Connect with us

Hi, what are you looking for?

headline

Mega Proyek Kereta Gantung Bisa Rp 1 Trilliun

LANJUTKAN: Walikota Batu Dewanti menerima souvenir miniatur kereta api dari pimpinan PT INKA. (Foto: Istimewa)

Batu – Pembangunan mega proyek kereta gantung di Kota Batu terus dibahas. Targetnya akhir 2021, proses administrasi rampung. Hingga awal 2022 mulai digarap. General Manager Pengembangan PT INKA, Junaidi mengatakan. Kelanjutan pembangunan kereta gantung pihaknya telah memaparkan pra feasibility studi (FS) pada Walikota Batu dan stake holder seperti Perhutani, Danlanud dan lainnya. 

“Hasil pemaparan telah kami sampaikan kemarin. Masih akan ditindak lanjuti lebih dalam. Pemkot Batu akan cek lagi RTRW. KKOP (Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan) akan dicek Danlanud,” ujar Junaidi pada Di’s Way Malang Post, Rabu (31/3). Lahan akan dicek Perhutani. Rencana induk kereta dicek Dishub Jatim.

Baca Juga ----------------------------

Proses tindak lanjut itu, sudah dimulai hari ini. Pekan depan rencananya ada arahan dari Kemenko Marives. Tahapan pembangunannya cukup panjang. “Saat ini jangka pendeknya. Menetapkan trase-nya terlebih dahulu. Akan dipilih Pemkot Batu,” katanya. 

Setelah ditentukan, masih menerima masukan. Karena jangan sampai terjadi bentrok. Setelah penetapan trase, masih ada tahap lain. Mulai dari penetapan tender, penetapan BUP dan Penetapan Pembangunan. “Perkiraan akhir tahun proses administrasi deal. Pembangunan konstruksinya bisa dimulai awal 2022,” ujarnya. 

Alternatif rute dibagi dua yang tak terhubung. Pertama, rute Kidul Brantas. Meliputi Sengkaling, Jatim Park 3, Gangsiran Puthuk, Jatim Park 2, Kusuma Agrowisata, Gunung Seruk, Pos Pendakian Gunung Panderman dan Gunung Punuk Sapi. Kedua, rute Lor Brantas. Meliputi Selecta, Putuk Gendero, Puncak Kalindra, Coban Talun dan Bukit Jengkoang.

“Jarak paling pendek sekitar 3,5 km. Paling panjang bisa lebih dari 15 km. Untuk pembangunannya tergantung Pemkot Batu. Mau dibangun yang pendek dulu atau yang panjang dulu,” bebernya. Pendanaannya 70 persen dari foreign investment. 30 persen konsorsium masyarakat serta pinjaman bank. Biaya pembangunan kereta gantung ini paling murah Rp 400 miliar – Rp 1 Trilliun. Tergantung panjang rutenya.

Wawali Batu, Punjul Santoso menerangkan beberapa bidang perlu dikaji lebih lanjut. Seperti business plan, mitigasi dan konsesi resiko pembangunan dari aspek sosial, ekonomi dan lingkungan hidup. Ia menyarankan agar tidak mengganggu kawasan paralayang sebagai kawasan wisata. Begitu juga dengan kawasan lainnya. 

Kemenko Marives, Bappeprof dan Dishub Jatim memberikan saran. Agar dipastikan komitmen berbagai pihak. Terutama konsorsium yang dibentuk. “Komitmen konsorsium atau kepastian skema pembiayaan investasi ke depan. Bisa dipastikan rencana trase tidak menyalahi RTRW dan KKOP. Kaji penentuan prioritas trase atau rute mana yang akan dibangun,” jelasnya. (ano/jan)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Malang Raya

Malang Post — Berbagai macam cara dilakukan Pemkot Batu untuk melakukan percepatan vaksinasi kepada lansia. Terbaru Pemkot Batu bersama Batu Love Garden (Baloga) Jatim Park...

Malang Raya

Malang Post – Letak geografis dan topografi Desa Oro-oro Ombo yang berada di sebelah selatan lereng Gunung Panderman, menawarkan panorama Kota Batu nan indah...

Malang Raya

Malang Post – Pemkot Batu berencana membangun cold storage berkapasitas 200 ton di Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Pembangunan itu dilakukan di tanah aset...

Wisata

Malang Post – Hangatnya suasana Yogyakarta, juga tersaji dalam dinginnya Kota Batu. Ya. Suasana itu kini dapat dinikmati di Angkringan ‘Asli Jogja’. Berada di komplek...

Malang Raya

Malang Post – Profesi dan masyarakat di kelurahan terdampak PPKM Darurat mulai mendapat Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Pemkot Batu. Masing-masing mendapatkan bantuan sebesar Rp...

headline

Malang Post — Melonjaknya angka positif Covid-19 menyebabkan kebutuhan obat potensial dan dipakai terapi Covid-19 melonjak. Tingginya permintaan obat dikhawatirkan dimanfaatkan sebagian pelaku usaha...

Malang Raya

Malang Post – Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat sudah dimulai sejak Sabtu (3/7/2021). Jika tidak ingin kecele, masyarakat yang memiliki kepentingan di sejumlah Organisasi...

Wisata

Malang Post – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menerbitkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2021 yang mengatur penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat...