Connect with us

Hi, what are you looking for?

headline

Korban Diindikasikan Henti Jantung

CEK: Petugas Puskesmas Karangploso memastikan kematian korban sebelum tiba di puskemas. (Foto: ANANTO/HARIAN DI’S WAY MALANG POST)

Malang – Dua mahasiswa peserta Diklat UKM Pagar Nusa UIN, diperkirakan sudah meninggal di tengah perjalanan menuju Puskesmas Karangploso dan RS Karsa Husada Kota Batu.

Ini diungkapkan oleh Plt Kepala Puskesmas Karangploso, drg Izzah El Naila. Pasien tiba sekitar pukul 15.00. Saat diperiksa petugas medis, sudah meninggal dunia.

Baca Juga ----------------------------

“Setelah diketahui pasien sudah meninggal, kami tidak melakukan perawatan apapun. Langsung ditutup. Karena Puskesmas tidak bisa melakukan pemandian jenazah,” jelas Izzah kepada DI’s Way Malang Post, Senin (8/3). 

Dia menyampaikan, pasien datang diantar warga dan panitia. Berjumlah empat orang ke Puskesmas Karangploso, menggunakan ambulan Desa Tlekung. Pasien diantar ke puskesmas, tujuannya untuk memastikan, apakah korban sudah meninggal atau belum. 

Setelah pihak Puskesmas mengetahui Faishal Lathiful Fahri (FLF) asal Lamongan sudah tak bernyawa, segera koordinasi dengan Polres Lamongan. 

“Setelah berkomunikasi dengan Polres Lamongan. Identitas ketemu. Kontak keluarga juga ketemu. Meskipun FLF bawa ponsel, tidak bisa dibuka. Sudah ditempelkan fingerprint ke ponselnya. Tapi tetap tidak bisa terbuka,” katanya. Puskesmas Karangploso tak bisa merujuk otopsi. Karena tidak ada pengantar dari kepolisian.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan tim Puskesmas Karangploso. Tak ditemukan bekas luka. Tapi, itu belum bisa menjadi acuan. Karena tidak dilakukan otopsi,” jelasnya.

Berdasarkan medis, dimungkinkan karena henti jantung. Salah satu penyebabnya, karena jantung tidak kuat. Hingga bisa tiba-tiba berhenti dan menyebabkan kematian. 

“Untuk mengetahui penyebab pasti, harus otopsi. Namun pihak keluarga tak berkenan. Memilih segera memulangkan jenazah ke Lamongan. Sehingga kepolisian tak bisa menerbitkan surat pengantar untuk otopsi,” katanya. 

Izaah menjelaskan, henti jantung banyak sekali penyebabnya. Salah satunya karena kelelahan. Bisa juga riwayat penyakit jantung, hipertensi, diabetes dan masih banyak lagi penyebabnya. 

“Untuk memastikan penyebab kematian FLF secara pasti, seyogyanya dilakukan otopsi,” tandasnya.  (ano/jan)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Malang Raya

Malang Post — Kota Batu bakal menjadi sentra pembibitan jeruk purut di Indonesia. Hal ini menyusul permintaan ekspor jeruk purut yang sangat tinggi. Saat ini...

Malang Raya

Malang Post – Tim tracer Covid-19 Kota Malang menggelar tracing kasus di Jalan Kolonel Sugiono IV, Kelurahan Ciptomulyo, Sukun Kota Malang. Rabu, 20 Oktober...

headline

Malang Post — Kota Malang sudah masuk PPKM Level II, sesuai Inmendagri Nomor 53 Tahun 2021. Beberapa kampus mulai mengajukan Perkuliahan/Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Meski...

headline

Malang Post — Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Advokat Republik Indonesia (DPP PARI) menggelar silaturahmi antar advokat, Rabu (20/10/2021). Bertempat di RM Javanine, Jl Pahlawan Trip...

Pendidikan

Malang Post — Sejarah baru kembali ditorehkan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kali ini Program studi (Prodi) Agribisnis, Fakultas Pertanian dan Peternakan UMM yang mencatatkan tinta...

Pendidikan

Malang Post — Dharma Wanita Persatuan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (DWP UIN Maliki) makin giat membina sekaligus menjalin keharmonisan antar anggotanya. Meski masih dalam...

News

Malang Post — Kepanikan terjadi, Selasa (19/10/2021) malam di sebuah rumah milik Semiati warga RT 03/RW 01 Desa/Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang. Sebuah tabung LPG 3...

News

Malang Post — Sehari sudah, tim gabungan SAR Malang Raya mencari keberadaan Paino (56) pemancing yang terhanyut saat sungai Brantas mendadak berarus deras. Selasa (19/10/2021)...