UKHUWAH: Bupati Sanusi saat hadir di peringatan Harlah ke-28 PKB, sekaligus meresmikan Masjid Al Iskandariyah di Kepanjen. (Foto: Prokopim Sekda Kab Malang)
MALANG POST – Bupati Malang Sanusi melakoni agenda marathon pada Sabtu (8/8/2026), mulai dari meresmikan Kantor DPC PKB dan Masjid Al Iskandariyah di Kepanjen pada siang hari, hingga menghadiri Pagelaran Kesenian Ludruk Budhi Wijaya di Desa Donowarih, Karangploso, pada malam harinya.
Sabtu (8/8/2026) kemarin menjadi hari yang padat bagi Bupati Malang Sanusi. Dari pusat pemerintahan di Kepanjen hingga pelosok Desa Donowarih di Karangploso, Sanusi hadir langsung menyapa warga dalam dua agenda berbeda: penguatan ukhuwah keagamaan dan pelestarian seni tradisional.
Siang hari, didampingi jajaran Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang, Sanusi menghadiri peringatan Harlah ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Kepanjen. Momen ini dirangkai dengan Peresmian Kantor DPC PKB Kabupaten Malang dan Peresmian Masjid Al Iskandariyah.
Acara tersebut turut dihadiri Ketua Dewan Tanfidz DPW PKB Jawa Timur periode 2026–2031, Abdul Halim Iskandar atau Gus Halim.
Dalam sambutannya, Abah Sanusi—sapaan akrab Bupati Malang—menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas selesainya pembangunan gedung DPC dan fasilitas ibadah tersebut.
“Apresiasi dan dukungan kepada pengurus DPC PKB Kabupaten Malang atas peresmian ini. Kepada seluruh keluarga besar DPC PKB, terus pererat tali silaturahmi dan selalu menjunjung tinggi nilai-nilai ukhuwah islamiyah,” pesan Sanusi.
Sanusi berharap gedung baru dan masjid tersebut membawa manfaat nyata bagi warga luas dalam membangun Kabupaten Malang yang damai, maju, dan berwawasan.

KESENIAN : Bupati Malang ketika memberikan sambutan dalam Pagelaran Kesenian Ludruk Budhi Wijaya di Karangploso. (Foto: Prokopim Sekda Kab Malang)
Lepas dari agenda politik dan keagamaan di Kepanjen, Sanusi mengalihkan perhatiannya ke sektor kebudayaan pada malam hari. Didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Malang Anis Zaidah Sanusi, Bupati meluncur ke Desa Donowarih, Kecamatan Karangploso.
Di sana, ribuan warga dari berbagai kalangan usia sudah memadati lapangan desa untuk menyaksikan Pagelaran Kesenian Ludruk Budhi Wijaya.
Turut mendampingi Sanusi malam itu Kepala Dinas Tenaga Kerja, Kasatpol PP, jajaran Forkopimcam Karangploso, serta para tokoh masyarakat dan seniman setempat.
Sanusi menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak boleh sekadar berorientasi pada fisik dan ekonomi, melainkan wajib menjaga karakter serta warisan budaya bangsa.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Malang, saya menyampaikan penghargaan kepada para seniman Ludruk Budhi Wijaya dan Pemdes Donowarih yang konsisten menjaga kesenian tradisional ini di tengah derasnya arus modernisasi. Ludruk adalah warisan yang memiliki nilai sejarah, edukasi, sekaligus pemersatu masyarakat,” terangnya.
Sanusi juga mewanti-wanti generasi muda agar tidak lupa pada budaya daerah di tengah gempuran teknologi digital. Pemkab Malang berkomitmen terus memberikan ruang berekspresi bagi kelompok seni tradisional lewat ajang festival dan agenda kebudayaan daerah secara konsisten. (PKP/Ra Indrata)




