Connect with us

Hi, what are you looking for?

News

Eco Enzim Kurangi Bau Sampah dan Kadar Gas Metan

RAMAH ALAM: Penyemprotan eco enzim di gunungan Sampah TPA Tlekung. (Foto: Istimewa)

Batu – Bau sampah TPA Tlekung yang tak sedap, sering menjadi masalah. Kini, ada sedikit solusi mengatasinya. Caranya, dengan menyemprotkan cairan eco enzim pada gunungan sampah. 

Penyemprotan ini, bisa dikatakan dari sampah kembali ke sampah. Pasalnya, bahan eco enzim berasal dari sampah organik. Seperti buah-buahan dan sayuran. Cairan eco enzim yang disemprotkan ke sampah, tak hanya mengurangi bau busuk. Tapi mengurangi juga kadar gas metan di lokasi. 

Baca Juga ----------------------------

Upaya ini sangat diapresiasi Walikota Batu, Dewanti Rumpoko. Terlebih lagi, karena eco enzim itu, hasil karyawa masyarakat Kota Batu. 

“Alhamdulillah. Salah satu jalan keluar untuk mengatasi bau sampah di TPA Tlekung sudah ditemukan. Caranya, menyemprotkan cairan eco enzim,” kata Dewanti kepada Di’s Way Malang Post

Menghirup bau busuk dari tumpukan sampah setiap hari, bisa berakibat buruk bagi kesehatan. Salah satunya bisa menimbulkan penyakit pada saluran pernafasan. Karena bau sampah yang dihirup sudah pasti udaranya tidak bersih. 

Mentor Eco Enzim, Gung Endah mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali melakukan penyemprotan. Dalam hal ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu bekerjasama dengan PMI. Mereka melakukan pengukuran kadar gas metan TPA Tlekung. 

“Setelah dilakukan beberapa kali penyemprotan. Ternyata hasilnya positif. Kadar gas metan di TPA Tlekung turun. Bau tak sedap juga turun. Mulanya kadar gas metan TPA Tlekung mencapai 1600 ppm. Setelah dilakukan penyemprotan turun menjadi 600 ppm,” ungkapnya. 

Penyemprotan tak hanya di TPA Tlekung. Pihaknya juga melakukan penyemprotan di TPST 3R di Kelurahan Dadaprejo. Ia mengungkapkan, ketika melakukan penyemprotan di Dadaprejo. Pagi dilakukan penyemprotan dan sore harinya aroma tak sedap sudah hilang.

“Pada penyemprotan eco enzim ini, ada dua manfaat. Pertama, mengurangi sampah organik. Karena bahan dasar eco enzim adalah sampah organik. Kedua, setelah jadi eco enzim bisa disemprotkan di TPA untuk menghilangkan bau sampah dan menurunkan kadar gas metan,” jelas dia. 

Kebutuhan eco enzim untuk menghilangkan bau sampah sedikit sekali. Sekali penyemprotan di TPA Tlekung, hanya membutuhkan eco enzim murni sebanyak 200 mililiter. Dicampur 200 liter air. Pihaknya menyarankan, untuk menghilangkan bau sampah yang tak sedap, sebaiknya dilakukan penyemprotan yang rutin. 

Pihaknya bersama relawan telah mencanangkan, untuk mulai melakukan penyemprotan eco enzim dari TPST 3R. Jika dari TPST 3R sudah dilakukan penyemprotan. Maka sampah yang datang ke TPA Tlekung sudah tak terlalu berbau. 

Selain mengurangi kadar gas metan dan bau sampah, eco enzim juga bisa mengurangi polusi udara. Lantaran udara yang sudah terkena eco enzim, akan mengubah zat lain, yang bisa menyuburkan tanah. (ano/jan)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Malang Raya

Malang Post – Koramil 0833/ 02 Kedungkandang bersama Muspika menggelar operasi yustisi untuk menegakkan protokol kesehatan covid-19. Ini juga sekaligus melaksanakan PPKM level 2...

Malang Raya

Malang Post – Dandim 0833 Kota Malang Letkol Arm Ferdian Primadhona berupaya terus menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh sebagai imunitas terhadap penyakit dan virus....

Malang Raya

Malang Post — Berbagai macam cara dilakukan Pemkot Batu untuk melakukan percepatan vaksinasi kepada lansia. Terbaru Pemkot Batu bersama Batu Love Garden (Baloga) Jatim Park...

Malang Raya

Malang Post — Semakin melandainya angka kasus positif dan kematian akibat Covid-19, membuat kapasitas Bed Occupancy Rate (BOR) di Rumah Sakit Umum Daerah Dr Saiful...

Malang Raya

Malang Post — Target pendapatan daerah Kota Batu mengalami penurunan sebesar Rp 99,8 miliar. Penurunan target tersebut terungkap saat pembahasan perubahan APBD 2021. Dengan begitu...

ShowBiz

Malang Post — Grup band rock asal Malang, d’Kross, akan berkolaborasi dengan pedangdut terkenal, Clara Gopa (Duo Semangka).  Ini menjawab rasa penasaran para d’Krosser (fans...

headline

Malang Post — Bianglala di Alun-alun Kota Batu mulai berputar kembali, Jumat (22/10/2021) tepat pukul 13.00 WIB. Setelah mati suri selama tiga bulan karena penerapan...

Malang Raya

Malang Post — Tepat pada Jumat (22/10/2021) adalah Hari Santri Nasional. Pandemi Covid-19 belum usai, tapi peran santri di Indonesia sangat besar untuk memajukan Indonesia....