MALANG POST – Pemkot Batu resmi menggandeng Universitas Kepanjen, lewat penandatanganan nota kesepahaman, untuk memperluas jangkauan Beasiswa 1.000 Sarjana, guna mencetak sumber daya manusia unggul dan berdaya saing sesuai RPJMD Kota Batu 2025–2030.
Program unggulan Beasiswa 1.000 Sarjana, terus diperluas oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Batu. Setelah menggandeng sejumlah perguruan tinggi, kini Pemkot Batu memperluas kolaborasi dengan Universitas Kepanjen untuk membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas bagi generasi muda.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Pemkot Batu dan Universitas Kepanjen. Langkah itu menjadi bagian dari upaya merealisasikan Program 1.000 Sarjana yang masuk dalam program prioritas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Batu 2025–2030.
Wali Kota Batu, Nurochman, mengatakan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu fokus utama pembangunan daerah. Oleh karena itu, pemerintah terus memperbanyak mitra perguruan tinggi agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan untuk melanjutkan pendidikan melalui skema beasiswa.
“Kami ingin membuka semakin banyak peluang bagi putra-putri Kota Batu untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Semakin banyak mitra yang bergabung, semakin luas pula kesempatan yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Harapannya, lahir generasi yang cerdas, berdaya saing, dan mampu berkontribusi bagi kemajuan Kota Batu,” ujarnya.

TEKEN KERJASAMA: Pemkot Batu saat menandatangani kerjasama dengan Universitas Kepanjen untuk memperluas program 1.000 sarjana. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Menurut Cak Nur, sapaan akrab Wali Kota Batu, setiap anak di Kota Batu harus memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan tinggi. Sebab, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan kualitas sumber daya manusia sekaligus daya saing daerah pada masa mendatang.
Oleh karena itu, Pemkot Batu berkomitmen terus memperluas kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi agar Program 1.000 Sarjana mampu menjangkau lebih banyak calon mahasiswa.
Program tersebut tidak hanya memberikan bantuan biaya pendidikan, tetapi juga diarahkan untuk mencetak lulusan yang siap menghadapi kebutuhan dunia kerja dan perkembangan era digital.
“Anak-anak Kota Batu tidak boleh hanya menjadi penonton. Mereka harus menjadi pelaku pembangunan. Melalui Program 1.000 Sarjana, kami ingin membekali mereka dengan pendidikan yang mampu membuat mereka siap bersaing, bahkan di tingkat global,” katanya.

Program 1.000 Sarjana merupakan salah satu program unggulan baru Pemkot Batu yang bertujuan meningkatkan jumlah warga berpendidikan tinggi. Sebelumnya, pemerintah daerah juga telah menjalin kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi di Malang Raya. Program tersebut dijalankan melalui skema beasiswa pendidikan, pelatihan kompetensi, hingga pendampingan karier bagi para penerima manfaat.
Cak Nur menegaskan, pembangunan tidak cukup hanya mengandalkan infrastruktur. Investasi pada sektor pendidikan harus berjalan beriringan karena menjadi fondasi utama dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul.
Menurutnya, pendidikan juga menjadi ruang untuk menanamkan karakter, kepedulian sosial, dan daya saing. Oleh sebab itu, pembangunan pendidikan di Kota Batu diarahkan pada tiga pilar utama, yakni melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosialnya.
“Program unggulan 1.000 Sarjana kami hadirkan sebagai bagian dari upaya mewujudkan sumber daya manusia Kota Batu yang berkarakter, berkualitas, dan berdaya saing sesuai visi pembangunan daerah,” pungkasnya. (Ananto Wibowo/Ra Indrata)




