Penyerahan mesin spinner ke UMKM Desa Duwet. (Foto: Istimewa)
MALANG POST – Tim Pengabdian pada Masyarakat (PPM) Politeknik Negeri Malang (Polinema) kembali melaksanakan program pengabdiannya pada Minggu, 21 September 2025, di Desa Duwet, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.
Tim yang dipimpin oleh Prima Beauty Kartikasari, S.Pd., M.A., terdiri dari enam dosen dari Jurusan Administrasi Niaga dan Akuntansi, yaitu Nadia Hanayeen, S.Pd., M.Ed.; Prof. Dr. Dra. Nilawati Fiernaningsih, M.AB.; Titien Indrianti, S.Pd., M.Pd.; Mahmudatul Himma, S.E., M.AB.; dan Drs. Muhammad Muwidha, M.Si.
Beragam bidang keahlian di antara para dosen, meliputi Administrasi Bisnis, Bahasa Inggris (BIIP), Manajemen Pemasaran, dan Akuntansi. Perbedaan latar belakang ini diharapkan dapat mendukung kolaborasi dalam mengidentifikasi masalah dan merumuskan solusi bagi mitra.
Desa Duwet merupakan Desa Mitra Polinema. Secara geografis, desa ini memiliki tanah hitam yang subur dan terletak di dekat lereng barat Gunung Bromo, Semeru, dan Tengger. Mayoritas penduduk (80,96%) bekerja sebagai petani. Masyarakat desa memanfaatkan hasil pertanian dan perkebunan, seperti jagung dan singkong, untuk diolah menjadi produk lokal, termasuk keripik dupitos.
Meskipun aktivitas ekonomi pengolahan makanan berkembang pesat di Kecamatan Tumpang, UMKM keripik dupitos di Desa Duwet menghadapi sejumlah masalah, antara lain potensi kualitas keripik yang berminyak, penggunaan minyak yang boros, masa simpan yang kurang tahan lama, dan penurunan nilai jual. Kualitas produksi keripik masih rendah karena peralatan yang digunakan bersifat sederhana atau manual.
Proses pengeringan yang dilakukan secara manual menggunakan saringan seadanya menyebabkan kandungan minyak pada keripik tetap tinggi, sehingga keripik kurang renyah, mudah tengik, dan tidak awet saat disimpan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, tim pelaksana PPM Polinema menawarkan solusi melalui pengadaan dan hibah mesin peniris minyak (spinner).
Mesin spinner berperan menghilangkan kadar minyak berlebih dari keripik secara efisien, sehingga meningkatkan kualitas produk, mengurangi residu minyak, menjaga tekstur keripik tetap renyah dan tahan lama, serta mendukung penghematan minyak goreng. Penggunaan alat modern seperti spinner juga diharapkan dapat mempercepat proses produksi, meningkatkan efisiensi, serta menambah kuantitas hasil produksi.
Program PPM ini berfokus pada pengadaan alat dan dilaksanakan secara offline di Kantor Desa Duwet selama satu hari penuh. Sebelum pelaksanaan program, tim yang dibantu oleh lima mahasiswa dari Jurusan Administrasi Niaga melakukan riset pasar untuk memilih spinner yang tepat sesuai kebutuhan mitra.
Penelitian mencakup penentuan jenis dan ukuran mesin yang sesuai (2 liter hingga 10 liter), analisis fitur penting, perbandingan harga dan kualitas, serta pemeriksaan garansi dan layanan purna jual. Pengadaan alat ini ditargetkan memberikan kontribusi signifikan bagi mitra, antara lain meningkatkan efisiensi proses pengeringan, menjaga kualitas tekstur produk, mendukung penghematan minyak goreng, serta memastikan konsistensi kualitas produk secara berkelanjutan.
Ketua Kelompok Kerja PKK Desa Duwet, Rofi’iyah, mengungkapkan antusiasme dan terima kasihnya atas hibah mesin spinner dari tim PPM Polinema. Ia berharap aktivitas masyarakat semakin berfokus pada pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) dan peningkatan aktivitas ekonomi desa dengan adanya mesin baru ini. (M Abd Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)




