MALANG POST – Manajemen Arema FC bergerak agresif menyongsong kompetisi musim 2026/2027, dengan resmi menebus bek Timnas Indonesia, Alfeandra Dewangga Santosa, dari Persib Bandung melalui skema transfer pada bursa kontrak musim ini di Malang. Langkah berani mengikat pemain berusia 25 tahun itu dengan kontrak dua musim diambil demi memenuhi kebutuhan taktis pelatih kepala, Marcos Santos, yang menginginkan lini pertahanan Singo Edan tampil lebih solid dan fleksibel.
Manajemen Arema FC rupanya tidak mau setengah-setengah. Perburuan pemain untuk musim 2026/2027 berjalan senyap tapi pasti. Yang terbaru: Alfeandra Dewangga Santosa resmi memakai jersey berlambang kepala singa.
Ini bukan perekrutan biasa. Bukan status pinjaman. Arema benar-benar membeli Dewangga dari Persib Bandung.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, blak-blakan soal proses ini. Dewangga memang masih terikat kontrak di Bandung.
Jalur satu-satunya: transfer. Manajemen Singo Edan sepakat menebusnya. Setelah urusan antar-klub beres, pemain asal Semarang itu langsung disodori kontrak berdurasi dua musim.
Dewangga menjadi rekrutan keempat. Sebelum ini, Arema sudah mengamankan dua penjaga gawang sekaligus: Syahrul Trisna Fadillah dan Erlangga Setyo. Lalu ada gelandang muda Robi Darwis.
Mengapa harus Dewangga?
Jawabannya ada pada selera pelatih kepala, Marcos Santos. Pelatih asal Brasil itu butuh pemain yang multifungsi. Dewangga adalah jawabannya.

Di lapangan, pemuda 25 tahun ini seperti bunglon. Ia fasih dipasang sebagai bek tengah. Kiri oke. Menjadi gelandang bertahan pun tidak canggung.
“Pelatih sangat menyukai karakter bermain Dewangga,” kata Yusrinal.
Menurutnya, karakter seperti inilah yang dibutuhkan tim untuk mengarungi kompetisi yang panjang dan melelahkan. Saking kuatnya rekomendasi pelatih, jajaran direksi langsung turun tangan memuluskan proses transfer.
Di usia 25 tahun, Dewangga punya modal besar. Ia kenyang pengalaman di kompetisi kasta tertinggi. Jam terbangnya di Timnas Indonesia juga menjadi garansi mutu. Karakter ngepruk dan lugas khas lini belakang Arema tampaknya bakal klop dengan gaya mainnya.
Kehadiran Dewangga jelas membuat Marcos Santos punya banyak pilihan. Kedalaman skuad Arema kini lebih tebal. Ketika kompetisi berjalan padat, rotasi pemain tidak akan membuat kualitas tim anjlok.
Langkah transfer ini sekaligus mengirim pesan penting kepada Aremania: Arema FC ingin kembali ke papan atas. Kerja sama antara pelatih yang jeli, manajemen yang cekatan, dan direksi yang royal modal menjadi kunci penting pembentukan skuad musim ini.
Selamat datang di Bumi Arema, Alfeandra Dewangga! Tampar keraguan publik, tunjukkan karakter Singo Edan yang sesungguhnya. (Ra Indrata)




