Connect with us

Hi, what are you looking for?

News

Theng Chanboramey, Mahasiswa Internasional UMM Jadi Konsultan di KBRI

Theng Chanboramey, saat menjalankan aktivitasnya

Malang Post – Bahasa dan kebudayaan Indonesia belakangan makin digemari orang luar negeri, salah satunya oleh Theng Chanboramey. Alumni Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Dia mulai tertarik budaya Indonesia, sejak iseng mengikuti kelas gratis bahasa Indonesia di KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) di Kamboja.

Baca Juga ----------------------------

“Awalnya diajak seorang teman. Hingga saya tahu berbagai program yang ada di KBRI Kamboja. Saya dikenalkan dengan kebudayaan Indonesia yang begitu menarik seperti pentas seni budaya Indonesia. Serta mencicipi makanan-makanan khasnya. Selain itu, KBRI juga sering memberitahu tentang beasiswa-beasiswa yang tersedia,” ujar Boramey.

Boramey mengungkapkan usai mengetahui informasi tersebut, dirinya memutuskan mendaftar beasiswa ke UMM. Ia mendaftar diri dalam program belajar bahasa dan budaya Indonesia selama satu tahun di BIPA UMM. 

Setelah pengumuman lolos, Boramey semakin giat untuk mempelajari lebih dalam terkait Bahasa Indonesia. Ia juga mengaku keputusannya untuk mendaftar ke UMM bukan tanpa alasan, ia memang berniat mencari tempat tenang dan dingin untuk proses belajarnya di Indonesia.

“Selain tempatnya yang stategis, pihak kampus juga sangat memperhatikan mahasiswa asing yang belajar di UMM. Saya ditemani untuk mencari kos yang murah dan nyaman serta diajak berkeliling kota Malang untuk lebih mengetahui tentang budaya Indonesia,” kata wanita asal Kamboja tersebut.

Staf Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Kamboja ini kembali bercerita bahwa pengalaman satu tahunnya di Indonesia, khususnya UMM sangat berarti. Dirinya bertemu dengan orang-orang baru, kebudayaan baru, dan kebiasaan baru. Pada akhirnya, pengalamannya tersebut membantunya untuk bekerja di KBRI Kamboja sekarang. 

“Di KBRI, saya sering membantu Warga Negara Indonesia (WNI)  terkait permasalahan mereka di Kamboja. Karena hal tersebut, pengalaman saya di Indonesia sangat membantu saya memahami mereka. Saya berharap kedepannya BIPA UMM bisa terus mencetak para penutur bahasa Indonesia yang handal seperti saya untuk lebih memahami Indonesia,” pungkasnya. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

News

Malang Post – Kepedulian sosial saat ini benar-benar diuji. Tak perlu jauh. Perhatian terhadap orang didekat kita. Mereka yang terpapar Covid. Pasti butuh support. Seperti...

headline

Malang Post – Program yang digencarkan Walikota Malang Drs H Sutiaji tentang lima strategi penanganan Covid mulai membuahkan hasil. Diantaranya Malpro (Malang beli produk lokal),...

Malang Raya

Malang Post – Setelah 37 tahun menjadi anggota polwan, Iptu Ni Made Seruni Marhaeni mengakhiri masa tugasnya di Polresta Malang Kota, pada usia 58 tahun....

Malang Raya

Malang Post – Ada yang menarik setelah rapat evaluasi Pemkot Malang dan Forpimcam Lowokwaru dan Blimbing. Walikota Malang Sutiaji dan peserta rakor mempraktekkan cara menggunakan...

Malang Raya

Malang Post –  Jumlah kasus Covid masih tinggi. Pemkot Malang pun menggelar rapat koordinasi dan evaluasi bersama Forum Koordinator Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam). Kali ini Kecamatan...

Malang Raya

Malang Post – Warga Kabupaten Malang menyambut antusias gelaran Vaksinasi Gotong Royong. Giat ini diselenggarakan IKA (Ikatan Keluarga Alumni) dan Keluarga Besar UB (Universitas Brawijaya),...

Pendidikan

Malang Post – Program akselerasi vaksinasi terus dilakukan pemerintah. Mulai dari tingkat pusat maupun di daerah. Tak ketinggalan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Ikut andil melakukan...

headline

Malang Post – Kementerian Agama Republik Indonesia menetapkan pemimpin baru beberapa institusi pendidikan di bawah naungannya. Salah satunya Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang...