MALANG POST – Universitas Brawijaya (UB) terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel guna mendukung visi universitas menuju keunggulan global.
Hal ini ditegaskan oleh Direktur Anggaran dan Perbendaharaan UB, Dr. Mohamad Khoiru Rusydi, S.E., M.Ak. Ak., dalam program “Bonsai on Podcast” .
Dalam diskusi bertajuk “Lebih dari Sekadar Angka: Mengelola dengan Integritas, Mendorong Keunggulan Universitas Brawijaya”.
Dr. Khoiru Rusydi menjelaskan bahwa peran Direktorat Anggaran dan Perbendaharaan bukan sekadar urusan administratif atau tumpukan berkas kuitansi.
Sebaliknya, direktorat ini berfungsi sebagai pendorong utama atau “bahan bakar” bagi seluruh unit kerja di lingkungan UB.
“Kami adalah pendorong, dalam hal ini sebagai bahan bakarnya. Tugas kami adalah memastikan agar program-program prioritas Rektor maupun universitas dapat berjalan secara sinergis dan sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat dalam Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT),” ujar Dr. Khoiru Rusydi.
Salah satu poin penting yang dibahas adalah transformasi digital yang masif di lingkungan keuangan UB. Menjawab tantangan era digital, UB telah mengimplementasikan sistem paperless.
Proses pertanggungjawaban keuangan kini tidak lagi bergantung pada kuitansi fisik, melainkan melalui sistem terintegrasi seperti SIPANDA dan SIAM.
Langkah ini diambil untuk memastikan proses birokrasi berjalan lebih cepat, efisien, namun tetap akuntabel.
Dr. Khoiru Rusydi juga menekankan filosofi bahwa anggaran universitas harus dilihat “lebih dari sekadar angka”.
Setiap nominal yang dikelola memiliki dampak langsung terhadap pencapaian prestasi universitas, mulai dari dukungan terhadap kegiatan akademik, riset, pengabdian masyarakat, pemberian beasiswa bagi mahasiswa, hingga pengadaan fasilitas laboratorium yang canggih.
“Anggaran ini adalah instrumen untuk mendukung pemeringkatan universitas. Kami memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan berkontribusi pada kemajuan kampus dan kesejahteraan sivitas akademika,” tambahnya.
Mengingat skala UB yang sangat besar dengan puluhan ribu mahasiswa dan ratusan unit kerja, koordinasi menjadi kunci utama. Dr. Khoiru Rusydi menjelaskan bahwa pihaknya melakukan monitoring dan evaluasi (monev) secara rutin setiap semester.
Hal ini dilakukan untuk memantau progres serapan anggaran di setiap direktorat dan fakultas agar tetap selaras dengan visi misi universitas.
Sebagai penutup, Dr. Khoiru Rusydi mengajak seluruh pihak di lingkungan UB untuk menggunakan anggaran secara tepat sasaran.
Ia berharap pengelolaan keuangan yang sehat dapat menjadi fondasi kuat dalam mencetak generasi muda dan mahasiswa yang kredibel serta berdaya saing nasional maupun internasional.
“Keuangan yang sehat adalah fondasi bagi prestasi yang hebat. Mari kita gunakan anggaran ini dengan efisien untuk menunjang masa depan mahasiswa kita,” pungkasnya. (M. Abd. Rachman. Rozzi-Januar Triwahyudi)




