastruktur yang memadai, terutama kemudahan aksesibilitas konektivitas yang menunjang mobilitas distribusi hasil tani maupun kenyamanan wisatawan. Kelancaran lalu lintas distribusi diharapkan dapat menekan beban biaya logistik sehingga komoditas pertanian Kota Batu kian kompetitif di pasar regional maupun nasional.
Di sisi lain, Heli menginstruksikan seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengoreksi pola eksekusi program-program kerja perekonomian. Jadwal operasional yang telah disusun harus ditaati sejak awal tahun anggaran, alih-alih baru dipacu di penghujung tahun yang berisiko menumpuk beban kerja dan administrasi.
“Dengan begitu, manfaat dari serapan anggaran belanja daerah dapat lebih cepat dirasakan dampaknya oleh masyarakat luas,” imbuhnya.
Guna memastikan efektivitas dari seluruh strategi pemulihan tersebut, Pemkot Batu menjalin kolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam melakukan pemantauan (monitoring) indikator makroekonomi secara berkala setiap triwulan.
Pendekatan ini membuat Pemkot Batu dapat bergerak lebih cepat dalam mengidentifikasi sektor mana yang masih mengalami perlambatan, sehingga formulasi kebijakan maupun stimulan ekonomi dapat disesuaikan secara presisi tanpa harus menunggu hasil evaluasi tahunan.
Heli optimistis bahwa dengan kerja keras bersama, tren pertumbuhan ekonomi Kota Batu akan kembali menguat. Meski tantangan efisiensi fiskal masih membayangi, Pemkot Batu menargetkan pertumbuhan ekonomi dapat kembali melampaui ambang batas 5 persen.
“Paling tidak kembali di atas 5 persen,” pungkasnya. (Ananto Wibowo)




