BRAZILIAN: Duet Marcos Santos dan Andre Caldas, bakal meneruskan tugas mereka menahkodai Arema FC di Super League musim 2026/2027. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Manajemen Arema FC memutuskan untuk mempertahankan Marcos Santos, sebagai pelatih kepala guna menakhodai tim mengarungi kompetisi Super League 2026/2027. Keputusan strategis yang dibarengi dengan perpanjangan kontrak asisten pelatih Andre Caldas selama satu musim ke depan ini, dikonfirmasi langsung General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, Selasa (16/6/2026). Sebagai hasil evaluasi menyeluruh demi menjaga kesinambungan program dan stabilitas internal klub.
Penyakit paling kronis di sepak bola Indonesia itu, sudah sangat dihafal publik: tidak sabaran. Klub gampang sekali mengganti pelatih kepala.
Kalah dua atau tiga kali berturut-turut, langsung pecat. Potong kompas di tengah jalan. Akibatnya? Fondasi tim tidak pernah terbentuk. Setiap musim selalu mulai dari nol lagi. Capek.
Tapi Arema FC musim ini ingin memilih jalan yang berbeda. Lebih waras. Lebih logis.
Menghadapi kompetisi Super League 2026/2027, manajemen Singo Edan memutuskan untuk menghentikan kebiasaan bongkar pasang kemudi itu. Mereka resmi mengetok palu: mempertahankan Marcos Santos di kursi pelatih kepala.
Tidak hanya Marcos, sang asisten pelatih, Andre Caldas, juga ikut diperpanjang masa baktinya selama satu musim ke depan.
Cetak biru taktik musim lalu, rupanya dianggap layak untuk dilanjutkan.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, membeberkan alasan di balik keputusan penting ini. Manajemen emoh gegabah. Semua didasarkan atas hasil evaluasi total.

“Kami memutuskan untuk mempertahankan Coach Marcos Santos sebagai pelatih kepala dan Coach Andre Caldas sebagai asisten pelatih, untuk musim 2026/2027.”
“Kami melihat ada fondasi yang sudah dibangun dan perlu dilanjutkan, agar proses pengembangan tim berjalan lebih baik,” ujar Yusrinal, Selasa (16/6/2026).
Ada alasan kuat mengapa pria asal Brasil itu diberi kesempatan kedua. Yang utama bukan cuma soal taktik di atas kertas, melainkan soal psikologi ruang ganti.
Marcos dinilai lihai membangun suasana positif di dalam skuad. Dia bisa mengayomi ego para pemain.
Hasilnya konkret. Sepanjang musim lalu bergulir, dapur internal Arema adem ayem. Kondusif. Tidak ada riak konflik atau persoalan internal yang merembet keluar hingga mengganggu konsentrasi tim di lapangan.
Bagi manajemen, keharmonisan itu adalah poin mahal dalam lembar evaluasi.
Nilai tambah lainnya: Marcos berhasil memutus kutukan “pecat tengah jalan” di Malang.
Mari jujur melihat ke belakang. Dalam beberapa musim terakhir, Arema tergolong sangat hobi mengganti nakhoda di tengah kompetisi.
Marcos datang dan membuktikan diri sanggup bertahan, menyelesaikan musim dengan program kerja yang berjalan sesuai rencana. Kontinuitas inilah yang mahal dan kini sedang diburu Arema.
“Selama beberapa musim terakhir kami cukup sering berganti pelatih. Coach Marcos mampu menyelesaikan musim dan menunjukkan bahwa program yang dijalankannya bisa berjalan dengan baik.”
“Kami merasa dia layak mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pekerjaannya,” tambah Yusrinal.
Hebatnya lagi, Marcos tidak mau membuang waktu libur kompetisi. Dia sudah terlibat aktif mendesain wajah skuad Singo Edan untuk musim depan.
Dia duduk bersama manajemen, ikut memantau, lalu memberikan rekomendasi nama-nama pemain baru yang sesuai dengan kebutuhan taktisnya.
Marcos sudah khatam atmosfer sepak bola Indonesia. Dia sudah paham karakter pemain lokal dan apa yang kurang dari kedalaman timnya. Kriteria inilah yang membuat manajemen mantap menyodorkan kontrak baru.
Dengan kepastian bertahannya duet Marcos Santos dan Andre Caldas, Arema FC kini bisa langsung fokus penuh. Mereka tinggal menyelesaikan perburuan pemain di bursa transfer dan bersiap masuk ke pemusatan latihan.
Urusan kemudi sudah beres. Fondasi lama sudah diamankan. Harapan Aremania kini digantungkan pada kesinambungan taktik pelatih Brasil ini.
Targetnya tidak main-main: membawa Singo Edan kembali bersaing sengit di papan atas klasemen musim depan. Kita lihat saja sejauh mana stabilitas ini berbuah trofi. (Ra Indrata)




