Connect with us

Hi, what are you looking for?

News

Subsidi Pupuk Rp 5 M Bakal Muspro

Foto Ilustrasi Pupuk

Situbondo – Anggaran Rp 5 miliar yang dialokasikan Pemkab Situbondo untuk subsidi pupuk daerah (SPD) terancam muspro. Sebab, minimnya anggaran itu tak akan menyelesaikan persoalan kurangnya kebutuhan petani akan pupuk selama ini.

Hal itu diungkapkan Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), H Tolak Atin setelah mengitung sasaran dan kuota pupuk yang akan diberikan kepada petani.  Menurutnya, anggaran Rp 5 M itu sangat minim sekali. Sebab, sebelumnya anggaran ini mencapai Rp 15 M.

Baca Juga ----------------------------

“Saya rasa Rp 5 M itu sangat kurang kalau tujuannya untuk menyelesaikan persoalan kebutuhan pupuk petani. Sebab, dari subsidi pusat saja jatah 30 ribu ton itu kurang, apalagi masih dikurangi 10 ribu ton, menjadi 20 ribu ton,” jelas Tolak, panggilan karib politisi PKB ini.

Dijelaskan, harapan rakyat Situbondo, khususnya petani terhadap janji politik Bupati Karna selama kampanye, tidak akan terwujud. Sebenarnya jika bupati mau menambah anggaran, lanjutnya, barulah kebutuhan pupuk petani akan terpenuhi.

“Misal dianggarkan Rp 32 M, maka akan didapatkan sasaran untuk 32.000 petani bisa menambah jatah 1 kwintal masing-masing petani. Itupun hanya untuk separo dari jumlah petani di Situbondo yang totalnya 70.000,” ungkapnya.

Terpisah Esy Lusanty, Ketua Perempuan Tani Himpunan Kelompok Tani Indonesia (PT HKTI) Cabang Situbondo mengaku, pihaknya tetap mendukung langkah pemkab dalam memenuhi kebutuhan pupuk petani dengan anggaran SPD. Namun, ia meminta dinas terkait agar melakukan sosialisasi ke petani terkait anggaran SPD itu. Dengan begitu, kebutuhan petani itu bisa terserap dan sasaran akan tepat. Meskianggaran Rp 5 M itu tidak akan mampu mencukupi dan menyelesaikan persoalan kekurangan pupuk subsidi di Situbondo.

“Misal, yang akan mendapatkan pupuk subsidi itu sasarannya adalah luasan. Namun yang terpenting adalah, penerima itu petani penyewa atau pemilih sawah. Nah disitu harus jelas, sehingga jika itu terdata baik, maka bisa mengurangi kegelisahan petani terkait minimnya subsidi pupuk,” jelas Esy.(zai/ekn)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

headline

Malang Post — Beredar video penghadangan anggota Polri yang menjaga jalur masuk pantai di Malang Selatan. Video berdurasi 23 detik dengan penampakan rombongan diduga dari...

headline

Malang Post — Terkait viralnya video rombongan gowes yang diduga pejabat Pemkot Malang di berbagai medsos, karena masuk lokasi wisata pantai Malang Selatan, sebenarnya...

News

Malang Post – Kakek Samin (70) yang hilang di hutan Cungkup, tercatat pernah hilang dan pulang dalam kondisi sehat tahun 2020. Kali ini harapan besar...

Kesehatan

Malang Post – Kehadiran tikus rumah jelas sangat mengganggu. Tidak hanya bisa merusak barang-barang dan mengotori rumah, hama ini juga berpotensi menjadi agen penyebar...

headline

Malang Post – Dalam rangka percepatan Herd Immunity, Universitas Negeri Malang (UM) kembali sukseskan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 jenis Sinovac dosis pertama dan kedua yang ditujukan...

Pendidikan

Malang Post — SMAN 1 Sumberpucung berkomitmen mendukung pemerintah menangani pandemi Covid-19 yang belum mereda. Salah satunya melalui program vaksinasi remaja. Menggandeng Puskesmas Sumberpucung, vaksinasi dosis...

Ekobis

Malangpost – Kegiatan transfer uang antar bank merupakan salah satu jenis transaksi yang sering dilakukan oleh nasabah bank. Dalam kegiatan perbankan yang satu ini,...

Malang Raya

Malang Post – Hutan Kota Malabar menjadi pusat kegiatan aksi bersih-bersih yang diinisiasi jajaran Kodim 0833 dalam hal ini Koramil Klojen pemangku wilayah. Tidak...