Connect with us

Hi, what are you looking for?

Socialnet

Menikmati Alam Di Camping Ground Paralayang

Malang – Menghabiskan waktu luang dengan pergi ke alam sangatlah menyenangkan.  tidak hanya sekedar pergi ke pantai ataupun ke gunung untuk menikmati indahnya pemandangan, tapi kebanyakan orang sampai bermalam atau camping.

Di kota malang sendiri sudah banyak destinasi wisata alam yang dikembangkan oleh pemerintah. Seperti halnya salah satu objek wisata alam yang berbasis di Kabupaten Malang adalah Paralayang.Masyarakat dapat menikmati ataupun mencoba olahraga yang juga berbasis rekreasi ini di Paralayang bukit Tumpuk.

Terletak di bukit Tumpuk, Dusun Blandongan, Desa Sidoluhur, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur objek wisata ini baru diresmikan pada bulan Maret 2018. Keistimewaan dalam objek wisata Paralayang bukit Tumpuk ini tidak hanya dari keberadaan landasan terbang paralayang tetapi juga dikenal sebagai wisata yang menghadirkan pemandangan yang sangat indah dengan suguhan suasana diatas bukit dan lampu kota pada malam hari.

Disana juga terdapat camping ground untuk bermalam. Tak jarang juga ada masyarakat dari kota Malang ataupun dari luar Kota Malang yang berkunjung hanya untuk berfoto karena disana juga ada beberapa spot foto yang sangat memukau.

Selain menyuguhkan city light yang sangat indah di camping ground pada Paralayang Bukit Tumpuk juga menyuguhkan pemandangan matahari terbit yang sangat sayang untuk dilewatkan sambil dinikmati dengan bersantai di depan tenda sambil menikmati secangkir kopi.

Suasana yang sejuk dapat kita rasakan bila datang kesana dan terlebih ada aktifitas paralayang yang membuat betah disana dan enggan untuk beranjak pulang.

Akses untuk menuju Paralayang Bukit Tumpuk juga terbilang sangat mudah. Dari alun-alun Kota Malang hanya Membutuhkan waktu sekitar 50 menit bila tidak macet. Kita dapat mengambil jalur kearah Lawang sampai dengan Bedali Politeknik Pembangunan Belok ke kiri ke Jalan Yos Sudarso dan lurus saja kita sudah sampai di Paralayang Bukit Tumpuk. Jika datang kesana kita tidak perlu takut tersesat karena mulai masuk desa Sidoluhur sudah banyak petunjuk arah menuju ke paralayang Bukit Tumpuk.

Hanya saja pengunjung diharap berhati-hati saat menuju ke sana dikarenakan ada beberapa tanjakan yang rawan terutama untuk motor matic apalagi kalau malam hari harus extra hati-hati dikarenakan masih minimnya lampu penerangan di sepanjang jalan menuju kesana.

Sesampainya disana kita juga tidak perlu bingung membawa bekal dari rumah karena disana ada warung yang menjual mie, gorengan dan bermacam minuman. Pengelola Paralayang Bukit Tumpuk juga menyediakan beberapa fasilitas publik seperti toilet dan mushola serta lahan parkir walaupun beberapa fasilitas dirasa masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan pengunjung. (Ink-Ins)

Click to comment

Leave a Reply

You May Also Like

Pendidikan

AMEG – Sebanyak 236 proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Universitas Brawijaya (UB) lolos mendapat pendanaan dari Dikti. Jumlah tersebut menempatkan […]

Malang Raya

AMEG – Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto, berharap ada pos anggaran untuk memfasilitasi atlet penyandang disabilitas. Menurutnya saat ini […]

headline

AMEG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, serius melarang aparatur sipil negara (ASN) nya untuk mudik. Tidak ingin kecolongan, Pemkab Malang […]

Kuliner

Lebaran sangat identik dengan ketupat, opor ayam, dan rendang. Sedangkan hidangan berbahan kambing biasanya disajikan saat libur hari raya Idul Adha. […]

Kuliner

AMEG – Ramadan tahun ini, Kota Batu semarak dengan aneka kuliner hidangan buka puasa. Disajikan berbagai hotel, yang menawarkan konsep, […]

headline

AMEG – Terhitung mulai 10 Mei 2021, PT KAI Daop 8 Surabaya, akan mengoperasionalkan Stasiun Malang Baru yang berada di […]

Pendidikan

AMEG – Syiar Ramadan di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang), di hari ke 27 Ramadhan, […]

Malang Raya

AMEG – Pasangan pengusaha muda sukses asal kota Malang, Gilang Widya Pramana dan Shandy Purnamasari, memanfaatkan Ramadan tahun ini, dengan […]

headline

AMEG – Pelarangan mudik lebaran tahun 2021, mulai 6 Mei hingga 17 Mei 2021, berdampak besar pada sektor ekonomi pariwisata […]

%d bloggers like this: