Connect with us

Hi, what are you looking for?

Ekobis

Sutiaji: Gempur Rokok Ilegal

Malang – Pemkot Malang berkomitmen memerangi rokok ilegal. Rokok tanpa pita cukai atau pakai pita cukai palsu sangat merugikan negara. Padahal, salah satu pendapatan dari Kota Malang adalah dana bagi hasil cukai dan produk tembakau (DBHCT). Karena itu, apabila banyak rokok ilegal yang beredar, tentu akan mengurangi juga pendapatan Kota Malang.

Komitmen memerangi rokok ilegal ini disampiakan Wali Kota Malang, Drs H Sutiaji, saat membuka dan memberi arahan sosilaisasi ketentuan peratutan dan perundang-undangan di bidang cukai dengan substansi acara “edukasi kepada masyarakat tentang rokok ilegal”. Acara digelar di Ballroom Hotel Savana Malang, Selasa (16/3).

Baca Juga ----------------------------

Kegiatan yang diinisiasi Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur itu menghadirkan masyarakat Kota Malang yang bersinggungan langsung dengan industri rokok.

Menurut Walikota Sutiaji, kegiatan sosialisasi ini, juga diharapkan bisa menjadi sarana komunikasi kepada masyarakat dalam memberantas rokok ilegal, agar kebocoran dapat diminimalisir. Dan tentunya penerimaan negara dari sektor pajak semakin meningkat.

“Pada dasarnya, barang ilegal merupakan barang yang melanggar aturan negara. Karena itu, kesadaran masyarakat untuk tidak membeli barang ilegal harus terus ditingkatkan. Termasuk rokok yang merupakan salah satu penyumbang devisa bagi negara kita” ujarnya.

Di Kota Malang banyak pabrik rokok, baik berskala besar maupun kecil. Untuk itu, pemkot cukup gencar memerangi rokok ilegal demi kelangsungan industri rokok yang benar-benar berjalan secara legal.

“Meskipun peredaran rokok ilegal saat ini sudah berkurang, harus terus dicegah secara terus menerus. Karena meskipun kebocoran itu sedikit, lama-lama akan menjadi banyak dan itu akan merugikan negara,” tegas Sutiaji.

Ia juga berharap bahwa sosialisasi ini tidak berhenti di sini, disampaikan kepada masyarakat luas agar semua paham, sehingga komitmen untuk memerangi rokok ilegal menjadi komitmen bersama.

“Kita perang terhadap rokok ilegal. Target untuk dana bagi hasil cukai rokok saja di Kota Malang kurang lebih Rp 38 miliar per tahun,” ungkapnya.

Mengedukasi tokoh masyarakat maupun masyarakat ini sangat penting dilakukan. Karena mereka lebih banyak bersinggungan dengan rokok ilegal.

“Kedepan menjadi punggawa bahwa harus diberantas rokok ilegal. Lebih dari 80 persen kehidupan negara kita ini dari pajak, salah satunya dari pajak rokok,” beber Sutiaji.

Jargon yang digunakan “Gempur Rokok Ilegal” untuk memberantas rokok pita cukai palsu, rokok pita cukai berbeda, rokok pita cukai bekas, rokok polos atau tanpa pita cukai.(jof/ekn)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Malang Raya

Malang Post – Jumlah penularan Covid-19 yang masih fluktuatif, membuat Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Malang berpikir keras. Pasalnya, 5 Juli 2021, rencananya akan mulai pembelajaran...

Malang Raya

Malang Post – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malang berharap agar Pemerintah Pusat bisa mengeluarkan kebijakan untuk menunda pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Paling...

Malang Raya

Malang-Post – Tahun 2021 ini, Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu bakal menggelontor 100 buah troli di sentra wisata bunga Sidomulyo. Anggaran telah disiapkan, sebesar...

Malang Raya

Malang-Post – Program vaksinasi Covid-19 di Kota Malang terus dilakukan. Senin(21/6/2021) pagi, 150 warga Sukun divaksin.  Vaksinasi dosis pertama ini digelar di Puskesmas Ciptomulyo,...

Kesehatan

Malang-Post – Bakti sosial Pain Center di Rumah Sakit Universitas Brawijaya (RSUB) tetap dilaksanakan meski pandemi. Tentunya dengan menerapkan prokes sesuai standar WHO dan...

Malang Raya

Malang-Post – Aparat gabungan kembali menggelar operasi yustisi penegakan disiplin protokol kesehatan. Dalam rangka PPKM Mikro di wilayah Lowokwaru.  Senin (21/6/2021) pagi, operasi digelar...

Olahraga

Malang-Post – Sepak bola sudah menjadi olahraga menarik bagi berbagai kalangan. Liga Anak MFL (Malang Footbal League) akan menggelar pertandingan Agustus 2021.  MFL sebelumnya...

Opini

Siapa yang tak mengenal sosok Abdurrahman Wahid, Seorang Guru Bangsa yang akrab dipanggil Gus Dur atau Mas Dur. Presiden Ke-4 Republik Indonesia, Bapak Pluralisme,...