Connect with us

Hi, what are you looking for?

News

Belum 6 Bulan Menjabat, Bupati Karna Mutasi Pejabat

Situbondo – Mutasi pejabat Pemkab Situbondo menghebohkan dan memancing reaksi berbagai kalangan. Sebelumnya penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) pada 10 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dipersoalkan, karena dinilai menabrak aturan. Kini, mutasi pejabat Dispendikbud. Enam pejabat fungsional, yakni Korwil Kecamatan dan Pengawas Sekolah. 

Amirul Mustafa, salah satu aktivis senior di Situbondo menilai. Mutasi pejabat yang dilakukan Bupati Situbondo, Karna Suswandi, menabrak aturan. Sebab dilakukan belum melewati masa 6 bulan, setelah dilantik sebagai Bupati.

Baca Juga ----------------------------

“Ini amburadulnya pemerintahan di Situbondo, era kepemimpinan baru ini. Bupati Karna dan Wabup Khoirani. Padahal dilantik baru masuk bulan kedua. Kecuali atas izin menteri dan pejabat berwenang di atasnya,” sergah Amir, panggilan pria asal Kecamatan Situbondo ini.

Menurutnya, ini melanggar pasal 162 ayat 3 UU Pilkada Nomor 10 Tahun 2016, bahwa Gubernur, Bupati atau Walikota dilarang melakukan pergantian jabatan dalam jangka waktu 6 bulan sejak dilantik. Kecuali mendapat persetujuan tertulis dari Menteri.

“Karenanya, ini tindakan sewenang-wenang yang dilakukan Bupati Situbondo. Saya akan laporkan ini ke Komisi ASN dan Mendagri. Agar tidak terulang tindakan yang semena-mena dengan menabrak aturan,” ungkapnya, Senin (29/3).

Anggota Komisi I DPRD Situbondo, Mahbub Junaidi mengaku sudah tahu mutasi pejabat fungsional itu. Masih dikaji Komisi I untuk tindaklanjutnya.

“Nanti akan kita panggil pihak terkait, yakni Kepala BKP-SDM untuk dikonfirmasi dasar apa yang dipakai dalam melakukan mutasi tersebut. Meskipun hanya pejabat fungsional pada Disnpedikbud,” jelasnya singkat melalui ponsel.

Informasinya, enam pejabat ini dimutasi sepekan lalu. Ironisnya, SK Bupati hanya ditandatangani Kepala BKP-SDM Situbondo, Fathortakhman.  Sementara kop SK tersebut, adalah Bupati Situbondo, tertanggal 1 Maret 2021. Bupati tidak menandatangani, hanya tertanda alias TTD.

Sayangnya, Bupati Karna Suswandi dan Kepala BKP-SDM–Fathorrakhman belum berhasil dikonfirmasi. Saat dihubungi ponselnya, juga tidak tersambung. (sya/jan)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Dahlan Iskan

KALI ini yang mendapat giliran meninggal karena Covid adalah ulama perempuan: Prof Dr Huzaemah Tahido Yanggo, 71 tahun (lahir 30 Desember 1949 di Palu)....

headline

Malang Post – Program Studi Doktor (S3) Ekonomi Syariah Univesitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki) membuka pendaftaran mahasiswa baru gelombang II pada 1 Juli...

Malang Raya

Malang Post – Zahidhan Syahrul Syofiudin (18) salah satu anak dari buruh tani serabutan. Berhasil lolos seleksi Bintara Polri tahun 2021, Kamis (22/7/2021) malam. Ini membuat bangga sekaligus mengangkat nama...

Pendidikan

Malang Post – Lima mahasiswa Fakultas Ilmu Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB) terinspirasi membuat body lotion yang mampu mencegah Covid-19. Indri Dwi...

Ekobis

Malang Post – PT Sekar Bumi Tbk, membukukan penjualan Rp 3,1 triliun tahun 2020. Naik 50 persen dari tahun sebelumnya. Keberhasilan emiten dengan kode perdagangan SKBM...

Dahlan Iskan

IA ada di dalam, tapi tidak sampai menjadi orang dalam. Itulah Sarwono Kusumaatmadja. Yang 24 Juli besok berulang tahun Ke-77. Saya baru selesai membaca...

Arema

Malang Post – Publik sepak bola nasional belum lama dikejutkan dengan dipecatnya dua pemain, yang belasan tahun menjadi ikon Persipura Jayapura. Striker Boaz Theofilius Erwin...

Arema

Malang Post – Presiden Arema FC, Gilang Widya Pramana, masih belum bisa bernafas lega. Jelang sebulan ke depan kick off kompetisi Liga 1 2021/2022 bakal digulirkan. Lantaran...