ALGOJO: Kylian Mbappe menjadi pemain kunci yang membawa Perancis lolos ke perempat final Piala Dunia 2026. (Foto: Istimewa)
MALANG POST – Tim Nasional Prancis secara resmi mengunci satu tiket di babak perempat final Piala Dunia 2026, setelah memetik kemenangan tipis 1-0 atas Paraguay di Stadion Lincoln Financial Field, Philadelphia, Minggu (5/7/2026) pagi WIB. Keberhasilan skuad asuhan Didier Deschamps melangkah ke fase delapan besar turnamen sepak bola terakbar sejagat ini ditentukan oleh eksekusi penalti dingin sang kapten, Kylian Mbappe, pada babak kedua setelah melalui peninjauan ulang video alat bantu wasit (VAR).
Menembus fase gugur Piala Dunia itu tidak pernah ada jaminan kemudahan. Catatan mentereng di fase grup bisa mendadak tidak berlaku. Klub atau tim nasional yang datang dengan status monster gol pun bisa dibuat frustrasi jika menabrak organisasi pertahanan yang disiplin, rapat, dan militan.
Prancis baru saja merasakan langsung kebenaran hukum alam sepak bola tersebut.
Minggu (5/7/2028) pagi WIB, di bawah langit Philadelphia, armada Les Bleus dipaksa memeras keringat lebih dalam. Menghadapi Paraguay di babak 16 besar, Prancis yang awalnya diunggulkan bakal menang mudah justru menemui jalan buntu. Sepanjang 45 menit pertama, koordinasi lini belakang Paraguay yang dikomandoi Gustavo Gomez benar-benar kokoh. Rapat. Tak ada celah.
Aliran bola Prancis macet di sepertiga akhir lapangan. Kylian Mbappe dan kawan-kawan dibuat jengkel. Hingga turun minum, papan skor di stadion tetap bergeming di angka kembar: 0-0. Tanpa ada satu pun ancaman yang benar-benar membahayakan gawang lawan.
Masuk paruh kedua, tensi pertandingan meninggi. Prancis menaikkan intensitas gempuran. Peluang emas sempat lahir ketika Mbappe berhasil meloloskan diri dari jebakan pertahanan, memburu umpan lambung jauh dari kiper Mike Maignan. Apes, sebelum kaki Mbappe menyepak bola, bek Paraguay Juan Jose Caceres melakukan tekel bersih untuk menyapu si kulit bulat.
Drama sempat pecah di lapangan. Caceres dan gerombolan pemain Paraguay melakukan protes keras kepada wasit Ilgiz Tantashev. Mereka menuduh Mbappe melakukan pelanggaran menyentuh bola dengan tangan (handball) dalam proses kontrol.
Di tengah kegaduhan protes itu, Mbappe bertindak cerdik. Dia mengambil tendangan penjuru secara kilat, mengirim umpan pendek ke Ousmane Dembele. Dembele melepaskan tembakan mendatar, namun bola hanya membentur sisi luar jala gawang. Skor belum berubah.
Melihat alur serangan timnya mulai monoton, Didier Deschamps melakukan pergantian taktis di menit ke-61. Bradley Barcola ditarik keluar. Daun muda bertalenta, Desire Doue, dimasukkan ke arena pertandingan.
Langkah Deschamps terbukti jitu. Masuknya Doue langsung mengubah corak serangan Prancis menjadi lebih hidup, lebih menggigit.
Puncaknya terjadi pada menit ke-67. Pergerakan liar Doue di dalam kotak terlarang memaksa Diego Gomez melakukan pelanggaran keras. Doue tumbang. Laga sempat bergulir beberapa saat sebelum wasit asal Uzbekistan, Ilgiz Tantashev, meniup peluit untuk melihat tayangan ulang di monitor VAR tepi lapangan.
Keputusan final dijatuhkan: penalti untuk Prancis!
Mbappe maju sebagai algojo. Dengan ketenangan kelas dunia, sang striker menipu kiper Orlando Gill. Bola bersarang mulus ke dalam gawang. Prancis memimpin 1-0.
Tertinggal satu gol memaksa Paraguay mengubah cara bermain. Mereka keluar menyerang, meninggalkan mode bertahan total. Dampaknya, laga menjadi terbuka lebar. Saling jual beli serangan tajam terjadi di sisa waktu.
Mendekati bubaran, intensitas drama tidak menurun. Menit ke-90, Gill melakukan penyelamatan gemilang mementahkan peluang bersih Mbappe. Aksi heroik sang kiper kembali terulang di menit keenam masa cedera (injury time). Dua tembakan beruntun dari Mbappe berhasil ditepis dengan refleks menakjubkan.
Namun, peluit panjang keburu berbunyi. Keunggulan satu bola milik Prancis tetap aman terjaga. Perjalanan heroik Paraguay terhenti, dan sang raksasa Eropa resmi melangkah ke perempat final. (Ra Indrata)
Susunan Komposisi Pemain
Paraguay: Orlando Gill (PG); Cáceres, Gustavo Gómez, Velázquez, Alderete (Canale 58), Junior Alonso; Diego Gómez (Mauricio 71), Galarza, Cubas, Almirón (Avalos 71); Enciso (Caballero 61).
Pelatih: Carlos Jara Saguier
Prancis: Maignan (PG); Digne, Upamecano, Kounde, Saliba, Kone, Rabiot, Dembele (Cherki 84), Mbappe, Olise, Barcola (Doue 61).
Pelatih: Didier Deschamps




