MALANG POST – Kemenangan krusial 2-0 atas Persis Solo, pada pekan ke-28 Super League 2025/2026, menjadi momentum kebangkitan Arema FC. Skuad berjuluk Singo Edan ini, kini tengah menatap sisa musim dengan optimisme tinggi.
Di tengah persaingan yang kian sengit, kiper asing Lucas Frigeri, mengirimkan pesan emosional sekaligus penegasan kepada Aremania, bahwa perjuangan tim belum berakhir.
Sejak awal kompetisi, manajemen dan tim pelatih memang telah memancang target realistis namun menantang. Yakni finis di posisi lima besar klasemen akhir. Tambahan tiga poin dari laga kontra Laskar Sambernyawa, membuat posisi Arema naik satu strip ke peringkat ke-10 klasemen sementara.
Saat ini, tim kebanggaan warga Malang Raya tersebut, mengoleksi 38 poin dari hasil 10 kemenangan, delapan kali imbang dan 10 kekalahan.
Penjaga gawang asal Brasil, Lucas Frigeri, menegaskan, seluruh penggawa Singo Edan masih sangat optimistis untuk mengejar defisit poin demi merangsek ke papan atas. Ia berharap para pendukung setia, Aremania dan Aremanita, tetap memberikan kepercayaan penuh kepada tim di sisa enam pertandingan terakhir musim ini.
“Kami ingin menunjukkan kepada suporter, kami masih memiliki target yang sangat jelas. Kami tidak sekadar bermain untuk menggugurkan kewajiban. Kami harus tampil konsisten sampai akhir musim agar target posisi lima besar itu bisa tercapai,” ujar Frigeri dengan nada penuh keyakinan.
Fokus Total di Sisa Laga
Frigeri menyadari, untuk mencapai target tersebut, dukungan moril dari tribun penonton menjadi ‘pemain ke-12’ yang sangat vital.
Baginya, sisa laga musim ini adalah partai final yang menuntut konsentrasi tingkat tinggi. Harapan besar ia gantungkan pada kebersamaan antara pemain dan suporter di lapangan.
“Kami ingin mereka terus mendukung di setiap situasi. Kami berkomitmen memberikan yang terbaik di lapangan setiap detiknya.”
“Kami ingin menunjukkan, tim ini siap bertarung. Lini pertahanan akan selalu siaga dan kami akan bekerja bersama sebagai satu kesatuan tim,” imbuh mantan kiper Madura United tersebut.
Konsistensi Frigeri di bawah mistar gawang, memang menjadi salah satu kunci keberhasilan Arema mencatatkan clean sheet di laga terakhir.
Ketenangannya dalam menghalau serangan lawan memberikan dampak psikologis positif bagi barisan bek yang dikomandoi Julian Guevara dan Hansamu Yama Pranata ini.
Kualitas dan Kepercayaan Marcos Santos
Pelatih kepala Arema FC, Marcos Vinicius dos Santos Goncalves, turut memberikan apresiasi tinggi atas performa Lucas Frigeri. Pelatih berkebangsaan Brasil tersebut menilai Frigeri telah menunjukkan kematangan yang luar biasa sebagai pemimpin di sektor paling belakang.
“Ya, Lucas sudah sangat siap. Dia adalah pemain yang sangat berpengalaman dan telah menunjukkan kualitasnya secara nyata di lapangan. Kami memiliki komposisi kiper yang bagus dan mereka selalu bersaing secara sehat dalam setiap sesi latihan,” ungkap Marcos Santos.
Pelatih yang akrab disapa Marcos Santos ini menambahkan, respons Frigeri dalam menghadapi tekanan pertandingan sangat memuaskan tim pelatih. Ketenangan kiper menjadi fondasi awal bagi strategi permainan yang ia terapkan di lapangan.
“Sekarang Lucas mendapatkan kesempatan dan dia merespons dengan sangat baik. Dia adalah kiper yang tenang, berpengalaman, dan memberikan rasa aman bagi tim. Bagi saya, pembangunan lini pertahanan kami dimulai dari ketenangan seorang kiper,” jelas sang arsitek asal Negeri Samba tersebut.
Menatap sisa kompetisi yang tinggal menyisakan enam laga, Marcos Santos mengakui bahwa perjalanan musim 2025/2026 ini memberikan banyak pelajaran berharga. Meski sempat menemui berbagai rintangan di tengah musim, ia melihat adanya grafik peningkatan performa yang signifikan dari anak asuhnya.
“Kami sangat percaya pada kualitas barisan pertahanan kami. Memang ada kesulitan selama musim ini, namun saya sangat percaya pada grup ini, percaya pada skuad ini secara keseluruhan. Saya tahu kami bisa menjalani akhir musim yang baik dengan mengumpulkan poin sebanyak mungkin,” tegas Marcos.
Target menempatkan Arema FC di posisi lima besar bukan sekadar ambisi pribadi, melainkan bentuk tanggung jawab kepada publik bola Malang Raya. Dengan sisa jadwal yang ada, efektivitas permainan menjadi kunci utama jika ingin menggeser tim-tim yang saat ini berada di atas mereka. Kini, pembuktian janji setia Lucas Frigeri dan skema taktik Marcos Santos akan dinantikan di setiap laga sisa Super League. (*/Ra Indrata)




