PELATIHAN: Bupati Malang dan Dirut Perumda Tirta Kanjuruhan, bersama para peserta Diklat Ahli Manajemen Air Minum Tingkat Madya Angkatan V Tahun 2026 di kantor pusat Perumda Tirta Kanjuruhan. (Foto: Prokopim Sekda Kab Malang)
MALANG POST – Rabu pagi, 3 Juni 2026, halaman Kantor Pusat Perumda Tirta Kanjuruhan di Pakisaji tampak sangat semarak. Ada upacara besar di sana. Perusahaan pelat merah penyedia air minum milik Pemkab Malang itu, sedang merayakan hari jadinya yang ke-45. Setengah abad kurang sedikit. Usia yang sangat matang.
Bupati Malang, H M. Sanusi, memimpin langsung upacara puncak tersebut.
Namun, Sanusi tidak mau agenda hari itu habis hanya untuk urusan tiup lilin atau potong tumpeng.
Usai upacara, Bupati langsung melangkah cepat menuju Smart Grand Center. Agenda berikutnya sudah menunggu: membuka Diklat Ahli Manajemen Air Minum Tingkat Madya Angkatan V Tahun 2026.
Di dalam ruangan, sejumlah tokoh penting air minum nasional sudah duduk rapi.
Ada Ketua Pengurus Pusat Perpamsi, Teddy Setiabudi. Ada juga sang nakhoda lokal, Direktur Utama Perumda Tirta Kanjuruhan, H. Syamsul Hadi, bersama jajaran direksi dan dewan pengawas.
Mereka berkumpul bukan untuk bersantai. Mereka sedang menyiapkan cetak biru sumber daya manusia (SDM) pengelola air.

PROSESI: Bupati Malang, HM Sanusi, ketika membukaDiklat Ahli Manajemen Air Minum Tingkat Madya Angkatan V Tahun 2026 di kantor pusat Perumda Tirta Kanjuruhan. (Foto: Prokopim Sekda Kab Malang)
Pelatihan dan sertifikasi madya ini diikuti oleh jajaran internal Perumda Tirta Kanjuruhan. Targetnya jelas: mencetak jenderal-jenderal air yang profesional, kompeten, dan bersertifikat standar nasional. Mereka diplot menjadi motor penggerak kualitas pelayanan air di Kabupaten Malang.
Bagi Sanusi, urusan air bersih ini adalah urusan hidup mati rakyat. Peran Tirta Kanjuruhan sangat strategis. Vital.
“Tantangan sektor air minum sekarang semakin kompleks. Kebutuhan masyarakat terus meroket, belum lagi dampak perubahan iklim dan perlindungan sumber air baku,” ujar Sanusi dalam sambutannya, Rabu pagi.
Maka, manajemen air tidak bisa lagi dikelola dengan cara amatiran. Tidak bisa lagi pakai manajemen gaya lama. Harus pakai ilmu. Harus pakai keahlian yang terukur.
Sanusi sangat mengapresiasi diklat ini. Baginya, kompetensi SDM adalah kunci pembuka pintu inovasi dan efisiensi kerja. Perusahaan daerah harus responsif. Jika ada pipa bocor atau air mampet, penanganannya harus hitungan jam, bukan hari.
Refleksi 45 Tahun Pengabdian
Bupati memanfaatkan momentum angka 45 ini, untuk mengetuk hati seluruh karyawan. Angka 45 bukan waktu yang sebentar untuk sebuah pengabdian.
“Saya berharap usia yang semakin matang ini menjadi titik penguatan komitmen. Tingkatkan inovasi, perbaiki tata kelola, dan hadirkan pelayanan air yang merata,” tutur Bupati, penuh harap.
Sanusi ingin Tirta Kanjuruhan terus bertransformasi. Menjadi perusahaan daerah yang unggul. Melek teknologi. Jangan alergi dengan digitalisasi sistem distribusi air.
Rakyat Kabupaten Malang berhak mendapatkan pelayanan prima. Air yang mengalir ke rumah-rumah warga harus bersih, lancar, dan berkelanjutan.
Diklat madya ini menjadi kado ulang tahun paling realistis bagi Tirta Kanjuruhan. Perayaan ulang tahun terbaik bukanlah pesta pora yang megah, melainkan investasi ilmu untuk para karyawannya.
Siang hari, pembukaan diklat selesai. Para peserta mulai masuk ke kelas-kelas pelatihan. Mereka membawa beban berat di pundak: belajar mengelola air dengan benar, demi memastikan ratusan ribu bak mandi warga Kabupaten Malang tidak pernah kering. (PKP/Ra Indrata)




