MALANG POST – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Regional Office Malang, terus memperkuat komitmennya, dalam memberdayakan ekonomi kerakyatan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang masif.
Hingga Maret 2026, BRI Regional Office Malang, sukses menyalurkan KUR sebesar Rp5,557 triliun kepada 117.387 debitur di seluruh wilayah kerjanya.
Langkah ini menjadi motor penggerak bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar semakin produktif, berdaya saing, dan mampu naik kelas di tengah tantangan ekonomi global yang dinamis.
Data pencapaian tersebut, dipaparkan dalam kegiatan sosialisasi penyaluran KUR bersama insan pers di Malang, Selasa (5/5/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat literasi keuangan masyarakat melalui sinergi antara perbankan dan media massa.
Dominasi Sektor Pertanian dan Perdagangan
Regional Micro Banking Head BRI Region Malang, Tito Witarnawan, mengungkapkan, komposisi penyaluran KUR hingga kuartal pertama tahun 2026 ini masih didominasi oleh sektor-sektor produktif. Sektor pertanian, perikanan, dan perdagangan memegang porsi terbesar yakni mencapai 47,29 persen dari total penyaluran.

Regional Micro Banking Head BRI Region Malang, Tito Witarnawan. (Foto: Ra Indrata/Malang Post)
“Secara penyebaran wilayah, penyaluran KUR terbanyak tercatat di Kabupaten/Kota Blitar, Ponorogo, dan Kediri. Hal ini membuktikan bahwa pembiayaan kami arahkan untuk mendukung aktivitas usaha yang memberikan nilai tambah nyata bagi perekonomian daerah,” ujar Tito.
Pencapaian ini melanjutkan tren positif tahun sebelumnya, di mana pada akhir 2025 BRI Regional Office Malang berhasil menyalurkan KUR hingga Rp20,359 triliun kepada 472.748 debitur.
Pemberdayaan Melalui Edukasi Digital
Tito menegaskan, dukungan BRI tidak hanya berhenti pada kucuran modal semata. BRI berkomitmen menjalankan visi sebagai mitra terpercaya dalam pemberdayaan ekonomi dengan memberikan pendampingan usaha dan edukasi finansial yang berkelanjutan.

Regional Operation Head BRI Malang, Ivan Andrea. (Foto: Ra Indrata/Malang Post)
“Kami ingin pelaku usaha tidak hanya melek modal, tapi juga melek digital. Kami dorong mereka memanfaatkan platform penjualan online agar kapasitas usaha meningkat.”
“Ini adalah wujud nyata dukungan kami terhadap Astacita Pemerintah dalam memperkuat struktur ekonomi nasional,” tegasnya.
Sinergi Bersama Media Massa
Sementara itu, Regional Operation Head BRI Malang, Ivan Andrea, dalam sesi sosialisasi bersama wartawan menekankan pentingnya peran media dalam menjembatani informasi program KUR kepada masyarakat luas.
Menurutnya, informasi yang akurat dapat meminimalisir kendala akses pembiayaan, terutama bagi pelaku usaha di daerah terpencil.
“Kami berharap rekan-rekan media membantu menyebarluaskan mekanisme dan persyaratan KUR yang benar.”
“Sinergi ini penting untuk mendorong literasi keuangan sekaligus memastikan program ini tepat sasaran bagi mereka yang benar-benar membutuhkan,” tutur Ivan.
Dalam sesi diskusi, jajaran manajemen BRI juga memaparkan strategi mitigasi risiko untuk menjaga kualitas kredit agar tetap sehat.
Dengan akses permodalan yang lebih mudah dan inklusif, pelaku UMKM di wilayah Malang Raya dan sekitarnya diharapkan mampu membuka lebih banyak lapangan kerja dan menjadi pilar stabilitas ekonomi daerah. (Ra Indrata)




