MALANG POST—Universitas Negeri Malang (UM) kembali mengukir kabar membanggakan dalam penerimaan mahasiswa baru melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026.
Salah satu kisah yang paling menyentuh perhatian datang dari Much Fatichul Firdaus. Ia mahasiswa baru berusia 15 tahun, yang berhasil diterima di Program Studi S1 Pendidikan IPA.
Fatichul berasal dari MAN 1 Pasuruan. Lahir pada Oktober 2010, ia tumbuh di tengah keterbatasan ekonomi keluarga.
Namun, bukannya menyerah, ia justru menjadikan pendidikan sebagai “jalan utama” untuk mengubah masa depan. Bukan hanya untuk dirinya, tetapi juga demi keluarganya.
Sejak awal, Fatichul dikenal sebagai pelajar yang terus bergerak maju. Ia memulai pendidikan lebih awal, lalu saat di jenjang MTs ia mengikuti program Sistem Kredit Semester (SKS) selama dua tahun. Pola percepatan belajar ini, ia lanjutkan saat berada di MAN 1 Pasuruan.
Dengan disiplin dan strategi belajar yang konsisten, Fatichul mampu menyelesaikan studi lebih cepat tanpa mengorbankan kualitas akademiknya. Ia membuktikan bahwa percepatan belajar bukan soal terburu-buru, melainkan soal ketekunan dan ketepatan.
Di balik prestasi yang gemilang, ada perjuangan yang sederhana namun luar biasa. Setiap hari, Fatichul menempuh perjalanan ke sekolah dengan bersepeda.
Keterbatasan yang ia hadapi tidak membuatnya mundur. Sebaliknya, itu menjadi energi untuk terus berkembang dan membuktikan bahwa usaha sungguh-sungguh selalu menemukan jalannya.
“Bagi saya, pendidikan adalah jalan untuk memperbaiki keadaan keluarga,” ujarnya.
Fatichul juga tidak berjalan sendirian. Dukungan dari orang tua, saudara, dan nenek yang selalu memberikan doa dan motivasi menjadi alasan kuat mengapa ia tetap teguh ketika menghadapi tantangan.
Pada tahap akhir SNBP, Fatichul memilih UM dengan Program Studi Pendidikan IPA dan Matematika.
Keputusannya membuahkan hasil. Ia resmi diterima di Pendidikan IPA. Ini menjadi simbol kerja keras, konsistensi, dan doa yang terus dijaga.
Kisah Fatichul menegaskan bahwa usia bukanlah batas untuk berprestasi. Ia adalah contoh nyata generasi muda yang adaptif, berdaya juang dan berorientasi pada masa depan.
Selaras dengan SDGs, khususnya tujuan keempat tentang Pendidikan Berkualitas (Quality Education), capaian ini menunjukkan pentingnya akses pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.
UM berharap kehadiran mahasiswa seperti Fatichul dapat menjadi inspirasi bagi calon mahasiswa lain untuk terus berjuang meraih pendidikan terbaik. (M. Abd. rachman. Rozzi-Januar Triwahyudi)




