MALANG POST – Atmosfer kreativitas yang luar biasa menyelimuti lingkungan MTsN 6 Malang di Kepanjen sejak dua hari terakhir. Ratusan siswa kelas 9 madrasah tersebut unjuk gigi dalam sebuah perhelatan akbar bertajuk SPECTRA (Spectacular Art Action).
Gelaran ini merupakan bentuk ujian praktik kolaborasi yang tidak hanya menguji aspek kognitif, tetapi juga mengasah bakat seni, teknologi, dan karakter siswa yang dilaksanakan pada 22 hingga 24 April 2026.
Kegiatan SPECTRA ini menjadi momentum krusial bagi para siswa kelas 9, sebelum mereka menuntaskan masa studi di tingkat menengah pertama.
Dengan mengusung konsep kolaborasi antar-mata pelajaran, acara ini berhasil menarik perhatian tidak hanya warga madrasah, tetapi juga para wali murid yang hadir memberikan dukungan moral secara langsung.
Kepala MTsN 6 Malang, Zainul Musafak, menegaskan, SPECTRA adalah wadah ekspresi yang dirancang untuk mengukur sejauh mana kompetensi siswa selama tiga tahun belajar.
“Kegiatan unjuk keterampilan ini merupakan ajang pembuktian bakat dan kompetensi siswa. Kami ingin mereka meninggalkan madrasah ini dengan membawa bekal soft skill yang kuat,” ujar Zainul Musafak kepada Malang Post, Jumat (24/4/2026).
Integrasi Empat Mata Pelajaran dalam Satu Panggung
Hal yang membuat SPECTRA tahun ini berbeda adalah sistem penilaiannya yang menggunakan metode integrasi atau kolaborasi.
Ujian praktik ini menggabungkan empat mata pelajaran sekaligus, yakni Seni Budaya, Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Bahasa Jawa, serta Bahasa Indonesia.

Dalam penampilannya, para siswa dituntut untuk mampu menyelaraskan elemen estetika seni dengan kecanggihan multimedia.
Misalnya, pertunjukan panggung yang ditampilkan harus didukung dengan visualisasi TIK yang menarik, serta dinarasikan menggunakan kemampuan berbahasa Indonesia dan Jawa yang santun dan tepat.
“Integrasi ini menuntut siswa tidak hanya piawai dalam berolah seni, tetapi juga harus mampu mengemas karya mereka dengan dukungan teknologi digital. Kemampuan berbahasa juga sangat vital, baik dalam presentasi di depan penguji maupun dalam penyusunan narasi karya,” jelas Zainul lebih lanjut.
Penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)
Menariknya, SPECTRA bukan sekadar ajang hura-hura seni. Kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari status MTsN 6 Malang sebagai pilot project madrasah di Jawa Timur untuk penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).
Program ini merupakan pendekatan pendidikan inovatif yang diluncurkan oleh Kementerian Agama RI sejak Juli 2025 lalu. Kurikulum KBC mengedepankan aspek kasih sayang, empati, dan karakter dalam setiap proses pembelajaran.
Melalui SPECTRA, siswa diajak untuk bekerja sama dalam tim, mengelola konflik saat latihan, serta belajar menghargai perbedaan ide kreatif rekan sebayanya. Hal ini selaras dengan upaya madrasah dalam mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga solutif dan memiliki karakter kepemimpinan.
Zainul Musafak juga menekankan pentingnya pesan moral lingkungan dalam setiap karya yang disuguhkan siswa. Ia meyakini bahwa harmoni alam semesta hanya bisa dicapai jika manusia memiliki keselarasan dengan lingkungannya.
“Penampilan anak-anak hari ini adalah bentuk harmoni bagi alam semesta. Saya berharap melalui proses kreatif ini, mereka mampu tumbuh menjadi pemimpin masa depan yang bijaksana dan tetap rendah hati,” ungkapnya penuh haru.
Dukungan Penuh dari Wali Siswa
Kemeriahan SPECTRA semakin lengkap dengan kehadiran orang tua siswa kelas 9 di tribun penonton. Pihak madrasah sengaja mengundang para wali murid agar mereka bisa menyaksikan langsung progres perkembangan putra-putrinya.
Selain sebagai bentuk apresiasi, kehadiran orang tua ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara madrasah dan keluarga.
Selama pelaksanaan, berbagai unjuk kerja menarik ditampilkan, mulai dari pameran instalasi seni yang memukau, pertunjukan drama tari dengan latar multimedia digital, hingga laporan hasil karya berbasis aplikasi.
Tepuk tangan riuh kerap terdengar saat setiap tim kelas menyelesaikan penampilannya di atas panggung utama.
Dengan suksesnya gelaran SPECTRA, MTsN 6 Malang optimis bahwa lulusan tahun ini akan memiliki daya saing yang lebih tinggi.
Pendidikan madrasah kini telah bertransformasi, membuktikan bahwa nilai-nilai agama bisa berjalan beriringan dengan seni modern dan kemajuan teknologi. (*/Ra Indrata)




