Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kriminal

Kuasa Hukum: FP Terjebak Investasi Bodong

Kuasa Hukum FP, Indri Hapsari. (Foto: Ananto Wibowo)

AMEG – Nasi sudah menjadi bubur, sudah jatuh tertimpa tangga. Dua pepatah tua itu pas untuk menggambarkan nasib perangkat Desa Bulukerto, FP, yang kini ditahan, setelah ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi.

Berdasar keterangan kuasa hukum FP, Indri Hapsari, sebelum kliennya menggunakan uang itu untuk kepentingan pribadinya, dia juga gunakan untuk investasi, untuk itu ia telah izin kepada kepala desa untuk meminjam uang itu.

Baca Juga ----------------------------

Bahkan FP memperoleh izin dari kepala desa. “Ketika memperoleh izin dari kepala desa itulah FP berani menggunakannya untuk berinvetasi,” kata Indri kepada Ameg.id, Kamis (15/4/21). 

Sayangnya investasi yang iikuti ternyata bodong. “FP niatnya investasi dengan meminjam uang desa, hasilnya digunakan untuk mengganti uang yang dipinjamnya,” kata Indri. 

Saat ini tersangka investasi bodong bahkan telah ditangkap dan ditahan di Polres Batu. Sesuai yang ia ketahui, uang yang dipakai kliennya untuk investasi itu mulai dari dana BLT, pengadaan-pengadaan, dana RT serta dana PKK.

“Jadi diambil secara merata. Sedikit demi sedikit, sampai terkumpul Rp 338 juta lebih. Dikumpulkan mulai 2019 hingga 2020,“ jelasnya. 

Terkait izin dari Kades Bulukerto, hal itu akan digunakan untuk menyeret sang Kades ke dalam kasus ini. Untuk itu Indri masih akan berkoordinasi dengan FP. 

“Kalau memang Kades Bulukerto terkait dalam masalah ini, pasti saya tarik,” kata Indri. 

Sementara itu, untuk pengembalian uang hasil korupsi, Kejari Batu memberikan toleransi hingga sebelum pembacaan tuntutan. Bagaimanpun juga, tindak pidananya tetap terjadi. Sedangkan untuk pengembalian uang adalah itikad baik dari tersangka. 

“Mulai hari ini, tersangka ditahan di Lapas Lowokwaru selama 20 hari, untuk proses penyidikan lebih lanjut. Jika dalam tenggat waktu 20 hari dirasa kurang untuk penyidikan, akan diperpanjang selama 40 hari,” beber Indri. 

Secara terpisah, Kades Bulukerto, Suwantoro, membantah tudingan bahwa dia mengizinkan penggunaan ADD untuk kepentingan pribadi bendahara. “Saya tidak pernah mengizinkan. Bahkan dia meminjam uang Rp 200 juta kepada saya,” katanya.

Suwantoro juga mengaku memberi pinjaman uang itu dari hasil menjual tanah miliknya. Dia tidak tahu, tiba-tiba punya tunggakan sebanyak yang telah dikatakan Kajari.

“FP sendiri saat ini sudah jarang masuk kerja, biasanya masuk seminggu hanya dua kali saja. Uang saya juga belum dikembalikan sampai saat ini,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

headline

Malang Post — Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Advokat Republik Indonesia (DPP PARI) menggelar silaturahmi antar advokat, Rabu (20/10/2021). Bertempat di RM Javanine, Jl Pahlawan Trip...

Pendidikan

Malang Post — Sejarah baru kembali ditorehkan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kali ini Program studi (Prodi) Agribisnis, Fakultas Pertanian dan Peternakan UMM yang mencatatkan tinta...

Pendidikan

Malang Post — Dharma Wanita Persatuan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (DWP UIN Maliki) makin giat membina sekaligus menjalin keharmonisan antar anggotanya. Meski masih dalam...

News

Malang Post — Kepanikan terjadi, Selasa (19/10/2021) malam di sebuah rumah milik Semiati warga RT 03/RW 01 Desa/Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang. Sebuah tabung LPG 3...

News

Malang Post — Sehari sudah, tim gabungan SAR Malang Raya mencari keberadaan Paino (56) pemancing yang terhanyut saat sungai Brantas mendadak berarus deras. Selasa (19/10/2021)...

Malang Raya

Malang Post – Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Malang terus meningkatkan fasilitas pelayanan kesehatan. Kali ini  satu unit ambulan baru melengkapi layanan kesehatan di Klinik...

Malang Raya

Malang Post —  Setelah mendapat restu dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Dinas Pemuda Olaharaga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang mengusulkan dua puluhan...

Malang Raya

Malang Post – Satgas Covid-19 Kota Malang terus menggeber serbuan vaksinasi untuk masyarakat. Demi mengejar target herd immunity, tiada hari tanpa vaksinasi. Letkol Arm...