MALANG POST – Pemkot Batu membenahi landing zone paralayang Songgomaruto di Desa Songgokerto guna meningkatkan standar keselamatan atlet dan memperkuat posisi Gunung Banyak sebagai destinasi sport tourism internasional.
Paralayang Gunung Banyak tak sekadar menjadi destinasi wisata andalan Kota Batu. Dari lokasi di ketinggian sekitar 1.300 mdpl itu, lahir sederet atlet paralayang yang mengharumkan nama Kota Batu, Jawa Timur, hingga Indonesia. Tak heran, kawasan tersebut juga rutin menjadi tuan rumah kejuaraan, mulai dari level regional, nasional, hingga internasional.
Agar reputasi itu terus terjaga, Pemkot Batu menyiapkan pembenahan pada landing zone paralayang Songgomaruto, Desa Songgokerto. Fokus utamanya bukan hanya mempercantik kawasan, melainkan juga meningkatkan aspek keselamatan bagi atlet.
Wali Kota Batu, Nurochman, menegaskan bahwa pembenahan harus segera dilakukan agar area pendaratan memenuhi standar keamanan sekaligus lebih nyaman digunakan.
“Mari kita bersama-sama mengambil kebijakan untuk landing zone ini supaya lebih estetik dan memenuhi ketentuan safety,” ujarnya, Senin (3/8/2026).
Menurut Cak Nur, sapaan akrab Nurochman, evaluasi tersebut dilakukan setelah menerima masukan dari Komandan Lanud Abdulrachman Saleh. Berdasarkan informasi yang diterimanya, beberapa insiden pada sejumlah turnamen sebelumnya dipicu oleh kondisi area pendaratan.
“Ini harus segera kita evaluasi, kemudian mendapatkan treatment sehingga lokasi ini lebih safety dan menyenangkan,” katanya.
Ia mengaku telah meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait segera melakukan pengecekan lapangan untuk menentukan bentuk penanganan yang dibutuhkan. Hasil evaluasi itu nantinya menjadi dasar pembenahan kawasan.

PERBAIKAN: Pemkot Batu berencana melakukan perbaikan landing zone Paralayang Songgomaruto, untuk mempercantik dan meningkatkan keselamatan. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Batu memperkuat infrastruktur olahraga sekaligus meningkatkan kualitas penyelenggaraan event internasional. Pemerintah juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak agar semakin banyak agenda olahraga dunia digelar di Kota Batu.
“Kami ingin Kota Batu semakin dikenal sebagai kota sport tourism. Kota yang mampu memadukan keindahan alam, prestasi olahraga, budaya, dan kesejahteraan masyarakat dalam satu ekosistem pembangunan,” tegasnya.
Nurochman menilai, Kota Batu memiliki modal alam yang sulit ditandingi daerah lain. Panorama Gunung Banyak yang berada di ketinggian lebih dari 1.300 mdpl menjadi salah satu lokasi terbaik untuk olahraga paralayang di Indonesia.
Potensi tersebut, kata dia, tidak cukup hanya dijaga. Infrastruktur penunjangnya juga harus terus ditingkatkan agar mampu memenuhi kebutuhan atlet, penyelenggara, maupun wisatawan.
Dengan begitu, Gunung Banyak diharapkan semakin layak menjadi tuan rumah berbagai kejuaraan paralayang bertaraf internasional sekaligus memperkuat posisi Kota Batu sebagai salah satu destinasi sport tourism unggulan di Indonesia.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto, menambahkan bahwa pembenahan infrastruktur olahraga menjadi salah satu prioritas untuk mendukung pengembangan sport tourism di Kota Batu.
“Tidak hanya memperbaiki fasilitas yang sudah ada, melainkan juga memastikan seluruh venue memenuhi standar yang dibutuhkan untuk penyelenggaraan kejuaraan nasional maupun internasional,” ujarnya.
Onny menambahkan, Pemkot Batu juga akan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari federasi olahraga, komunitas, hingga pemerintah pusat. Langkah itu dilakukan agar semakin banyak agenda olahraga berskala internasional dapat digelar di Kota Batu.
“Selain meningkatkan prestasi olahraga, event-event tersebut juga diharapkan mampu mendongkrak kunjungan wisatawan dan menggerakkan perekonomian masyarakat,” tutupnya. (Ananto Wibowo/Ra Indrata)




