MALANG POST – Manajemen Arema FC mengonfirmasi bahwa seluruh kuota maksimal 11 pemain asing, untuk mengarungi kompetisi kasta tertinggi Super League musim 2026/2027, telah terpenuhi 100 persen. Keputusan cepat dan strategis ini ditegaskan langsung oleh General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, beberapa waktu lalu, setelah jajaran manajemen bergerak senyap mengeksekusi draf evaluasi final tim pelatih, yang dipimpin Marcos Vinicius dos Santos Goncalves.
Berburu pemain asing di kompetisi sepak bola Indonesia itu mirip dengan berburu barang antik di pasar gelap. Harus cepat. Harus senyap. Kalau terlalu banyak koar-koar di media sebelum tanda tangan di atas meterai sah, bersiaplah ditelikung klub rival, yang punya dana lebih tebal.
Dan Arema FC rupanya sudah khatam betul rumus gerak senyap itu.
Ketika klub-klub lain masih sibuk meraba-raba kekuatan dan berlibur, manajemen Singo Edan justru sudah menutup buku perburuan. Bahkan sejak akhir Mei 2026 lalu, manajemen resmi mengumumkan bahwa slot maksimal 11 pemain asing untuk musim baru Super League 2026/2027 sudah terkunci total. Seratus persen terisi.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, membeberkan taktiknya. Pria asal Bogor yang akrab disapa Inal ini mengaku tidak mau membuang waktu. Draf evaluasi dari tim pelatih sejatinya sudah rampung sejak satu bulan sebelum kompetisi musim lalu bubar.
“Kita sudah bergerak untuk mencari pemain. Bahkan kuota pemain asing musim depan sudah terpenuhi. Kita tetap pakai 11 pemain asing ya,” tegas Inal pada 28 Mei 2026 lalu, seperti dikutip dari Wearemania.

GENERAL Manajer Arema FC, Muhammad Yusrinal Fitriandi. (Foto: Arema Official)
Melihat kalkulasi di atas meja, Arema sebenarnya hanya menyisakan empat slot kosong dari total kuota yang tersedia. Empat nama anyar sudah sah diikat. Siapa saja mereka? Inal masih memilih menyimpan rapat-rapat paspor mereka di dalam laci meja kerjanya. Menunggu waktu yang pas untuk rilis resmi.
Sembari menunggu empat nama misterius itu keluar, mari kita bedah fondasi lama yang memilih setia bertahan di Malang. Istilahnya: still blue.
Demi menjaga stabilitas taktik pelatih Marcos Santos, Arema mempertahankan lebih dari separuh kekuatan asing musim lalu. Kuartet lini belakang dan depan, yakni Walisson Maia, Gustavo França, Gabriel Silva, dan Joel Vinicius dipastikan aman karena masih terikat kontrak resmi. Khusus untuk sang juru gedor, Joel Vinicius, napasnya di Malang bahkan dijamin panjang hingga tahun 2027 nanti.
Di sektor tengah, trio gelandang jangkar berkemampuan tinggi juga resmi diperpanjang masa baktinya. Mereka adalah Betinho Filho, Matheus Blade, dan Julian Guevara. Kontribusi positif dan fleksibilitas posisi yang mereka tunjukkan musim lalu sukses memotong segala spekulasi miring di jagat maya.
Namun, hukum industri bola selalu adil: ada yang datang, harus ada yang angkat koper. Cuci gudang tidak bisa dihindari.
Arema resmi berpisah dengan kiper asal Brasil, Lucas Frigeri, serta gelandang serang Valdeci Moreira. Posisi Valdeci kabarnya sengaja dikosongkan demi memberi ruang bagi sosok kreator serangan baru yang lebih sesuai dengan selera Marcos Santos.
Nasib paling getir justru menimpa duo benteng tangguh asal Negeri Samba, Gildson Pablo de Oliveira Silva dan Luiz Gustavo Tavares Conde. Keduanya terpaksa dilepas bukan karena kualitasnya buruk, melainkan karena takdir cedera parah.
Pablo dihantam cedera ligamen lutut parah (MCL dan ACL) hingga harus pulang kampung ke Brasil. Setali tiga uang, Luiz Gustavo juga harus menepi lama akibat hantaman cedera ACL sejak Januari 2026 lalu.
Meski manajemen masih mengunci mulut, rumor transfer di media sosial sudah telanjur liar. Netizen bola Malang Raya mendadak jadi detektif.
Dua nama pilar Terengganu FC, Diego Landis (bek tengah bertinggi badan 193 cm) dan Careca (gelandang serang), kabarnya sedang dalam penjajakan sangat serius.
Bahkan bomber asal Brasil yang merumput di Liga Vietnam, Gustavo Henrique Rodrigues, secara terbuka sudah mengeklaim sepakat bergabung ke bumi Arema.
Tak kalah bikin heboh, Arema dikaitkan dengan kiper raksasa asal Kroasia, Ivan Susak, yang tingginya mencapai 2,03 meter. Nama penyerang mentereng seperti Mateus Pato dan Carlos Franca, juga ikut meramaikan bursa spekulasi.
Inal hanya tersenyum melihat kehebohan itu. Dia meminta Aremania tenang dan sabar. “Semua nama rekrutan baru sudah masuk ke kantong kami. Evaluasinya sudah final. Tinggal menunggu waktu yang tepat saja untuk kita rilis resmi,” pungkasnya.
Langkah cepat mengamankan 11 ekspatriat ini menjadi sinyal kuat: Arema FC emoh sekadar jadi tim penggembira. Mereka punya ambisi besar untuk kembali mengaum keras dan menguasai papan atas sepak bola tanah air. Kita lihat saja kapan empat singa asing baru itu diperkenalkan ke publik. (Ra Indrata)




