Connect with us

Hi, what are you looking for?

News

Kontrak Charis Yulianto Tak Diperpanjang

Malang – Charis Yulianto menjadi asisten pelatih pertama Arema FC, eks skuad Liga 1 2020 yang tak diperpanjang durasi kontraknya. Sebelum bergulirnya kompetisi musim baru Liga 1 2021/2022.

Berbeda dengan dua asisten pelatih lainnya, yang justru berpeluang tetap dipertahankan. Yakni Singgih Pitono dan Kuncoro. Juga pelatih kiper Martin Goncalves Felipe Americo asal Brasil.

Baca Juga ----------------------------

Manajemen tim Singo Edan sendiri, praktis kini telah memutuskan, tak lagi memperpanjang kontrak, empat amunisi tim untuk musim depan.

Sebelumnya, 5 Februari 2021, adalah pelatih kepala Carlos Carvalho de Oliveira (Brasil), yang diputus. Meski durasi kontraknya baru habis akhir Februari 2021 mendatang. Charis sendiri kontraknya di Arema berakhir, 15 Februari 2021 mendatang.

‘’Manajemen sudah menghubungi coach Charis, yang masih ada di Jakarta. Intinya disampaikan, manajemen Arema tidak memperpanjang durasi kontrak nya untuk Liga 1 musim berikutnya. Kontrak dia baru selesai, 15 Februari 2021 nanti. Tetapi manajemen tim menggantung masa depannya. Semua juga tahu, hingga saat ini nasib kompetisi juga belum ada kepastian. PSSI belum belum mendapat izin dari kepolisian,’’ ungkap Manajer tim Singo Edan, Ruddy Widodo.

Sebelumnya pada pertengahan Oktober 2020 lalu, dua pemain juga tak dipertahankan dalam tahun 2020. Ketika masih terjadi vakum kompetisi karena mewabahnya Covid-19. Mereka adalah fullback Gitra Yuda Furton, yang tak direkomendasikan coach Carlos de Oliveira. Sedangkan Muhammad Mifathul Ikhsan tak diperpanjang pada saat masa durasi peminjamannya telah habis dan dikembalikan ke Borneo FC.

Charis Yulianto pertengahan Januari 2020, berlabuh ke Arema jelang Liga 1 2020 lalu. Atas ajakan pelatih kepala sebelummnya, Roberto Mario Carlos Gomez yang juga memboyong kompatriotnya asal Argentina, pelatih fisik Marcos Gonzales.

Namun kemudian Mario Gomez dan Marcos Gonzales, awal Agustus 2020 mundur dari tim Singo Edan dan balik kucing ke Borneo FC. Karena alasan materi. Keduanya menolak gajinya dipotong 75 persen, sesuai SKEP 48/III/2020.

‘’Ya saya pasrah saja dengan keputusan manajemen Arema. Sejujurnya saya masih berharap tetap bertahan untuk musim depan. Ya sudahlah. Nggak masalah. Itu sudah keputusan manajemen.’’

‘’Sementara ini, saya belum berpikir akan ke klub mana, meski memang ada beberapa tawaran klub lain. Semua klub saya pikir sama. Masih sama-sama menunggu kapastian liga dari PSSI dan izin kepolisian karena kaitannya dengan pandemi Covid-19,’’ timpal Charis Yulianto. (act/rdt)

Kontrak tak diperpanjang :

1.   Carlos Carvalho de Oliveira (pelatih/ kepala Brasil)

2.   Charis Yulianto (asisten pelatih)

3.   Gitra Yuda Furton (bek)

4.   Muh Mifathul Ikhsan (pinjaman Borneo FC)

Mundur sebelum kontrak habis

1.   Roberto Mario Carlos Gomez (pelatih kepala/Argentina)

2.   Marcos Gonzales (pelatih fisik/ Argentina)

3.   Jonathan Jesus Bauman (gelandang/Argentina)

4.   Oh In-kyun (gelandang/Korea Selatan)

5.   Matías Daniel Malvino Gomez (bek/Uruguay)

6.   Elías Patricio Alderete (penyerang/Argentina)

7.   Vikriyan Akbar Fatoni

Dicoret sebelum kontrak habis :

1.   Mariando Djonak Uropmabin

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Dahlan Iskan

Mereka sudah vaksinasi. Sudah dua kali. Tapi, sembilan anggota DPRD Surabaya itu tertular Covid-19. Itulah headline Harian Disway edisi Jumat lalu. Itu menambah kekhawatiran...

Malang Raya

Malang-Post – Komandan Kodim 0833/Kota Malang Letkol Arm Ferdian Primadhona, S.E, M. Tr (Han) bersilaturahmi dengan Keluarga Besar Tentara Nasional Indonesia atau KBT, Sabtu...

Malang Raya

Malang-Post – Mayat bayi lelaki berusia kandungan sekitar enam sampai tujuh bulan ditemukan di Jl Abdul Ghani Atas, Kelurahan Ngaglik, Kecamatan/Kota Batu. Saat ditemukan,...

Malang Raya

Malang-Post – Dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19, aparat gabungan Polsek Kedungkandang, Koramil Kedungkandang, Satpol PP, pihak kelurahan dan Linmas kembali menggelar operasi...

Ekobis

Malang-Post – Rencana pemerintah mengenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk bumbu-bumbuan, direspon pedagang di Pasar Lawang, Kabupaten Malang. “Mosok Pak, bumbu-bumbuan juga kena pajak, cek...

Opini

Mental health atau kesehatan mental terutama bagi generasi muda,saat ini para remaja seringkali menyepelekan kesehatan mental,bahkan lebih mengutamakan kesehatan fisik padahal kesehatan mental juga...

Malang Raya

Malang Post – Rencana Pemkab Malang yang akan membuka perkebunan sawit sekitar 60 hektar di Malang Selatan menuai protes dari berbagai kalangan. Ini juga menjadi...