Connect with us

Hi, what are you looking for?

News

Tahun Ini Hanya Merehab Dua Pasar

Sekretaris Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin), Yogie Kripsiansah

Situbondo – Rencana rehabilitasi pasar di Kabupaten Situbondo untuk tahun 2021 tampaknya berkurang. Dari awal rencana awal akan merehab lima pasar, akhirnya hanya ter-cover dua pasar saja. Ini terjadi setelah terdampak refocusing anggaran Covid-19.

Sekretaris Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin), Yogie Kripsiansah mengatakan, kedua pasar itu ada di Kecamatan Asembagus. Yaitu Pasar Patok dan Pasar Pabrik (depan Pabrik Gula Asembagus). “Sesuai saran bupati, agar diprioritaskan yang lebih urgen dan yang paling dibutuhkan,” jelasnya.

Baca Juga ----------------------------

Di Pasar Patok, akan ada pembangunan beberapa fasilitas. Yogie mengatakan, pasarnya saat ini masih jauh darilayak. Sedang di Pasar Pabrik, tidak hanya rehabilitasi tetapi ada pembebasan lahan. “Karena di lokasinya bukan lahan milik pemerintah daerah,” terangnya.

Ditambahkan, tiga pasar yang gagal rehab, anggarannya kebetulan bukan dari APBD. Tetapi keuangan pusat bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai (DBHC) . “DBHC di tahun ini terkena refocusing untuk penanganan Covid-19,” tambah pria yang juga Ketua Umum GP Ansor Situbondo ini.

Secara otomatis, lanjutnya, pemerintah pusat tidak mengalokasikan untuk pembangunan pasar. Sedang keuangan rehab dan pembebasan lahan di dua pasar di Kecamatan Asembagus itu bersumber dari APBD Pemkab Situbondo . “Jadi, hanya ter-cover pasar yang dianggarkan dalam APBD kita,” imbuhnya.

Yogie tidak tahu secara persis, pasar mana saja yang gagal direhab tahun ini. Namun, salah satunya Pasar Besuki. Yogie menerangkan, di pasar wilayah barat Situbondo itu, ada beberapa fasilitas yang akan dilengkapi. Pasar itu sampai sekarang belum ditempati pedagang. “Untuk penempatannya, kami menunggu perintah pimpinan,” katanya.  

Sementara itu, saat ini, masih ada tiga pasar di Situbondo masuk kategori Standar Nasional Indonesi atau SNI. Yaitu Pasar Mangaran, Pasar Curahkalak, dan Pasar Kapongan. “Yang lain masih proses menuju SNI. Memang tidak mudah. Indikatornya banyak, tetapi intinya layak dari sisi kebersihan,” pungkasnya. (hab/zai/ekn)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Ekobis

Malang Post – Coca-Cola Europacific Partners (CCEP) Indonesia mendonasikan puluhan hewan kurban. Bagi masyarakat sekitar pabrik dan sales office di Jawa hingga Papua, pada Hari Raya Idul Adha 1442 hijriah. Donasi berupa 48 ekor kambing dan tiga ekor sapi. Hewan kurban tersebut didistribusikan di...

Pendidikan

Malang Post – Perilaku menjaga kebersihan dan hidup sehat perlu diterapkan. Untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19. Salah satunya adalah kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun.  Cuci...

headline

Malang Post – Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki) menggelar webinar Metodologi Rekonstruksi Pengkajian Islam. Sebagai Perguruan Tinggi Negeri berkewajiban melalukan pengembangan...

Malang Raya

Malang Post – Posko pengisian oksigen gratis bagi warga Malang Raya mulai beroperasi. Terletak di areal kantor Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) III Malang, Jl Simpang...

Kriminal

Malang Post – Warga Dusun Tubo, Desa Purwosekar, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, hingga Senin (26/7/2021) malam, masih waspada. Pasalnya, kemarin baru saja terjadi pembantaian maut...

headline

Malang Post – Banyak kasus, warga yang menjalani isolasi mandiri (isoman) belum terpantau maksimal. Termasuk di Kota Malang. Dinkes Kota Malang mencatat jumlah pasien yang...

Kesehatan

Malang Post – Bagi seseorang yang berjuang melawan penyakit autoimun, banyak gejala yang dirasakan. Membuat tidak nyaman. Sering berdampak negatif pada kehidupan sehari-hari. Banyak jenis...

News

Malang Post – Asap terlihat membumbung dari rumah warga di Perum Puncak Permata Sengkaling Desa Sumbersekar, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Senin (26/7/2021) siang. Gegerlah warga...