MEMBAUR: Bupati Sanusi bersama keluarga besar Pagar Nusa, usai pembukaan Kejurcab IV di Jabung. (Foto: Prokopim Sekda Kab. Malang)
MALANG POST – Bupati Malang HM. Sanusi membuka Kejuaraan Cabang (Kejurcab) IV Pagar Nusa Kabupaten Malang di MI Miftahul Huda, Kecamatan Jabung, Jumat (10/7/2026), sebagai ajang pembinaan atlet dan kaderisasi untuk melahirkan pesilat berprestasi sekaligus berakhlak.
Jago bela diri saja belum cukup. Seorang pendekar juga harus punya adab.
Pesan itu disampaikan Bupati Malang HM. Sanusi ketika membuka Kejuaraan Cabang (Kejurcab) IV Pagar Nusa Kabupaten Malang di MI Miftahul Huda, Kecamatan Jabung, Jumat (10/7/2026).
Bagi Sanusi, pencak silat tidak berhenti pada kemampuan menyerang, menangkis, atau menjatuhkan lawan. Ada nilai yang lebih mendasar: bagaimana seorang pesilat menghormati guru dan orang tua serta mengabdikan diri kepada agama, bangsa, dan negara.
“Pagar Nusa menanamkan adab atau tata krama kepada guru, hormat kepada orang tua, serta pengabdian kepada agama, bangsa, dan negara. Nilai inilah yang menjadi fondasi utama dalam mencetak pendekar sejati,” tegas Sanusi.
Kejurcab IV menjadi arena pembuktian bagi para kader Pagar Nusa dari berbagai wilayah di Kabupaten Malang. Bukan hanya mencari siapa yang paling tangguh di gelanggang, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan atlet dan regenerasi pesilat.
Sanusi mengapresiasi konsistensi keluarga besar Pagar Nusa Kabupaten Malang dalam menyelenggarakan kejuaraan. Menurutnya, kompetisi semacam ini memiliki dua peran sekaligus: mengembangkan prestasi dan membentuk karakter generasi muda.
Ada alasan mengapa Pagar Nusa dinilai memiliki keistimewaan tersendiri.
Selain mengajarkan kemampuan bela diri, organisasi pencak silat tersebut juga menanamkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja). Di dalamnya terdapat pendidikan tentang adab kepada guru, penghormatan kepada orang tua, serta pengabdian kepada agama dan negara.
Sanusi juga mengingatkan para peserta agar tidak memisahkan ilmu dari keimanan.

PUKUL GONG: Bupati Sanusi saat membuka Kejurcab IV Pagar Nusa Kabupaten Malang, di MI Miftahul Huda, Jumat (10/7/2026). (Foto: Prokopim Sekda Kab Malang)
Ia mengutip firman Allah SWT tentang derajat orang-orang beriman dan berilmu yang akan ditinggikan. Karena itu, para santri Pagar Nusa diharapkan terus mengasah kemampuan dan tumbuh menjadi pribadi yang memberi manfaat kepada masyarakat.
Prinsipnya adalah Khairunnas anfa’uhum linnas: sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.
Pemerintah Kabupaten Malang, lanjut Sanusi, berkomitmen mendukung kemajuan olahraga. Termasuk pencak silat yang telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya takbenda.
Dari Kejurcab IV Pagar Nusa, ia berharap lahir atlet dan pendekar yang tidak hanya tangguh di gelanggang. Mereka juga diharapkan mampu mencetak prestasi dengan tetap menjaga sikap tawaduk, tawakal, dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Pembukaan kejuaraan turut dihadiri jajaran Forkopimda Kabupaten Malang, Muspika Kecamatan Jabung, Kepala MI Miftahul Huda, Ketua PC Pagar Nusa Kabupaten Malang, Ketua Panitia, serta Ketua Harian IPSI Kabupaten Malang.
Dimulainya pertandingan ditandai dengan pembacaan basmalah dan pemukulan gong oleh Sanusi bersama para tamu kehormatan.
Setelah gong dipukul, pertandingan pun dimulai. Para pesilat boleh mengejar kemenangan setinggi mungkin.
Namun, pesan dari Jabung hari itu jelas: pendekar sejati tidak hanya diukur dari berapa banyak lawan yang bisa dikalahkan, tetapi juga seberapa kuat ia menjaga adab. (PKP / Ra Indrata)




