MALANG POST — Akhir pekan kemarin hingga awal pekan ini, Kota Batu benar-benar tumpah ruah. Macet di mana-mana. Menghadapi lonjakan masif mobilitas pelancong tersebut, jajaran Polres Batu bergerak cepat memperketat pengamanan di jalur utama dan memetakan titik rawan kemacetan, guna menjamin keamanan, ketertiban, serta kenyamanan publik sejak Sabtu hingga Senin (1/6/2026).
Aparat sadar betul. Kota wisata ini tidak boleh dibiarkan semrawut.
Maka, jalan keluarnya adalah jemput bola. Petugas kepolisian tidak hanya diam di pos penjagaan. Mereka turun ke jalan. Berbaur di tengah kepungan kendaraan.
Patroli kewilayahan digencarkan. Skalanya diperluas. Korps baju cokelat ini dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Batu, AKP Hendro Utaryo. Di dampingi personel bersenjata lengkap dari Satuan Samapta, mereka menyisir pusat-pusat keramaian. Mulai dari Alun-Alun, pusat perbelanjaan, hingga pintu masuk destinasi wisata utama.
Tugas mereka berat namun mulia: melakukan pemetaan preventif. Di mana ada potensi sumbat lalu lintas, di situ petugas langsung memotong arus agar tidak mengular.
“Kami terus melakukan patroli dan pemantauan situasi di lapangan untuk memastikan kondisi Kota Batu tetap aman, tertib, dan kondusif,” ujar AKP Hendro Utaryo di sela-sela memantau arus kendaraan.
Bagi Hendro, membeludaknya pelancong harus diimbangi dengan kesiapsiagaan nomor satu. Polisi harus hadir secara fisik. Memberi rasa tenang.

PATROLI: Jajaran personel Polres Batu saat menggencarkan patroli ke tempat-tempat wisata di momen libur panjang Waisak. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Ada pemandangan menarik selama patroli berlangsung. Petugas tidak bersikap kaku. Mereka santun. Berdialog humanis dengan pengelola wisata, pedagang kaki lima, pelaku usaha, hingga para pelancong yang sedang asyik berlibur.
Di sela obrolan santai itu, ada misi penting yang diselipkan: mengenalkan kembali “senjata” darurat masyarakat. Namanya Call Center 110.
Mungkin banyak yang lupa, atau bahkan belum tahu. Nomor sakti ini aktif 24 jam penuh. Dan yang paling penting: gratis. Bebas pulsa.
AKP Hendro menjelaskan, nomor 110 adalah jalur tol penanganan masalah. Respons cepat. Jika ada masyarakat atau wisatawan yang mendadak butuh bantuan—entah karena mogok, mengalami kecelakaan, melihat tindak kriminal, atau dalam kondisi darurat lainnya—tinggal pencet tiga angka itu.
“Kami ingin masyarakat dan wisatawan mengetahui bahwa ada layanan kepolisian yang bisa dihubungi kapan saja ketika membutuhkan bantuan,” jelas Hendro.
Namun, ada satu pesan penting dari mantan Kasat Samapta ini. Tolong manfaatkan nomor darurat itu secara bijak. Bertanggung jawab. Jangan dibuat main-main atau laporan palsu (prank). Laporan yang cepat dan akurat dari warga justru menjadi kunci sukses petugas mengeksekusi masalah di lapangan.
Di akhir penjelasannya, Hendro tak bosan-bosan mengetuk kesadaran para pengguna jalan. Batu ini jalurnya menanjak dan padat. Tolong utamakan keselamatan. Patuhi rambu, jaga barang bawaan berharga, dan ikuti arahan petugas yang kepanasan di jalan.
“Dengan kerja sama semua pihak, aktivitas wisata maupun kegiatan masyarakat dapat berjalan lancar,” tambahnya.
Polres Batu sudah menggaransi. Selama roda kendaraan wisatawan masih berputar di Kota Batu, patroli tidak akan dikendurkan. Komitmennya jelas: mengirimkan rasa aman secara instan bagi siapa saja yang ingin menikmati keindahan Kota Dingin ini. (Ananto Wibowo/Ra Indrata)




